Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Muthahhir Arif, Lc., M.A.: Alumni Magister dan Doktor Manajemen Pendidikan Islam UMI, Kini Direktur SPIDI Makkah
Makassar, umi.ac.id — Dari pesantren di Maros, pembinaan komunitas Muslim di Amerika Serikat, hingga pengembangan pendidikan di Makkah, Dr. Muthahhir Arif, Lc., M.A., terus memperluas pengabdiannya. Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini kini mengemban amanah sebagai Direktur SPIDI Makkah melalui SPIDI Makkah Leadership Program. Muthahhir menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen Pendidikan Islam di UMI pada 2018, kemudian meraih gelar doktor Manajemen Pendidikan Islam di UMI pada 2021. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Syariah di LIPIA Jakarta.
Pendidikan tersebut melengkapi pengalaman lebih dari 25 tahun dalam pengajaran, kepemimpinan sekolah dan pesantren, pengembangan kurikulum, serta pembinaan guru dan peserta didik. Bidang pengabdiannya mencakup pendidikan Al-Qur'an, Bahasa Arab, studi Islam, pembentukan karakter, dan kepemimpinan.
Berangkat dari Pesantren di Maros
Perjalanan profesional Muthahhir berakar di Pesantren Darul Istiqamah, Maros. Pada 1999–2010, ia dipercaya memimpin pendidikan pada jenjang madrasah tsanawiyah dan madrasah aliyah sekaligus menjalankan amanah sebagai Direktur KMI.
Ia kemudian menjabat Direktur Insan Cendekia Madani School di BSD, Tangerang Selatan, pada 2012–2013. Selanjutnya, pada 2013–2016, ia memimpin Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) di Maros. Pengalamannya juga mencakup kepemimpinan di lingkungan Yayasan Darul Istiqamah dan KTN Darul Istiqamah. Berbagai tanggung jawab tersebut mempertemukannya dengan kebutuhan pengelolaan lembaga, pengembangan tenaga pendidik, serta pendampingan peserta didik. Dalam perjalanan itu, pengelolaan pendidikan menuntut perhatian pada banyak hal sekaligus: kualitas pembelajaran, kesinambungan program, lingkungan pengasuhan, dan pembentukan kebiasaan yang baik.
Pengabdian di Amerika Serikat
Kiprah Muthahhir kemudian berkembang melalui pendidikan dan pembinaan komunitas Muslim di Amerika Serikat. Ia pernah menjalankan tugas sebagai imam dan pemimpin pendidikan di Masjid Istiqlal Houston, Texas, serta memimpin Pesantren Nur Inka Nusantara Madani di Connecticut.
Pengabdian tersebut mempertemukannya dengan masyarakat dari beragam latar budaya. Di lingkungan diaspora, pendidikan Islam berjalan beriringan dengan pendampingan keluarga, pembinaan generasi muda, dan komunikasi dalam masyarakat multikultural.
Pengalaman itu memperluas ruang pengabdiannya sebagai pendidik, imam, khatib, pembicara, dan pembina komunitas. Pendidikan agama perlu disampaikan secara jelas, dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta dapat dipahami oleh generasi yang tumbuh dalam lingkungan sosial berbeda.
Mengembangkan Kepemimpinan dari Makkah
Kini, melalui SPIDI Makkah Leadership Program, Muthahhir mengembangkan pengalaman pendidikan yang menghubungkan pembelajaran di Indonesia dengan lingkungan keilmuan dan kehidupan masyarakat di Makkah, Arab Saudi. Program tersebut memadukan pembelajaran Al-Qur'an, Bahasa Arab, pembinaan karakter, dan pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman tinggal serta belajar di Tanah Suci.
Laman resmi SPIDI memberitakan keberangkatan 35 santri untuk mengikuti program tersebut. Para peserta memperoleh kesempatan belajar dan beribadah sekaligus mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, serta kemampuan menyesuaikan diri dalam lingkungan baru.
Pengalaman tersebut diarahkan agar pembelajaran terus memberi manfaat setelah para santri kembali ke Indonesia. Pengetahuan, kebiasaan baik, dan tanggung jawab yang dikembangkan selama program diharapkan menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Dalam pendekatan pendidikannya, Muthahhir mempertemukan penguatan akademik, nilai-nilai Al-Qur'an, karakter Islami, dan kepemimpinan. Pengalaman mengelola lembaga serta membina komunitas menjadi bekal untuk memahami kebutuhan peserta didik secara lebih menyeluruh.
Alumni Umi dalam Pendidikan Islam Lintas Negara
Perjalanan Muthahhir memperlihatkan luasnya ruang kontribusi alumni Manajemen Pendidikan Islam UMI. Pendidikan magister dan doktor menjadi bagian dari bekal akademiknya dalam menjalankan tanggung jawab pengelolaan pendidikan dan pembinaan masyarakat.
Dari Maros, Connecticut, Houston, hingga Makkah, pengabdiannya berlangsung dalam lingkungan yang berbeda, dengan perhatian yang berkesinambungan pada pembelajaran agama, karakter, dan kepemimpinan.
Kiprah tersebut menjadi bagian dari jejak alumni UMI yang menggunakan pengetahuan dan pengalaman profesionalnya untuk melayani kebutuhan pendidikan masyarakat, di Indonesia maupun di luar negeri.
DARI MAGISTER DAN DOKTOR MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UMI, MENUJU PENGABDIAN PENDIDIKAN ISLAM LINTAS NEGARA. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































