Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Hj. Amalia Fitri Aras: Alumni Fakultas Ekonomi & Bisnis serta Pascasarjana UMI, Kini Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat
Dr. Hj. Amalia Fitri Aras, S.E., M.M. menempuh dua jenjang pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), mulai dari sarjana hingga magister. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga meraih gelar doktor. Kini, alumnus Fakultas Ekonomi UMI tersebut menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat periode 2024–2029, setelah sebelumnya juga pernah memimpin lembaga legislatif tersebut pada periode 2014–2019.
MAKASSAR, umi.ac.id — Pendidikan dan pengabdian publik menjadi dua bagian penting dalam perjalanan Dr. Hj. Amalia Fitri Aras, S.E., M.M. Dari Tobadak, Sulawesi Barat, ia datang ke Makassar untuk menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia. Di kampus ini, Amalia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2006 dan kembali melanjutkan pendidikan magister hingga selesai pada 2009.
Perjalanan akademiknya tidak berhenti di UMI. Amalia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin dan meraih gelar doktor pada 2024. Pendidikan yang ditempuhnya hingga jenjang tertinggi tersebut berjalan beriringan dengan perjalanan pengabdiannya di ruang publik.
Kini, Amalia menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2024–2029. Posisi tersebut juga tercantum pada laman resmi Universitas Muslim Indonesia yang menampilkan Amalia sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat sekaligus alumni UMI.
Dua Jenjang Pendidikan di UMI
Amalia Fitri Aras lahir di Tobadak, 30 Desember 1985. UMI menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan tingginya karena di kampus ini ia menempuh dua jenjang pendidikan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia pada 2006. Setelah itu, Amalia memilih kembali melanjutkan pendidikan magister di UMI dan menyelesaikannya pada 2009.
Pilihan menempuh pendidikan sarjana dan magister di kampus yang sama membuat hubungan Amalia dengan UMI tidak berhenti pada satu fase pendidikan. UMI menjadi bagian dari proses akademik yang dilaluinya sebelum melanjutkan pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin. Pada 2024, perjalanan akademik tersebut mencapai jenjang doktoral setelah Amalia menyelesaikan pendidikan S3 di Universitas Hasanuddin. Dengan demikian, perjalanan pendidikannya berkembang secara bertahap dari sarjana dan magister di UMI hingga pendidikan doktoral di Universitas Hasanuddin.
Dari Pendidikan ke Pengabdian Publik
Perjalanan Amalia kemudian berkembang ke ruang pengabdian publik melalui lembaga legislatif. Salah satu fase penting dalam perjalanan tersebut terjadi ketika ia dipercaya menjadi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2014–2019. Catatan resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengonfirmasi Amalia Fitri sebagai Ketua DPRD Sulbar periode 2014–2019. Pada akhir periode tersebut, ia memimpin rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Sulawesi Barat masa jabatan 2019–2024.
Pengalaman itu menjadi bagian penting dari perjalanan Amalia dalam lembaga legislatif daerah. Sebagai DPRD provinsi, lembaga tersebut menjalankan fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Bagi Amalia, ruang akademik dan ruang publik menjadi dua fase perjalanan yang saling beriringan. Pendidikan membangun fondasi pengetahuan, sedangkan pengabdian publik menghadirkan ruang untuk menjalankan tanggung jawab kelembagaan.
Kembali Memimpin DPRD Sulawesi Barat
Perjalanan Amalia dalam kepemimpinan legislatif kemudian memasuki fase berikutnya pada periode 2024–2029. Ia kembali menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan kemudian dipercaya menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2024–2029. Dengan posisi tersebut, Amalia menjalani periode keduanya sebagai Ketua DPRD Sulawesi Barat setelah sebelumnya memimpin lembaga yang sama pada periode 2014–2019. Catatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendokumentasikan kepemimpinannya pada periode pertama, sementara Universitas Muslim Indonesia saat ini mencantumkan Amalia sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat.
Kembalinya Amalia ke posisi Ketua DPRD berlangsung dalam perjalanan akademik yang juga terus berkembang. Pada tahun yang sama dengan dimulainya periode DPRD 2024–2029, ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Dengan demikian, tahun 2024 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanannya: menyelesaikan pendidikan doktoral sekaligus memasuki periode baru pengabdian di lembaga legislatif Sulawesi Barat.
