Dari Berbagai Negara, Satu Kampus, Mimpi yang Sama - Osama Heyder Mohammed Abdulrahman: Mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer UMI asal Sudan, Menekuni Teknologi dengan Bekal Multibahasa
MAKASSAR, umi.ac.id — Osama Heyder Mohammed Abdulrahman membawa kemampuan multibahasa dan ketertarikan pada teknologi ketika memulai pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Mahasiswa asal Omdurman, Sudan, ini kini menjalani semester pertama Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) UMI, Makassar.
Osama menguasai bahasa Arab dengan fasih dan bahasa Inggris pada tingkat C1 atau tingkat lanjut. Ia juga memiliki minat pada perjalanan dan fotografi, yang melengkapi pengalamannya dalam mengenal lingkungan serta sudut pandang baru. Di UMI, bekal tersebut bertemu dengan kesempatan untuk mempelajari informatika dan menjalani kehidupan akademik di Indonesia.
Bahasa sebagai Bekal Belajar dan Berkolaborasi
Penguasaan bahasa menjadi salah satu modal Osama dalam membangun komunikasi. Dalam kegiatan akademik, kemampuan tersebut membuka kesempatan untuk mengakses sumber pengetahuan, memahami gagasan, dan berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang. Osama juga memiliki kemampuan komunikasi, kerja tim, dan berpikir kritis. Perkuliahan menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan tersebut melalui pembelajaran, diskusi, dan kerja bersama.
Sebagai mahasiswa internasional, ia kini mengenal lingkungan kampus dan kehidupan masyarakat di Makassar. Proses tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang berjalan beriringan dengan kegiatan akademik: memahami kebiasaan setempat, membangun hubungan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Kemampuan bahasa menjadi bekal awal dalam perjalanan itu. Interaksi sehari-hari memberinya kesempatan untuk terus memperluas pemahaman tentang orang lain dan lingkungan tempatnya belajar.
Teknik Informatika dan Rasa Ingin Tahu
Melalui Program Studi Teknik Informatika, Osama memulai proses membangun pengetahuan dalam bidang teknologi yang ingin ditekuninya. Perjalanan akademiknya masih berada pada tahap awal. Ia memiliki kesempatan untuk memperkuat dasar keilmuan, mengenali kemampuan diri, serta menjelajahi bidang yang ingin dikembangkan lebih jauh.
Di luar perkuliahan, perjalanan dan fotografi menjadi bagian dari minat pribadinya. Menjelajahi tempat memberi kesempatan mengenal suasana dan kebiasaan berbeda, sementara fotografi menjadi cara untuk merekam pengalaman melalui gambar. Ketertarikan tersebut melengkapi kehidupan akademiknya. Pengalaman belajar tumbuh melalui materi perkuliahan maupun pengamatan dan perjumpaan dalam kehidupan sehari-hari.
Memulai Babak Baru di Makassar
Kisah Osama memberi wajah personal pada internasionalisasi kampus. Seorang mahasiswa dari Sudan membawa latar bahasa dan pengalamannya, kemudian menjadi bagian dari komunitas akademik UMI di Makassar. Kehadirannya membuka ruang bagi sesama mahasiswa untuk saling mengenal, bertukar perspektif, dan membangun hubungan lintas budaya. Pengalaman yang berbeda dapat menjadi sumber pembelajaran bersama.
Bagi calon mahasiswa internasional, perjalanan Osama memperkenalkan UMI melalui pengalaman seseorang yang kini menempuh pendidikan di dalamnya. Makassar menjadi tempat untuk melanjutkan studi sekaligus mengenal kehidupan dalam lingkungan budaya baru. Pilihan Osama menekuni informatika juga berada dalam konteks pengembangan UMI menuju Smart Islamic AI-Driven University. Arah tersebut menghubungkan pengembangan ilmu dan teknologi dengan nilai-nilai Islam serta tanggung jawab dalam penggunaannya.
Perjalanannya baru dimulai. Dengan bekal bahasa, komunikasi, dan rasa ingin tahu, Osama sedang membangun dasar pengetahuan serta pengalaman yang akan menyertai langkah pendidikannya berikutnya.
DARI DUNIA UNTUK UMI, LALU KEMBALI MENDUNIA. (Bersambung)























































































































