UMI dan Badan Bahasa Kemendikdasmen Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Literasi, Internasionalisasi Bahasa Indonesia, dan SDM Unggul
Makassar, 28 Juli 2026 – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas jejaring strategis nasional sebagai bagian dari upaya mewujudkan World Class Islamic University. Kali ini, UMI bersama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kemitraan melalui rapat koordinasi yang membahas evaluasi sekaligus pengembangan program kerja sama di bidang kebahasaan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pertemuan yang berlangsung secara daring ini merupakan tindak lanjut pembahasan kerja sama yang difasilitasi Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Selain mengevaluasi capaian kolaborasi selama tiga tahun terakhir, rapat juga membahas perluasan ruang lingkup kerja sama agar semakin adaptif terhadap kebutuhan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional.
Rapat dihadiri Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Ganjar Harimansyah beserta Tim Kerja Sama Badan Bahasa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum bersama jajaran. Delegasi UMI dipimpin Wakil Rektor V Bidang Promosi dan Kerja Sama, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., didampingi Dekan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan, Dr. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., jajaran wakil dekan, serta tim Humas, Protokoler, dan Kerja Sama UMI.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menegaskan penguatan kerja sama dengan Badan Bahasa merupakan bagian dari strategi besar UMI dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi, bahasa, dan komunikasi sebagai fondasi daya saing global.
"Bahasa merupakan instrumen utama pengembangan ilmu pengetahuan, diplomasi, dan peradaban," kata Rekrie.
Karena itu, lanjutnya, kemitraan dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki nilai strategis bagi UMI dalam melahirkan lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
"Kami berharap kerja sama ini tidak hanya menghasilkan berbagai program akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan budaya literasi dan pengembangan Bahasa Indonesia di tingkat global," ujar Prof. Hambali Thalib.
Menurut Rektor, sinergi antara perguruan tinggi dan Badan Bahasa juga merupakan implementasi Catur Dharma UMI, terutama dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan dakwah Islamiyah yang berbasis ilmu pengetahuan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Toha Machsum menyampaikan, kemitraan dengan UMI telah berjalan selama tiga tahun dengan berbagai capaian positif. Misalnya, penyelenggaraan Duta Bahasa, Lokakarya Bulan Bahasa, serta berbagai program pengembangan kebahasaan.
Meski demikian, menurut dia, kolaborasi tersebut perlu diperkuat melalui perencanaan yang lebih sistematis, koordinasi yang berkelanjutan, serta penyusunan agenda tahunan agar setiap program mampu memberikan dampak yang lebih luas.
Wakil Rektor V Bidang Promosi dan Kerja Sama UMI, Ir. Hj. Setyawati Yani menjelaskan, evaluasi merupakan momentum untuk menyusun arah kemitraan yang lebih terukur.
"Evaluasi ini menjadi masukan yang sangat penting bagi kedua institusi. Ke depan, rencana kerja, timeline pelaksanaan, hingga keterkaitannya dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) harus dipetakan secara jelas sehingga setiap program dapat diukur manfaat dan dampaknya."
Ia juga memperkenalkan UMI Connection, sebuah sistem pengelolaan kemitraan yang akan dilengkapi Dashboard Kerja Sama sebagai pusat dokumentasi, monitoring, dan evaluasi seluruh kerja sama UMI.
Menurut dia, dashboard tersebut akan memastikan setiap kolaborasi memiliki target yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kompetensi mahasiswa, dan pencapaian visi World Class Islamic University.
Dalam sesi teknis, kedua belah pihak membahas penyempurnaan Memorandum of Understanding (MoU) antara UMI dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara UMI dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan.
Ruang lingkup kerja sama diperluas meliputi penguatan literasi bahasa dan sastra, pengembangan Sentra Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), Smart Language Learning Center (SLLC), program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pelestarian bahasa daerah, hingga penginternasionalan Bahasa Indonesia melalui berbagai program kolaboratif.
Melalui penguatan kemitraan ini, UMI menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi strategis dengan kementerian dan lembaga negara dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan budaya literasi, serta internasionalisasi Bahasa Indonesia. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi UMI sebagai perguruan tinggi yang aktif menghadirkan inovasi dan kemitraan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. ($)























































































































