TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni Profesional Tuesday, 22 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Andi Tenri Pada: Dari Teknik Kimia UMI, Kini Menjadi Penguji K3 Ahli Pertama di Balai K3 Makassar

Anisa Safitri 566 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Andi Tenri Pada: Dari Teknik Kimia UMI, Kini Menjadi Penguji K3 Ahli Pertama di Balai K3 Makassar

Berangkat dari pendidikan Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andi Tenri Pada mengembangkan kompetensinya pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sejak 2015 ia berada di lingkungan Balai K3 Makassar, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, dan kini menjalankan tugas sebagai Penguji K3 Ahli Pertama, termasuk dalam pengujian lingkungan kerja serta penguatan kapasitas K3 di berbagai wilayah Indonesia.

MAKASSAR, umi.ac.id — Keselamatan kerja sering baru menjadi perhatian ketika terjadi kecelakaan. Padahal pekerjaan K3 justru dimulai jauh sebelum kecelakaan terjadi. Risiko harus dikenali, lingkungan kerja harus diperiksa, paparan harus diukur, pekerja harus memahami bahaya, prosedur harus dipatuhi. Dan potensi kecelakaan harus dikendalikan sebelum berubah menjadi kejadian.

Di ruang pencegahan itulah Andi Tenri Pada menjalankan profesinya. Alumnus Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia ini kini bekerja sebagai Penguji K3 Ahli Pertama di Balai K3 Makassar, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Pekerjaannya membawa ilmu teknik bertemu dengan sesuatu yang sangat mendasar: memastikan manusia dapat bekerja dalam kondisi yang lebih aman dan sehat.

Dari Teknik Kimia menuju Balai K3 Makassar

Perjalanan pendidikan Andi dibangun secara bertahap. Sebelum menempuh pendidikan di UMI, ia menyelesaikan Diploma Tiga Teknik Kimia di Politeknik Negeri Ujung Pandang pada 2003–2007. Pendidikan tersebut kemudian dilanjutkan pada jenjang Sarjana Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia pada 2017–2019.

Ia tidak berhenti. Pada 2020–2023, Andi kembali memilih UMI untuk menempuh pendidikan Magister Teknik Kimia. Artinya, hubungan akademiknya dengan Teknik Kimia UMI berlangsung dalam dua jenjang sekaligus: sarjana dan magister.

Kini, perjalanan belajarnya berkembang ke bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Hasanuddin. Pilihan tersebut memperlihatkan perluasan perspektif — dari proses, ke keselamatan manusia, kemudian lingkungan.

Bekerja agar Kecelakaan Tidak Terjadi

Ada karakter yang menarik dari pekerjaan keselamatan dan kesehatan kerja. Keberhasilannya sering justru ditandai oleh sesuatu yang tidak terjadi — kecelakaan yang berhasil dicegah, paparan berbahaya yang berhasil dikendalikan, risiko yang ditemukan sebelum menimbulkan korban, penyakit akibat kerja yang dapat diminimalkan, dan pekerja yang pulang dengan selamat.

Karena itu, pekerjaan K3 tidak selalu terlihat. Tetapi dampaknya sangat nyata. Dalam K3, keberhasilan terbesar kadang bukan sesuatu yang terjadi, melainkan sesuatu yang berhasil dicegah.

Menjadi Penguji K3 di Balai K3 Makassar

Sejak 2015, Andi berada dalam lingkungan kerja yang berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja. Kini ia menjalankan tugas sebagai Penguji K3 Ahli Pertama di Balai K3 Makassar. Pekerjaannya antara lain bersentuhan dengan pengujian lingkungan kerja dan lingkungan sekitar, khususnya dalam cakupan pelayanan wilayah Indonesia Timur.

Dalam pekerjaan seperti ini, angka memiliki arti yang berbeda. Hasil pengukuran bukan sekadar angka dalam laporan. Di baliknya ada kondisi tempat kerja, ada pekerja, ada kesehatan, ada risiko. Dan ada keputusan mengenai tindakan pengendalian yang harus dilakukan.

Di sinilah ilmu teknik menemukan salah satu bentuk pengabdiannya: mengukur risiko agar manusia tidak harus membayarnya dengan keselamatan.

