UMI Raih Lima Penghargaan Abdidaya Ormawa 2026, Tiga Terbaik I dan Masuk 12 Besar Nasional
Menjadi tuan rumah sekaligus meraih prestasi, Universitas Muslim Indonesia menutup Abdidaya Ormawa 2026 dengan rasa syukur. Lima penghargaan menjadi apresiasi atas kerja bersama mahasiswa, dosen pendamping, dan seluruh unsur kampus dalam mengembangkan pengabdian kepada masyarakat.
Makassar, umi.ac.id — Kebahagiaan menyelimuti keluarga besar Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Di tengah kepercayaan menjadi tuan rumah Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026, UMI memperoleh kabar menggembirakan dengan meraih lima penghargaan nasional, terdiri atas tiga Terbaik I dan dua Terbaik II.
Berdasarkan rekapitulasi jumlah penghargaan dalam keputusan dewan juri, UMI menempati urutan ke-12 dari 60 perguruan tinggi peserta.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UMI. Bukan semata karena jumlah penghargaan yang diraih, melainkan karena apresiasi tersebut mencakup berbagai unsur penting dalam pengembangan kemahasiswaan, mulai dari kreativitas organisasi, inovasi pemberdayaan desa, pendampingan dosen, hingga dukungan kelembagaan.
Bagi UMI, prestasi ini merupakan hasil kerja bersama yang patut disyukuri, sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari dan ditingkatkan.
Tiga Penghargaan Terbaik I, Apresiasi bagi Kreativitas dan Pengabdian
Penghargaan Terbaik I kategori Ormawa dengan Branding Terkuat diraih UKM Pusat Pengembangan Riset Mahasiswa (PERISAI) UMI.
Pengakuan tersebut menjadi apresiasi atas upaya organisasi mahasiswa membangun identitas, memperkenalkan kegiatan, dan mengembangkan komunikasi yang kuat dalam mendukung program kemahasiswaan.
Kebanggaan berikutnya datang dari program Pemberdayaan Desa Hutan Pinus Berbasis Ecoforestry di Bonto Manurung, yang memperoleh Terbaik I kategori Stand Expo Terfavorit.
Melalui program tersebut, mahasiswa mengangkat potensi hutan pinus sebagai sumber daya lokal yang dapat dikembangkan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, penghargaan Terbaik I kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik diraih ST Hajrah Mansyur.
Penghargaan ini memiliki makna penting karena keberhasilan pengabdian mahasiswa tidak cukup hanya dilihat dari kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari upaya menjaga agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.
Ketiga penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja mahasiswa dan dosen yang saling mendukung dalam mengembangkan program pemberdayaan.
Dua Penghargaan Terbaik II, Buah Kerja Bersama Seluruh Unsur Kampus
UMI juga memperoleh Terbaik II kategori Perguruan Tinggi dengan Dukungan Paling Komprehensif.
Penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap dukungan kelembagaan UMI dalam pembinaan organisasi kemahasiswaan dan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Dukungan tersebut melibatkan berbagai unsur kampus yang bekerja bersama, mulai dari mahasiswa, dosen pendamping, pengelola kemahasiswaan, hingga pimpinan universitas.
Prestasi kelima dipersembahkan UKM Kewirausahaan UMI, yang meraih Terbaik II kategori Tim dengan Luaran Paling Komprehensif.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas hasil program pemberdayaan yang dikembangkan tim mahasiswa sesuai dengan kriteria penilaian Abdidaya Ormawa 2026.
Dengan demikian, lima penghargaan yang diraih UMI tidak hanya mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam berinovasi, tetapi juga pentingnya pendampingan dosen, kerja sama dengan masyarakat, dan dukungan kampus yang berkesinambungan.
Menjadi Tuan Rumah, Belajar dari Seluruh Indonesia
Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang membawa pengalaman dan inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Sebagai tuan rumah, UMI memperoleh kesempatan berharga untuk menyambut para peserta, mempertemukan berbagai gagasan, dan belajar dari praktik baik yang dikembangkan perguruan tinggi lain.
Bagi keluarga besar UMI, kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah merupakan kehormatan sekaligus pengalaman yang memperkaya wawasan dan memperluas persaudaraan antarkampus.
Karena itu, lima penghargaan yang diperoleh tidak mengurangi penghargaan UMI terhadap karya dan prestasi perguruan tinggi lainnya.
Setiap kampus hadir membawa keunggulan, pengalaman, dan kontribusi yang layak diapresiasi.
Dalam pengabdian kepada masyarakat, keberhasilan satu perguruan tinggi dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lainnya.
Semangat saling belajar inilah yang diharapkan terus tumbuh setelah seluruh rangkaian Abdidaya Ormawa 2026 berakhir.
Prestasi yang Disyukuri, Amanah yang Harus Dilanjutkan
Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, prestasi mahasiswa merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter dan kepedulian sosial.
Semangat tersebut sejalan dengan Catur Dharma UMI, sebagaimana dirumuskan dalam Statuta UMI Tahun 2024, Pasal 1 angka 4, yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Lima penghargaan Abdidaya Ormawa 2026 menjadi dorongan bagi UMI untuk terus memperbaiki pembinaan organisasi kemahasiswaan, meningkatkan kualitas pendampingan, dan memperluas kerja sama pemberdayaan masyarakat.
Penghargaan yang diterima hari ini tentu membanggakan. Namun, manfaat yang terus dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir merupakan tujuan yang jauh lebih penting.
BACA JUGA:
125 Mahasiswa Profesi Ners dan Kedokteran Gigi Umi Ikuti Pencerahan Qalbu di Pesantren Darul Mukhlishin Padanglampe
Abdidaya Ormawa 2026 di UMI Dorong Gerakan “Mahasiswa Pulang, Program Tetap Berjalan
UMI bersyukur atas lima penghargaan yang diraih, berterima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dan mendukung, serta tetap menyadari bahwa perjalanan untuk menjadi lebih baik masih panjang.
Dari Makassar, UMI menutup Abdidaya Ormawa 2026 dengan rasa syukur, persahabatan, dan semangat untuk terus belajar.
Sebab, prestasi terbaik bukan hanya yang membuat nama kampus dikenal, tetapi juga yang membuat kehadirannya dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat.























































































