Memimpin Lembaga Legislatif Provinsi
Sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Amalia berada dalam struktur pimpinan lembaga legislatif tingkat provinsi. Posisi tersebut menempatkannya dalam berbagai agenda kelembagaan DPRD, mulai dari rapat paripurna, pembahasan agenda legislasi dan anggaran, pengawasan, hingga hubungan kelembagaan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sesuai fungsi dan kewenangan DPRD.
Aktivitas kelembagaan pada 2025, misalnya, mencatat Amalia Fitri Aras bersama unsur pimpinan DPRD Sulawesi Barat menerima penyerahan rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dari Gubernur Sulawesi Barat dalam sidang paripurna DPRD Sulbar pada 23 Juli 2025.
Posisi tersebut memperlihatkan ruang pengabdian yang kini dijalankan Amalia. Dari pendidikan ekonomi dan manajemen, perjalanan profesionalnya berkembang hingga berada dalam kepemimpinan lembaga legislatif provinsi.
UMI dalam Perjalanan Amalia Fitri Aras
Hubungan Amalia dengan UMI tetap menjadi bagian dari identitas alumninya. UMI saat ini mencantumkan Dr. Hj. Amalia Fitri Aras, S.E., M.M. sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Alumni FEB UMI. Dalam testimoni yang ditampilkan pada laman resmi universitas, Amalia juga menyampaikan harapannya agar UMI terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki daya saing.
Hubungan tersebut menarik karena UMI bukan hanya tempat Amalia menyelesaikan pendidikan sarjana. Ia kembali memilih UMI untuk pendidikan magisternya sebelum melanjutkan pendidikan doktoral. Dua jenjang pendidikan di UMI menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kemudian membawanya memasuki ruang kepemimpinan publik di Sulawesi Barat.
Dua Jenjang di UMI, Dua Periode Memimpin DPRD Sulbar
Jika perjalanan Amalia dirangkum, terdapat dua fakta yang menjadi pembeda kuat dalam profilnya. Pertama, ia menempuh dua jenjang pendidikan di Universitas Muslim Indonesia, yaitu sarjana dan magister. Kedua, ia menjalani dua periode berbeda sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, yakni periode 2014–2019 dan 2024–2029. Kepemimpinannya pada periode pertama tercatat dalam dokumentasi resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, sedangkan jabatan Ketua DPRD Sulbar yang kini diembannya juga tercantum pada laman resmi UMI.
Dua fakta tersebut membentuk satu perjalanan yang mudah dikenali: pendidikan yang terus berkembang dan pengabdian publik yang berlangsung dalam rentang waktu panjang. Karena itu, profil Amalia dapat dirumuskan melalui satu diksi utama: "Dua Jenjang Pendidikan, Dua Periode Kepemimpinan Legislatif." Diksi tersebut bukan untuk menyamakan pendidikan dengan jabatan, melainkan menggambarkan dua bagian penting dari perjalanan hidupnya yang sama-sama memiliki hubungan dengan proses panjang yang dijalaninya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Hj. Amalia Fitri Aras, S.E., M.M. merupakan alumnus Universitas Muslim Indonesia yang menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi UMI dan melanjutkan pendidikan magister di universitas yang sama. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga meraih gelar doktor di Universitas Hasanuddin pada 2024. Sementara dalam pengabdian publik, Amalia pernah memimpin DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2014–2019 dan kini kembali menjabat Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat periode 2024–2029. Perjalanan tersebut memperlihatkan kesinambungan antara pendidikan dan ruang pengabdian yang terus berkembang. UMI menjadi bagian dari fondasi akademiknya, sedangkan DPRD Sulawesi Barat menjadi salah satu ruang pengabdian publik yang kini dipimpinnya.
Dari Tobadak, Amalia menempuh pendidikan di UMI. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister, ia melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral. Perjalanan itu kemudian berjalan bersama kiprahnya di lembaga legislatif Sulawesi Barat hingga dua periode berbeda dipercaya menjadi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat. "Pendidikan membangun bekal, sedangkan pengabdian memberi ruang bagi ilmu untuk bekerja bagi masyarakat." Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