Dari Laboratorium menuju Tempat Kerja

Teknik Kimia memberikan fondasi yang relevan terhadap pekerjaan tersebut. Seorang sarjana Teknik Kimia terbiasa berhadapan dengan proses — bahan kimia, temperatur, tekanan, gas, partikulat, energi, peralatan, dan berbagai variabel yang dalam kondisi tertentu dapat menjadi sumber bahaya.

Namun di dunia K3, pertanyaannya berkembang. Bukan hanya: "Bagaimana proses ini bekerja?" Tetapi juga: "Apa yang dapat terjadi kepada manusia yang bekerja di sekitarnya?" Perubahan pertanyaan itulah yang membawa ilmu teknik semakin dekat kepada perlindungan manusia.

Mengajar Orang agar Mampu Melindungi Dirinya

Tugas Andi tidak berhenti pada pengujian. Ia juga memberikan pelatihan K3 Dasar. Pesertanya beragam, termasuk paramedis dan dokter dari berbagai wilayah Indonesia.

Di sini muncul sisi lain dari pekerjaan K3. Alat dapat mengukur risiko. Tetapi manusia harus memahami hasilnya. Peraturan dapat dibuat. Tetapi pekerja harus mengetahui bagaimana menerapkannya.

Karena itu, kemampuan menyampaikan pengetahuan menjadi penting. Keselamatan tidak cukup diketahui oleh petugas K3. Keselamatan harus dipahami oleh orang yang menghadapi risikonya.

Higiene Industri: Membaca Bahaya yang Tidak Selalu Terlihat

Andi juga memiliki sertifikasi Ahli Higiene Industri Muda dari BNSP. Higiene industri memiliki posisi penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja karena tidak semua bahaya dapat dilihat dengan mata. Ada kebisingan, debu, gas, uap kimia, temperatur, getaran, paparan biologis, dan berbagai faktor lingkungan kerja lainnya. Sebagian dampaknya bahkan tidak muncul seketika.

Karena itu, pekerjaan higiene industri membutuhkan kemampuan untuk mengenali, mengevaluasi, dan membantu mengendalikan faktor risiko. Bahaya yang tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Di sinilah pengujian memperoleh maknanya.

Dari Makassar menuju Penguatan Kompetensi Internasional

Perjalanan pengembangan kompetensi Andi juga bergerak ke tingkat internasional. Pada 2026, ia mengikuti ODA Invitational Training Program dari Korea Occupational Safety and Health Agency. Program tersebut berfokus pada penguatan kebijakan K3 bagi UMKM serta peningkatan kapasitas implementasinya.

Pengalaman ini penting karena persoalan K3 tidak hanya berada pada perusahaan besar. UMKM dan tempat kerja berskala kecil juga memiliki risiko. Perbedaannya, kemampuan mengenali dan mengendalikan risiko sering tidak sebesar perusahaan yang memiliki sumber daya lebih lengkap.

Karena itu, salah satu tantangan K3 adalah: bagaimana membuat keselamatan dapat diterapkan bukan hanya oleh industri besar, tetapi juga oleh tempat kerja yang sumber dayanya terbatas.

Ketika K3 Bertemu Lingkungan

Perjalanan Andi kemudian berkembang ke bidang lingkungan. Saat ini ia juga menempuh pendidikan Ilmu Lingkungan di Universitas Hasanuddin. Ada hubungan yang kuat antara kedua bidang tersebut.

K3 bertanya: bagaimana proses kerja memengaruhi pekerja? Ilmu lingkungan memperluas pertanyaannya: bagaimana aktivitas manusia dan industri memengaruhi lingkungan di sekitarnya?

Pekerja berada dalam lingkungan. Industri berada dalam ekosistem. Karena itu, kesehatan manusia dan kesehatan lingkungan semakin sulit dipisahkan. Dari sinilah perjalanan Andi bergerak: Teknik Kimia → K3 → Higiene Industri → Lingkungan.

