Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Rabbil Al Badri, Alumni Teknik Pertambangan dan Profesi Insinyur FTI UMI, Kini General Manager PT Ecological Mine Solution
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengalaman memetakan geologi, mengendalikan kualitas bijih, dan mengawasi produksi tambang menjadi bekal Muhammad Rabbil Al Badri dalam memimpin perusahaan konsultansi pertambangan dan lingkungan. Sejak April 2025, ia menjabat sebagai General Manager PT Ecological Mine Solution (Ecmins).
Alumni Program Studi Teknik Pertambangan dan Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) ini mengembangkan karier melalui berbagai penugasan di pertambangan nikel dan batu bara. Tanggung jawabnya bertumbuh dari pekerjaan geologi lapangan menuju pengelolaan operasi, kepemimpinan proyek, hingga layanan konsultansi.
Dari Geologi Lapangan hingga Kepemimpinan Proyek
Rabbil menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Pertambangan di UMI pada 2015 dengan IPK 3,53. Pada Desember tahun yang sama, ia memulai karier sebagai Geologist di area tambang nikel PT Dewa Ruci Mandiri bersama PT Dwimitra Multiguna Sejahtera di Lasolo, Konawe Utara.
Pekerjaannya mencakup pemetaan geologi, pengendalian kadar bijih, serta pengawasan pengeboran dan pengambilan sampel. Ia juga mengawasi batas antara bijih dan material buangan untuk mengurangi kehilangan bijih serta pencampuran material yang dapat menurunkan kualitas produksi.
Pada Agustus 2017, Rabbil mendapat tanggung jawab sebagai Senior Mine Geologist sekaligus Production Supervisor pada proyek tambang nikel di Lelilef, Halmahera Tengah. Ia mengawasi kegiatan geologi dan produksi harian, memantau pencapaian target, serta mencocokkan data model geologi dengan hasil penambangan dan material yang dipasok ke pabrik.
Pengalamannya meluas ke pertambangan batu bara di Kalimantan Tengah pada 2019. Sebagai Senior Mine Geologist, ia menangani pengendalian kualitas batu bara, pemetaan lapisan, pengawasan pengeboran, pengambilan sampel, dan pengelolaan data geologi.
Pada Oktober 2019, Rabbil dipercaya menjadi Site Manager sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) di PT Pernick Sultra, Konawe Utara. Penugasan ini membawanya pada tanggung jawab pengelolaan operasi yang lebih luas, mencakup produksi, rekayasa teknik, geologi, keselamatan kerja, dan lingkungan. Dalam menjalankan tugas tersebut, ia mengawal kesesuaian kegiatan dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB), penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik, serta pemenuhan ketentuan keselamatan dan lingkungan.
Pada 2021, ia menjabat Project Manager pada proyek kontraktor pertambangan nikel di Morowali Utara. Ia menangani perencanaan pekerjaan, jadwal, anggaran, koordinasi tim, pengendalian biaya, dan pemantauan kemajuan proyek.
Pada Januari 2022, Rabbil mengemban tugas sebagai Mining Operation Manager di perusahaan pertambangan nikel di Kolaka Utara. Tanggung jawabnya meliputi pengelolaan produksi, perencanaan tambang, pengawasan peralatan, serta koordinasi fungsi geologi, pemeliharaan, dan keselamatan kerja.
Ia kemudian kembali menjalankan peran sebagai Site Manager dan KTT di PT Apollo Nickel Indonesia, Konawe Utara, pada Mei 2022 hingga September 2023. Kariernya berlanjut sebagai Project Manager di PT Zafiz Angkasa Mineral pada Oktober 2023 hingga Agustus 2024, lalu Site Operation Manager di PT Zetian Energi Indonesia pada September 2024 hingga Maret 2025.
Memimpin Konsultansi Pertambangan dan Lingkungan
Kini, sebagai General Manager Ecmins, Rabbil mengelola operasional perusahaan, menyusun strategi bisnis, dan mengawasi pelaksanaan proyek konsultansi. Ia memimpin tim yang terdiri atas geolog, insinyur pertambangan, tenaga ahli lingkungan, serta analis sistem informasi geografis atau GIS.
Lingkup pekerjaannya mencakup pengawasan penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL), studi kelayakan, laporan eksplorasi, dan dokumen RKAB. Ia juga mengawasi kajian teknis serta uji tuntas untuk menilai kondisi dan kebutuhan suatu kegiatan pertambangan.
Pengalaman menangani operasi tambang memberinya pemahaman tentang hubungan antara dokumen perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Dalam layanan konsultansi, pemahaman tersebut menjadi bekal untuk menelaah kebutuhan teknis, kendala operasional, serta kewajiban lingkungan yang harus dipenuhi klien.
Terus Belajar dan Berorganisasi
Di tengah perjalanan profesionalnya, Rabbil terus melanjutkan pendidikan. Ia tercatat menempuh pendidikan Magister Teknik di Universitas Halu Oleo sejak 2024 dan mengikuti Program Profesi Insinyur di UMI pada 2025–2026.
Pengembangan kompetensinya juga mencakup pelatihan Pengawas Operasional Pratama, Madya, dan Utama, bimbingan teknis pertambangan mineral dan batu bara, serta lokakarya penerapan KCMI Code dan Competent Person Indonesia. Ia turut aktif dalam PERHAPI Pengurus Daerah Sulawesi Tenggara dan Ikatan Alumni Teknik Pertambangan UMI.
Dari pekerjaan geologi hingga pengelolaan konsultansi, Rabbil membawa pengalaman yang dibangun sejak lulus dari Teknik Pertambangan UMI. Kini, pengalaman tersebut digunakan untuk memimpin tim yang membantu perusahaan menyiapkan kajian, perencanaan, dan dokumen teknis bagi pelaksanaan kegiatan pertambangan.
DARI TEKNIK PERTAMBANGAN DAN PROGRAM PROFESI INSINYUR FTI UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN KONSULTANSI PERTAMBANGAN DAN LINGKUNGAN. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































