Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. H. Muchlis A. Misbah: Alumni Perikanan UMI, Kini Anggota Komisi D dan Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar
Ir. H. Muchlis A. Misbah membawa perjalanan dari pendidikan perikanan menuju dunia usaha, pengabdian sosial-keagamaan, hingga ruang kebijakan publik. Alumni Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 1989 ini kini menjalani periode kedua sebagai Anggota DPRD Kota Makassar periode 2024–2029, dengan amanah sebagai anggota Komisi D dan Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar.
MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak semua alumni bekerja pada bidang yang sama dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya di kampus. Ada yang membawa bekal pendidikan, pengalaman organisasi, dan jejaring sosialnya menuju ruang pengabdian yang berbeda.
Perjalanan Ir. H. Muchlis A. Misbah menjadi salah satu contohnya. Muchlis merupakan alumnus Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muslim Indonesia, angkatan 1989. Sumber resmi DPRD Kota Makassar juga mencatat bahwa setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Muchlis melanjutkan pendidikan pada bidang perikanan di UMI Makassar. Dari kampus, perjalanannya kemudian berkembang ke dunia usaha, aktivitas sosial dan keagamaan, hingga politik dan pelayanan publik.
Organisasi Menjadi Bagian dari Perjalanan
Sejak masa mahasiswa, Muchlis telah mengenal dunia organisasi. Pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam perjalanan sosialnya. Keterlibatan dalam organisasi membuat ruang pengabdiannya tidak hanya berada pada profesi atau pekerjaan. Ia membangun jejaring dengan alumni, masyarakat, dan organisasi keagamaan. Muchlis antara lain dipercaya dalam kepengurusan alumni Perikanan UMI dan aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan. Pada 2021, ia terpilih sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Makassar periode 2021–2026. Pada saat terpilih, Muchlis menyampaikan orientasi untuk membangun komunikasi antarpengurus masjid dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Aktivitas tersebut menunjukkan satu dimensi penting dalam perjalanannya. Sebelum dan selama berada di parlemen, ruang pengabdiannya juga bersentuhan langsung dengan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
Dari Dunia Usaha ke Pelayanan Masyarakat
Di luar organisasi, Muchlis juga menekuni dunia usaha. Salah satu usaha yang dikembangkannya adalah MM Farma, yang bergerak dalam pelayanan kefarmasian. Pengalaman sebagai pengusaha mempertemukannya dengan realitas yang berbeda dari kehidupan kampus. Ada persoalan manajemen, pelayanan, kebutuhan masyarakat, dan kemampuan membangun kepercayaan.
Namun perjalanan Muchlis kemudian berkembang lebih jauh ketika ia memilih masuk ke ruang politik. Bagi perjalanan alumni ini, perpindahan tersebut menjadi perluasan ruang pengabdian. Jika usaha mempertemukannya dengan masyarakat sebagai pengguna layanan, politik mempertemukannya dengan aspirasi masyarakat yang harus dibawa ke dalam proses pemerintahan dan kebijakan publik.
Dua Periode Mengemban Amanah di DPRD Kota Makassar
Muchlis pertama kali terpilih sebagai Anggota DPRD Kota Makassar periode 2019–2024. Profil resmi DPRD Kota Makassar mencatat ia memperoleh 4.264 suara dari daerah pemilihan yang meliputi Kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang. Pada periode tersebut, Muchlis menjalankan tugas di Komisi B yang membidangi ekonomi dan keuangan.
Pada Pemilu 2024, Muchlis kembali memperoleh mandat sebagai Anggota DPRD Kota Makassar periode 2024–2029. Daftar anggota DPRD yang dilantik untuk periode tersebut kembali mencantumkan namanya. Dalam susunan alat kelengkapan DPRD Kota Makassar periode 2024–2029, Muchlis tercatat sebagai anggota Komisi D serta anggota Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar. Amanah tersebut menandai periode kedua pengabdiannya di lembaga legislatif Kota Makassar.
