Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Willa Ariela Syafruddin: Alumni FIKOM UMI, Kini Business Analyst Rakuten di Tokyo, Jepang
MAKASSAR, umi.ac.id — Dari ruang kuliah Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muslim Indonesia (FIKOM UMI), perjalanan Dr. Willa Ariela Syafruddin berkembang hingga industri teknologi global di Jepang. Alumni FIKOM UMI angkatan 2009 ini menyelesaikan pendidikan doktor di Kyushu Institute of Technology, kemudian membangun karier sebagai Software Engineer dan Product Manager di Rakuten Symphony. Kini, ia bekerja sebagai Business Analyst di Rakuten, Tokyo, Jepang. Perjalanan Willa menarik bukan hanya karena jaraknya yang jauh dari Makassar ke Tokyo. Yang lebih penting adalah bagaimana pendidikan, riset, dan pengalaman profesionalnya saling terhubung hingga membentuk kompetensi yang dibutuhkan dalam lingkungan teknologi internasional.
Fondasi Itu Dimulai di FIKOM UMI
Willa memulai pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia pada 2009. Ia menempuh pendidikan bidang ilmu komputer dan menyelesaikan jenjang sarjana pada 2013 dengan IPK 3,45. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di UMI pada 2013–2016 dengan bidang Sistem Informasi Manajemen. Bagi Willa, UMI bukan sekadar tempat memperoleh gelar. Kampus menjadi salah satu pintu yang mempertemukannya dengan informasi, dukungan, dan keberanian untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal itu pernah disampaikannya dalam testimoni alumni yang dimuat pada website resmi FIKOM UMI.
"Selama belajar di Fikom saya banyak mendapatkan dukungan dari dosen dan juga dari teman-teman sekitar saya sehingga bisa menjadi seperti sekarang."
Dalam testimoni yang sama, Willa menjelaskan bahwa dukungan tersebut termasuk informasi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri hingga akhirnya bekerja di Jepang pada bidang yang berkaitan dengan apa yang dipelajarinya di FIKOM UMI.
Dari Makassar Menuju Pendidikan Doktor di Jepang
Perjalanan akademik Willa kemudian membawanya ke Kyushu Institute of Technology (Kyutech), Jepang. Ia menempuh program doktor pada bidang Creative Informatics sejak 2017 hingga 2022. Profil resmi Kyutech juga mencatat Willa sebagai mahasiswa Indonesia pada Doctoral Program, Department of Computer Science and Systems Engineering, Graduate School of Computer Science and System Engineering.
Perjalanan menuju Jepang tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam publikasi Kyutech, Willa menceritakan bahwa ketika berada pada semester akhir pendidikan magisternya, salah seorang profesornya yang merupakan alumnus Kyutech merekomendasikan kampus tersebut. Pada Desember 2015, ia memperoleh kesempatan berkunjung ke Kyutech dan diperkenalkan kepada Profesor Mario Köppen, yang kemudian menjadi pembimbingnya.
Di sinilah perjalanan dari UMI menuju ekosistem akademik internasional mulai terbentuk.
Meneliti Algoritma dan Kecerdasan Komputasional
Pada jenjang doktor, Willa mendalami bidang algoritma optimasi dan metaheuristic search. Disertasinya berjudul "Incubation of Metaheuristic Search Algorithms into Novel Application Fields." Repositori resmi Kyushu Institute of Technology mencatat penelitian tersebut mengembangkan pendekatan penggunaan algoritma metaheuristic search pada bidang aplikasi baru. Jejak akademiknya juga terlihat dalam publikasi internasional.
Pada 2018, Willa bersama Mario Köppen dan Brahim Benaissa mempublikasikan penelitian mengenai Jaya Algorithm pada International Joint Conference on Computational Intelligence. Pada 2019, ia terlibat dalam penelitian mengenai blockchain dan evolutionary proof of work yang dipublikasikan dalam IEEE Congress on Evolutionary Computation.
Kemudian pada 2021, bersama Rio Mukhtarom Paweroi dan Mario Köppen, Willa mempublikasikan penelitian tentang algoritma metaheuristic search untuk optimasi penyerbukan tanaman kakao pada jurnal Algorithms. Rangkaian penelitian tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Willa di Jepang bukan sekadar memperoleh gelar doktor. Ia membangun kompetensi pada bidang optimasi, algoritma, dan computational intelligence melalui penelitian dan publikasi ilmiah internasional.