Ketika Orang Teknik Belajar Berkomunikasi

Ada satu sisi lain yang membuat perjalanan Andi menarik. Ia tidak hanya berhadapan dengan angka dan instrumen pengujian. Sejak 2006, ia juga aktif menulis sebagai blogger melalui ndypada.com dengan berbagai tema kehidupan, parenting, dan perjalanan. Kemampuan komunikasinya kemudian diperkuat melalui sertifikasi Professional MC & Public Speaking pada 2025.

Sekilas, public speaking mungkin terlihat jauh dari Teknik Kimia dan K3. Padahal dalam keselamatan kerja, kemampuan berkomunikasi sangat penting. Sebab risiko yang ditemukan harus dijelaskan. Rekomendasi harus dipahami. Pelatihan harus menarik. Dan pesan keselamatan harus mampu mengubah perilaku. Data dapat menunjukkan adanya risiko. Komunikasi membuat orang memahami mengapa risiko itu harus dikendalikan.

Ketika Keselamatan Menjadi Budaya

Pada akhirnya, tantangan terbesar K3 bukan hanya menyediakan alat pelindung diri. Bukan hanya memasang tanda peringatan. Bukan pula sekadar memenuhi dokumen. Tantangannya adalah membangun kebiasaan. Pekerja mengenali bahaya. Pimpinan memberi perhatian. Prosedur dijalankan. Kondisi kerja diperiksa. Temuan diperbaiki. Dan keselamatan menjadi bagian dari cara organisasi bekerja. Di titik itulah K3 bergerak dari aturan menuju budaya. Keselamatan yang hanya tertulis menjadi prosedur. Keselamatan yang dilakukan setiap hari menjadi budaya.

Pengabdian yang Mendapat Pengakuan

Konsistensi Andi dalam menjalankan pekerjaannya juga memperoleh pengakuan. Ia tercatat mendapatkan penghargaan ASN Teladan pada 2020, 2021, dan 2025. Namun penghargaan hanyalah salah satu bagian dari perjalanan. Ukuran terpenting dalam bidang K3 tetap berada pada pekerjaan sehari-hari: apakah risiko berhasil dikenali? Apakah rekomendasi diterapkan? Apakah pekerja semakin memahami keselamatan? Dan apakah lingkungan kerja menjadi lebih aman dan sehat?

Karena di bidang ini, dampak sesungguhnya sering tidak masuk ke panggung penghargaan. Ia terlihat ketika seseorang dapat bekerja dan kembali kepada keluarganya dengan selamat.

UMI dalam Perjalanan Andi Tenri Pada

Universitas Muslim Indonesia memiliki posisi penting dalam perjalanan akademik Andi. Di Teknik Kimia UMI, ia menyelesaikan pendidikan sarjana. Kemudian kembali untuk menempuh pendidikan magister pada bidang yang sama.

Ilmu tersebut dibawa ke Balai K3 Makassar. Di sana, pengetahuan teknik tidak hanya digunakan untuk memahami proses. Ia digunakan untuk membaca risiko, melakukan pengujian, memberikan pelatihan, mendukung perlindungan pekerja, dan memperkuat budaya keselamatan. Perjalanannya menunjukkan bahwa seorang alumnus Teknik Kimia tidak hanya dapat bekerja untuk menghasilkan produk. Ia juga dapat bekerja untuk melindungi manusia yang menghasilkan produk tersebut.

Dari Teknik Kimia UMI menuju Balai K3 Makassar

Jika perjalanan Andi diringkas, jalurnya terlihat semakin jelas: Teknik Kimia → Teknik Kimia UMI → Balai K3 Makassar → Pengujian K3 → Higiene Industri → Pelatihan → Lingkungan → Penguatan Kompetensi Internasional. Benang merahnya adalah: pencegahan. Mengenali sebelum terjadi. Mengukur sebelum berdampak. Mengendalikan sebelum menimbulkan korban. Dan mengedukasi sebelum kesalahan menjadi kebiasaan. Inilah yang dapat disebut: "Ilmu Pencegahan." Sebab dalam keselamatan kerja, pengetahuan memperoleh nilai tertingginya ketika digunakan sebelum sesuatu yang buruk terjadi.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Andi Tenri Pada membawa pendidikan Teknik Kimia UMI ke ruang pengabdian yang sangat dekat dengan kehidupan para pekerja. Hari ini, ia menjalankan tugas sebagai Penguji K3 Ahli Pertama di Balai K3 Makassar, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. Ia melakukan pengujian, memberikan pelatihan, mengembangkan kompetensi higiene industri, memperluas pengetahuan ke bidang lingkungan. Dan terus belajar bagaimana risiko di tempat kerja dapat dikenali serta dikendalikan.

