UMI Hubungkan Industri dan Pencari Kerja, 738 Pelamar Ikuti Rekrutmen PT IMIP
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara dunia pendidikan tinggi dan industri. Melalui kegiatan Campus Hiring bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), UMI mempertemukan kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja dengan peluang kerja bagi alumni dan masyarakat umum.
Sebanyak 738 pelamar tercatat mendaftar dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Al-Jibra UMI, Sabtu (31/10/2026). Kolaborasi ini merupakan penyelenggaraan Campus Hiring kedua PT IMIP bersama UMI sepanjang 2026.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait pengembangan kegiatan kemahasiswaan, khususnya program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan demikian, kerja sama kedua institusi tidak hanya membuka akses rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga memperluas kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di dunia industri.
Kegiatan dibuka oleh Asisten Wakil Rektor III Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi, dan Hubungan Alumni UMI, Dr. Andi Surahman Batara, S.K.M., M.Kes., yang hadir mewakili Rektor UMI. Dari pihak perusahaan, hadir Ancensius selaku perwakilan Human Resources (HR) PT IMIP bersama tim rekrutmen.
UMI Perkuat Jembatan Kampus dan Dunia Industri
Dr. Andi Surahman Batara menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PT IMIP yang kembali memilih UMI sebagai mitra penyelenggaraan rekrutmen. Menurutnya, keberlanjutan kerja sama tersebut menunjukkan hubungan positif antara perguruan tinggi dan dunia industri.
"Kami mengapresiasi PT IMIP yang kembali menggandeng UMI dalam kegiatan Campus Hiring. Apalagi, kerja sama kali ini tidak hanya membuka kesempatan kerja bagi alumni dan masyarakat umum, tetapi juga diperluas melalui program magang dan KKN bagi mahasiswa," kata Andi Surahman.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan dunia industri merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja. Melalui program magang, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran di ruang perkuliahan. Sementara itu, program KKN diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, mengembangkan kepedulian sosial, serta berkontribusi langsung melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Harapan kami, kerja sama ini benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa dan alumni. Mahasiswa memiliki kesempatan mengenal dunia industri sejak masih kuliah, sementara alumni mendapatkan akses lebih luas untuk mengembangkan karier," ujarnya.
Andi Surahman juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan rekrutmen tersebut dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, persaingan dunia kerja menuntut lulusan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kedisiplinan, integritas, dan kemampuan beradaptasi.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Persiapkan diri, tunjukkan kemampuan terbaik, dan jangan berhenti belajar karena dunia industri terus berkembang," tambahnya.
PT IMIP Perluas Akses Rekrutmen Tenaga Kerja
Sementara itu, perwakilan HR PT IMIP, Ancensius, menyambut baik keberlanjutan kerja sama dengan UMI. Ia menyampaikan bahwa selama 13 tahun berdiri, PT IMIP hampir setiap tahun membuka peluang kerja. Kegiatan Campus Hiring menjadi salah satu cara perusahaan menjangkau calon tenaga kerja dari berbagai latar belakang pendidikan.
"Kami berterima kasih kepada UMI yang kembali memfasilitasi kegiatan Campus Hiring PT IMIP. Ini merupakan kali kedua kami bekerja sama tahun ini. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjaring calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan kesiapan untuk berkembang di lingkungan industri," ujar Ancensius.
Menurutnya, kolaborasi antara perusahaan dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, PT IMIP menyambut positif penandatanganan MoU dengan UMI yang membuka peluang pengembangan kerja sama dalam kegiatan kemahasiswaan, termasuk program magang dan KKN.
"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada rekrutmen tenaga kerja. Ke depan, mahasiswa juga dapat memperoleh kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman langsung melalui program-program yang disepakati bersama," katanya.
Ancensius menambahkan, perusahaan membutuhkan calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga mampu bekerja sama, disiplin, serta siap menghadapi tantangan di lingkungan kerja.
Membuka Ruang Pertemuan Kampus, Industri, dan Alumni
Pelaksanaan Campus Hiring yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi ruang pertemuan antara kebutuhan industri dan potensi sumber daya manusia yang tersedia. Sebanyak 738 pelamar yang telah mendaftar berasal dari kalangan alumni UMI dan masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, UMI memperkuat perannya dalam membuka akses bagi alumni dan masyarakat untuk menjangkau peluang kerja, sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara perguruan tinggi dan dunia industri. Perluasan kerja sama melalui program magang dan KKN juga menjadi langkah untuk menghadirkan hubungan yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, kemitraan kampus dan industri tidak hanya berorientasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mahasiswa dan peningkatan kesiapan sumber daya manusia menghadapi kebutuhan dunia kerja. (Humas UMI)























































































