Dari Dunia Riset ke Industri Teknologi Global
Setelah menyelesaikan pendidikan doktor pada 2022, Willa memasuki fase baru: industri teknologi. Ia bergabung dengan Rakuten dan memulai karier sebagai Software Engineer, dengan fokus pada pengembangan backend dan pengujian berbasis Java. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan menerapkan kemampuan teknis dalam lingkungan kerja profesional. Perjalanannya kemudian berkembang.
Pada Oktober 2022, Willa menjadi Product Manager di Rakuten Symphony, Tokyo. Ia menjalankan peran tersebut hingga Mei 2024. Tanggung jawabnya antara lain berkaitan dengan pengembangan user stories, analisis kebutuhan bisnis, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta peninjauan dokumen desain untuk mendukung kualitas produk. Posisi inilah yang hingga kini masih tercantum pada halaman Cerita Alumni FIKOM UMI sebagai "Product, Technology & Architecture at Rakuten Symphony Tokyo, Japan." Namun perjalanan profesional Willa terus bergerak.
Kini Business Analyst Rakuten di Tokyo
Sejak Juni 2024, Willa tercatat bekerja sebagai Business Analyst di Rakuten, Tokyo, Jepang. Perubahan peran tersebut menunjukkan perkembangan menarik dalam perjalanan seorang lulusan ilmu komputer. Ia tidak berhenti sebagai Software Engineer yang bekerja pada sisi teknis. Pengalamannya berkembang menuju Product Manager yang mempertemukan teknologi dengan kebutuhan pengguna dan produk. Kini, sebagai Business Analyst, ruang kerjanya semakin berada pada titik temu antara kebutuhan bisnis dan solusi teknologi.
Profil profesionalnya menggambarkan perannya sebagai penghubung antara kebutuhan bisnis dan solusi teknis sekaligus mendukung perbaikan proses secara berkelanjutan. Di sinilah perjalanan akademik dan profesionalnya bertemu. Kemampuan analitis yang diasah melalui pendidikan ilmu komputer dan penelitian algoritma berkembang menjadi kemampuan memahami persoalan, menganalisis kebutuhan, serta menerjemahkannya ke dalam solusi di lingkungan perusahaan teknologi global.
Dari Makassar ke Tokyo
Jika perjalanan Willa dilihat secara utuh, ada perkembangan kompetensi yang sangat jelas. Ia memulai dari pendidikan ilmu komputer di UMI. Pendidikan magister memperkuat perspektifnya mengenai sistem informasi dan manajemen. Pendidikan doktor di Jepang memperdalam kemampuan penelitian dan pemecahan masalah melalui algoritma optimasi. Industri kemudian memberinya ruang untuk menerapkan seluruh pengalaman tersebut dalam persoalan teknologi dan bisnis yang nyata.
Lintasannya dapat dirangkum: FIKOM UMI → Magister UMI → Doktor Kyushu Institute of Technology → Software Engineer Rakuten → Product Manager Rakuten Symphony → Business Analyst Rakuten, Tokyo.
Namun kekuatan perjalanan ini bukan pada panjangnya daftar pendidikan atau jabatan. Kekuatan utamanya terletak pada kemampuan untuk terus beradaptasi. Dari akademik ke industri. Dari riset ke produk. Dari software engineering ke product management. Kemudian dari teknologi menuju analisis bisnis. Kompetensinya berkembang, tetapi fondasinya tetap sama: kemampuan memahami masalah dan menggunakan teknologi untuk membantu menemukan solusi.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Dr. Willa Ariela Syafruddin memberikan pesan kuat bagi mahasiswa FIKOM UMI bahwa karier global tidak selalu dimulai dari tempat yang jauh. Ia dapat dimulai dari ruang kuliah di Makassar. Dukungan dosen dan lingkungan kampus membuka informasi mengenai pendidikan internasional. Pendidikan lanjut membuka jejaring dan pengalaman global. Riset membangun kemampuan analitis. Kemampuan tersebut kemudian membuka pintu menuju industri teknologi di Jepang. Kini, perjalanan yang dimulai di FIKOM UMI telah berkembang menjadi karier profesional di salah satu ekosistem teknologi global di Tokyo.
"Karier global tidak selalu dimulai dari kampus global. Ia dapat dimulai dari kampus sendiri, ketika ilmu, keberanian belajar, dan kesempatan bertemu dalam perjalanan yang sama."
Willa membuktikan bahwa jarak antara Makassar dan Tokyo dapat ditempuh melalui pendidikan, riset, kemampuan beradaptasi, dan keberanian memasuki lingkungan baru.
Dari FIKOM UMI menuju Jepang. Dari ilmu komputer menuju riset algoritma. Dari penelitian menuju industri teknologi global. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































