Dari Kampus, Menjadi Dampak - Umy Asyiatun Khadijah, S.E.: Alumni FEB UMI, dari Aktivisme Kampus hingga Pernah Memimpin DPRD Bulukumba
MAKASSAR, umi.ac.id — Aktivitas organisasi semasa kuliah menjadi salah satu bekal Umy Asyiatun Khadijah, S.E., dalam menjalani pengabdian publik. Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini mengembangkan pengalaman di bidang keuangan, dunia usaha, dan kegiatan sosial sebelum terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bulukumba periode 2024–2029 serta pernah dipercaya memimpin lembaga tersebut.
Perjalanan itu mempertemukan pengetahuan ekonomi dengan pengalaman berorganisasi dan interaksi langsung bersama masyarakat. Di ruang legislatif, bekal tersebut berhadapan dengan tanggung jawab memperjuangkan aspirasi, membahas kebijakan, dan mengawasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Belajar Memimpin sejak Mahasiswa
Umy menempuh pendidikan di FEB UMI pada 2010–2014. Selain mengikuti perkuliahan, ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan kegiatan sosial. Ia terlibat dalam Forum Generasi Muda Alumni Ekonomi (FORGAME) FEB UMI dan dipercaya sebagai Ketua II periode 2012–2013. Organisasi menjadi ruang untuk belajar menyampaikan gagasan, membagi tanggung jawab, membangun jejaring, dan bekerja bersama orang lain.
Diskusi serta keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan turut memperluas perhatiannya terhadap persoalan sosial. Pengalaman tersebut melengkapi pembelajaran akademik dengan kesempatan mengenal kebutuhan masyarakat secara langsung.
Pengalaman Keuangan, Usaha, dan Kegiatan Sosial
Setelah menyelesaikan pendidikan, Umy mengembangkan pengalaman profesional di sejumlah bidang. Pada 2016–2017, ia menjabat Kepala Bagian Keuangan Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (Perusda RPH) Kota Makassar. Ia kemudian bergabung dengan CV Unaha Bakti Persada pada 2017–2021 dan PT Nabilindo Graha Nusantara pada 2021–2023.
Kegiatan profesionalnya berjalan bersama keterlibatan dalam organisasi. Umy tercatat aktif dalam Ikatan Alumni Pondok Pesantren Ummul Mukminin, menjadi Bendahara Umum PRIMA DMI Sulawesi Selatan periode 2018–2023, Wakil Sekretaris Srikandi Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan periode 2018–2023, serta Bendahara Milenial Makassar periode 2020–2022.
Sebelum memasuki politik, ia juga berkegiatan sebagai pengusaha muda dan penggiat sosial bersama organisasi serta komunitas di Makassar. Berbagai pengalaman tersebut memperluas ruang pergaulan dan mempertemukannya dengan kebutuhan masyarakat dari beragam latar belakang.
Membawa Aspirasi ke Ruang Kebijakan
Pada Pemilu 2024, Umy terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ia kemudian mengemban amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba. Pengalaman memimpin lembaga legislatif menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di daerah yang merupakan kampung halamannya tersebut.
Bagi Umy, keterlibatan dalam politik merupakan jalan untuk ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Interaksi dengan warga menjadi bagian dari upayanya memahami kebutuhan, keluhan pelayanan, dan persoalan yang perlu mendapat perhatian. Aspirasi tersebut menjadi masukan untuk diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan dan pembangunan. Perhatiannya juga mencakup pengawasan pelayanan publik serta penggunaan anggaran daerah agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pengalaman di bidang keuangan dan organisasi menjadi bagian dari bekal dalam memahami pilihan kebijakan, kebutuhan pelayanan, serta pentingnya menentukan prioritas pembangunan.
Menjaga Hubungan dengan Almamater
Hubungan Umy dengan UMI terus terjalin setelah menyelesaikan pendidikan. Pada November 2025, ia kembali ke FEB UMI sebagai pembicara dalam rangkaian Diskusi Ilmiah, Coffee Morning, dan Expo. Kehadirannya membuka ruang pertukaran pengalaman antara alumni, dosen, dan mahasiswa. Dalam forum tersebut, ia membahas perkembangan inovasi serta digitalisasi pemerintahan dan menyampaikan kesiapan untuk terus berkolaborasi dengan almamater.
Perjalanan Umy memperlihatkan hubungan antara pendidikan, pengalaman organisasi, pekerjaan profesional, dan pengabdian publik. FEB UMI menjadi salah satu tempat ia membangun pengetahuan sekaligus belajar mengambil peran bersama orang lain.
Dari kampus hingga ruang legislatif, tanggung jawab itu terus berkembang: mendengar kebutuhan masyarakat, memahami persoalan, dan ikut mengupayakan penyelesaiannya.
DARI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UMI, MENUJU PENGABDIAN DAN PERJUANGAN ASPIRASI MASYARAKAT. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