Pekerjaan seperti ini mungkin tidak selalu terlihat. Tetapi ketika dilakukan dengan baik, hasilnya dirasakan oleh banyak orang. Pekerja dapat bekerja lebih aman. Risiko dapat diketahui lebih awal. Lingkungan kerja dapat diperbaiki. Dan kecelakaan dapat dicegah. Sebab pada akhirnya: keselamatan bukan tentang apa yang kita lakukan setelah kecelakaan terjadi. Keselamatan adalah apa yang kita lakukan agar kecelakaan tidak perlu terjadi.

Dari Teknik Kimia UMI. Menuju Balai K3 Makassar. Dari memahami proses. Menuju memahami risiko. Dari pengujian. Menuju pencegahan. Mengukur risiko, melindungi manusia. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Bank CIMB Niaga Syariah
Rakyat Sulsel
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Marinduque State University
University Of Michigan - Ann Arbo
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Sorowako
Universitas Islam Bandung
Universitas Ibnu Sina
National University of Singapore
Perbanas Institute
Bank Syariah Nasional
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Kabupaten Gowa
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Ruijie Networks Co., Ltd.
Bank Muamalat
Universitas Hasanuddin
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Mega Syariah
PT Kogas Driyap Konsultan
Griffith University
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
AMDA International
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Islam Sumatera Utara
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Binaskil Academy Malaysia
Badan Riset dan Inovasi Nasional
ITBM Malaysia
Hiroshima University
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Fakfak
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Malaysia Terengganu
Detik.com
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kota Ternate
Kementerian Hukum RI
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Politeknik Keuangan Negara STAN
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Bank CIMB Niaga Syariah
Rakyat Sulsel
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Marinduque State University
University Of Michigan - Ann Arbo
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Sorowako
Universitas Islam Bandung
Universitas Ibnu Sina
National University of Singapore
Perbanas Institute
Bank Syariah Nasional
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Kabupaten Gowa
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Ruijie Networks Co., Ltd.
Bank Muamalat
Universitas Hasanuddin
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Mega Syariah
PT Kogas Driyap Konsultan
Griffith University
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
AMDA International
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Islam Sumatera Utara
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Binaskil Academy Malaysia
Badan Riset dan Inovasi Nasional
ITBM Malaysia
Hiroshima University
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Fakfak
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Malaysia Terengganu
Detik.com
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kota Ternate
Kementerian Hukum RI
Universitas Muhammadiyah Jakarta
PT Putra Mekongga Sejahtera
Sanjivani University
Tribun Timur
Pemerintah Kabupaten Pinrang
PT Zahir Internasional
Universitas Islam Riau
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Online Scholarship Competition (OSC)
Politeknik Cendana
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Balikpapan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Mega Buana
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Kota Makassar
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Kebangsaan Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Erzurum Technical University
Politeknik Dewantara
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Institut Leimena
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Nas Media Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Negara Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Andi Djemma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Politeknik Palopo
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Alkhairaat Palu
Bank Mandiri
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Pemerintah Kabupaten Bombana
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Istanbul Sabahattin Zaim University
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Jasa Raharja
PT Putra Mekongga Sejahtera
Sanjivani University
Tribun Timur
Pemerintah Kabupaten Pinrang
PT Zahir Internasional
Universitas Islam Riau
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Online Scholarship Competition (OSC)
Politeknik Cendana
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Balikpapan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Mega Buana
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Kota Makassar
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Kebangsaan Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Erzurum Technical University
Politeknik Dewantara
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Institut Leimena
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Nas Media Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Sulselbar
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Negara Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Bank Syariah Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Andi Djemma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Politeknik Palopo
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Alkhairaat Palu
Bank Mandiri
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar Syariah
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Pemerintah Kabupaten Bombana
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Istanbul Sabahattin Zaim University
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Jasa Raharja