UMI Cetak Mahasiswa Pencipta Solusi, Prof. Dirgahayu: Kewirausahaan Bukan Sekadar Berdagang
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat komitmennya sebagai Kampus Berdampak. Salah satunya melalui pengembangan pola pikir kewirausahaan mahasiswa.
Kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada jual beli dan keuntungan. Mahasiswa juga didorong mampu membaca persoalan, menemukan peluang, dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) II Kewirausahaan Mahasiswa.
Kegiatan diselenggarakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Manajemen Inovasi dan Inkubasi Bisnis (MIIB) UMI di Aula UPT MIIB, Lantai 4 Menara UMI, Makassar, Rabu (30/9). Bimtek mengambil tema, “Kenali Pelangganmu, Temukan Peluang Bisnismu: Mengenal Kebutuhan Pasar, Menentukan Calon Pelanggan”. Kegiatan ini diikuti 30 mahasiswa UMI dari berbagai fakultas.
Peserta dibekali pemahaman tentang validasi pasar. Materi juga mencakup identifikasi kebutuhan pelanggan dan riset kebutuhan masyarakat.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung pengembangan ide bisnis.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng. Ia didampingi Kepala UPT MIIB UMI, Prof. Dr. Ar. Ir. Naidah Naing, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng.
Dalam sambutannya, Prof. Dirgahayu Lantara menegaskan pentingnya memahami kewirausahaan secara lebih luas.
Menurutnya, kewirausahaan bukan sekadar menjual produk. Bukan pula hanya mengejar keuntungan.
Kewirausahaan adalah cara berpikir. Mahasiswa perlu peka terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.
“Kewirausahaan bukan semata-mata tentang bagaimana menjadi pedagang atau mencari keuntungan bisnis. Kewirausahaan adalah tentang cara berpikir, bagaimana melihat masalah sebagai peluang, membaca kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi nyata,” tegas Prof. Dirgahayu.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru menciptakan produk. Hal pertama yang perlu dipahami adalah siapa calon pengguna. Mahasiswa juga perlu mengetahui persoalan yang hendak diselesaikan.
“Bisnis yang baik berangkat dari pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Sebelum bertanya, ‘Apa yang ingin saya jual?’, tanyakan terlebih dahulu, ‘Masalah apa yang ingin saya selesaikan?’ Sebelum bertanya berapa keuntungan yang akan diperoleh, tanyakan, ‘Siapa yang akan mendapatkan manfaat dari solusi ini?’,” ujarnya.
Prof. Dirgahayu juga mendorong mahasiswa peka terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Persoalan tersebut dapat menjadi titik awal inovasi. Ia juga dapat menjadi peluang usaha.
Namun, hal itu perlu dikaji melalui riset dan validasi pasar yang tepat.
Manfaatkan AI Secara Bijak
Perkembangan teknologi juga membuka peluang baru bagi mahasiswa.
Prof. Dirgahayu mendorong mahasiswa memanfaatkan AI secara cerdas dan bertanggung jawab.
AI dapat digunakan untuk membaca tren dan mengolah informasi. Teknologi ini juga dapat membantu mengeksplorasi kebutuhan konsumen dan memvalidasi ide bisnis.
“Kenali lingkungan sekitar dan manfaatkan pendampingan AI secara bijak untuk memvalidasi pasar. Teknologi harus membantu kita memahami kebutuhan dan menciptakan solusi yang semakin relevan bagi masyarakat,” lanjutnya.
Lebih jauh, Prof. Dirgahayu menegaskan, pendidikan tinggi tidak berhenti pada kemampuan akademik.
Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang mampu menciptakan nilai.
Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berinovasi dan berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.
“Universitas Muslim Indonesia tidak hanya bertanggung jawab menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga inovator dan pemimpin yang mampu menciptakan nilai serta memberi dampak nyata bagi masyarakat. Universitas yang hebat adalah universitas yang melahirkan pelaku perubahan,” ungkapnya.
Semangat tersebut sejalan dengan transformasi UMI sebagai Kampus Berdampak.
UMI mendorong ilmu pengetahuan, inovasi, dan kreativitas sivitas akademika hadir secara nyata dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Mengenali Pelanggan, Menemukan Peluang
Sementara itu, Kepala UPT MIIB UMI, Prof. Naidah Naing, menjelaskan arah pengembangan dan inkubasi bisnis mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemampuan mengenali dan memvalidasi kebutuhan calon pelanggan.
Sebuah gagasan bisnis tidak cukup hanya menarik dari sisi produk.
Ide tersebut perlu diuji. Tujuannya untuk memastikan adanya kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
“Memulai bisnis harus diawali dengan memvalidasi apa yang dibutuhkan masyarakat. Dengan mengenali pelanggan, mahasiswa akan menemukan berbagai peluang bisnis yang ada di sekitarnya. Jadikan masalah pelanggan sebagai peluang bisnis yang bernilai,” ujar Prof. Naidah.
Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan usaha yang memiliki potensi ekonomi.
Usaha tersebut juga diharapkan menawarkan solusi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Hadirkan Perspektif Praktisi
Untuk memperkaya perspektif mahasiswa, UPT MIIB UMI menghadirkan tiga narasumber dari kalangan praktisi dan industri.
Mereka adalah Drs. Muh. Idham, M.M., Direktur PT Nurmakmur Berdaya Saing; Khairul Umam, S.T., M.M., Manajer Inkubator Bisnis Makassar; serta Zulkifli, AT., A.Md., CEPB., Direktur Utama Big Bang Marcomm.
Ketiga narasumber memberikan berbagai perspektif praktis.
Materinya mencakup metodologi riset pasar. Juga teknik mengenali kebutuhan konsumen.
Peserta juga mendapatkan materi tentang identifikasi dan penentuan segmen pelanggan. Termasuk validasi peluang bisnis dan strategi komunikasi bisnis yang terintegrasi.
Bimtek II Kewirausahaan Mahasiswa menjadi bagian dari upaya UPT MIIB UMI membangun ekosistem kewirausahaan kampus.
Ekosistem tersebut diarahkan agar semakin kuat dan berkelanjutan.
Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menciptakan produk.
Mereka juga perlu memahami persoalan. Mengenali pelanggan. Menguji gagasan.
Pada akhirnya, gagasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dampak sosial.
(HUMAS)























































































