Dari Jejaring Sosial menuju Ruang Kebijakan Publik
Perjalanan Muchlis menarik karena tidak dibangun hanya melalui jalur politik. Ada pengalaman pendidikan di UMI, organisasi alumni, aktivitas sosial-keagamaan, dunia usaha, dan interaksi panjang dengan masyarakat sebelum serta selama ia menjalankan tugas sebagai anggota legislatif. Sebuah penelitian akademik Universitas Hasanuddin pada 2023 bahkan mengkaji secara khusus kepercayaan masyarakat terhadap Muchlis dalam pemilihan legislatif Kota Makassar. Penelitian tersebut mencatat adanya hubungan yang telah dibangun dalam jangka panjang dengan masyarakat, khususnya di Kelurahan Maccini.
Penelitian lain dari UIN Alauddin Makassar mengenai komunikasi politik Muchlis juga mencatat aktivitas sosial kemasyarakatan dan pendekatan keagamaan sebagai bagian dari pola komunikasinya dengan masyarakat. Fakta tersebut memberi konteks pada perjalanan Muchlis. Politik bukan satu-satunya ruang yang membentuk dirinya. Aktivitas kemasyarakatan telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan kemudian bertemu dengan fungsi representasi ketika ia berada di DPRD.
Ketika Alumni Memasuki Ruang Pelayanan Publik
Latar belakang Budidaya Perairan mungkin terlihat berbeda dengan aktivitas Muchlis sekarang sebagai anggota legislatif. Namun pendidikan tinggi tidak selalu harus dibaca secara linear antara program studi dan jabatan. Kampus juga membentuk kemampuan berpikir, berorganisasi, membangun jejaring, dan berinteraksi dengan masyarakat.
Pada Muchlis, modal tersebut berkembang melalui beberapa ruang sekaligus. Pendidikan diperoleh di UMI, pengalaman sosial dibangun melalui organisasi, kemandirian diasah melalui dunia usaha, sementara ruang pengabdiannya berkembang melalui lembaga legislatif. Perjalanan itu dapat dirangkum dalam satu lintasan: Budidaya Perairan UMI → Organisasi dan Kemasyarakatan → Dunia Usaha → DPRD Kota Makassar → Komisi D dan Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar. Yang berubah adalah ruang pengabdiannya. Benang merahnya adalah keterlibatan dengan masyarakat.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Ir. H. Muchlis A. Misbah memperlihatkan bahwa dampak alumni tidak harus selalu berada pada profesi yang identik dengan program studi yang ditempuh. Dari Budidaya Perairan UMI, perjalanannya berkembang melalui organisasi, kegiatan sosial-keagamaan, dan dunia usaha. Pengalaman tersebut kemudian membawanya ke ruang kebijakan publik ketika masyarakat mempercayainya menjadi anggota DPRD Kota Makassar.
Kini, pada periode keduanya di DPRD Kota Makassar, ruang tanggung jawab itu berlanjut melalui Komisi D dan Badan Kehormatan.
Di sinilah ukuran dampak seorang alumni menjadi lebih luas. Bukan hanya tentang pekerjaan yang dijalani setelah lulus, tetapi bagaimana pendidikan, pengalaman, jejaring, dan kepercayaan yang dibangun sepanjang perjalanan dapat digunakan dalam ruang pelayanan kepada masyarakat.
"Kampus memberi ilmu, organisasi memperluas jejaring, masyarakat memberi kepercayaan, dan pengabdian menentukan untuk apa semua itu digunakan."
Dari Budidaya Perairan UMI menuju dunia usaha, aktivitas sosial-keagamaan, dan lembaga legislatif, perjalanan Muchlis menunjukkan bahwa jalan pengabdian dapat berubah, tetapi manfaat kepada masyarakat harus tetap menjadi tujuannya. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































