Dari Kampus, Menjadi Dampak - dr. Irwandi Muis: Dari Aktivis FK UMI hingga Kini Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, Polewali Mandar
MAKASSAR, umi.ac.id — Perjalanan profesi membawa dr. Irwandi Muis bertugas di berbagai lingkungan: klinik di Makassar, perusahaan pengeboran minyak lepas pantai di Kalimantan, hingga rumah sakit di Papua dan Maluku Utara. Kini, alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (FK UMI) tersebut kembali mengabdi di kampung halamannya sebagai Direktur RSUD Hajjah Andi Depu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Pengalaman sebagai dokter umum, dokter spesialis bedah, dan pengurus organisasi profesi menjadi bagian dari bekalnya dalam memimpin rumah sakit daerah. Tanggung jawabnya berkembang dari pelayanan langsung kepada pasien menuju pengelolaan institusi yang melibatkan tenaga kesehatan, layanan penunjang, dan kebutuhan masyarakat.
BELAJAR KEDOKTERAN DAN BERORGANISASI DI UMI
Lahir di Polewali pada 24 Desember 1980, Irwandi memulai pendidikan di FK UMI pada 2000 dan menyelesaikannya pada 2007. Semasa mahasiswa, ia aktif dalam organisasi di dalam dan di luar kampus. Ia terlibat dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kedokteran pada 2002–2003, kemudian dipercaya sebagai Sekretaris LKMI Cabang Makassar. Pada 2005–2006, ia mengemban tugas sebagai Sekretaris BEM FK UMI.
Kegiatan tersebut memberinya pengalaman berdiskusi, menyusun kegiatan, membagi tanggung jawab, dan bekerja bersama orang lain. Pembelajaran akademik berjalan beriringan dengan kesempatan mengenal persoalan sosial serta mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Pengalaman organisasi itu terus berlanjut setelah ia memasuki dunia profesi.
MENGABDI DI BERBAGAI LINGKUNGAN PELAYANAN
Setelah menyelesaikan pendidikan dokter, Irwandi bekerja di sejumlah klinik di Makassar. Ia kemudian bertugas sebagai dokter pada perusahaan pengeboran minyak lepas pantai di Kalimantan sebelum melanjutkan pengabdian sebagai dokter umum di sebuah rumah sakit swasta di Papua. Perjalanan tersebut mempertemukannya dengan kondisi kerja, kebutuhan pelayanan, dan masyarakat yang berbeda.
Ia kemudian kembali ke daerah asal dan menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara dengan penempatan di puskesmas. Pengalaman pelayanan tingkat pertama menjadi bagian lain dari perjalanan profesionalnya sebelum melanjutkan pendidikan spesialis bedah di Universitas Hasanuddin.
Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis, Irwandi menjalani Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) di Gorontalo. Ia selanjutnya bertugas di RSUD Morotai, Maluku Utara, sebelum kembali ke Polewali Mandar dan mengabdi sebagai dokter spesialis bedah di RSUD Hajjah Andi Depu. Kembali ke kampung halaman memberinya kesempatan membawa pengalaman lintas daerah ke dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat Polewali Mandar.
DARI ORGANISASI PROFESI KE KEPEMIMPINAN RUMAH SAKIT
Irwandi turut mengembangkan pengabdian melalui organisasi. Ia pernah menjadi pengurus KNPI Polewali Mandar pada 2009 dan Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Polewali Mandar periode 2010–2013, kemudian dipercaya memimpin organisasi profesi tersebut. Ia juga terlibat dalam kepengurusan KONI dan Dewan Kehormatan PMI Polewali Mandar.
Di lingkungan rumah sakit, Irwandi dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Direktur RSUD Hajjah Andi Depu sejak Januari 2026, kemudian ditetapkan sebagai direktur definitif pada Juni 2026. Amanah tersebut memperluas tanggung jawabnya pada koordinasi pelayanan, pengelolaan organisasi, dan upaya peningkatan mutu rumah sakit.
Salah satu kegiatan kelembagaan pada masa kepemimpinannya adalah kerja sama dengan Kementerian Agama Polewali Mandar untuk menghadirkan pendampingan kerohanian bagi pasien. Kerja sama pada Juli 2026 tersebut mencakup pendampingan sesuai agama yang dianut pasien.
MELANJUTKAN PENGABDIAN DI KAMPUNG HALAMAN
Bagi Irwandi, tanggung jawab yang dijalankan saat ini terhubung dengan proses panjang sejak mahasiswa: belajar kedokteran, aktif berorganisasi, melayani di berbagai daerah, dan memperdalam kompetensi melalui pendidikan spesialis.
Pendidikan di FK UMI menjadi bagian awal dari perjalanan tersebut. Pengalaman berikutnya memperluas pemahamannya tentang kebutuhan pasien, kerja sama tenaga kesehatan, dan tanggung jawab pelayanan publik. Dari Makassar hingga berbagai wilayah Indonesia, perjalanan itu akhirnya kembali ke Polewali Mandar. Di daerah asalnya, Irwandi melanjutkan pengabdian sebagai dokter sekaligus pemimpin rumah sakit yang melayani masyarakat.
DARI FAKULTAS KEDOKTERAN UMI, MENUJU PENGABDIAN KESEHATAN DAN KEPEMIMPINAN RUMAH SAKIT DAERAH. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































