TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni Profesional Monday, 21 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Khairuddin Yusran: Dari Teknik Pertambangan UMI, Kini Menjadi Kepala Teknik Tambang Batu Karang Group

Anisa Safitri 1,821 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Khairuddin Yusran: Dari Teknik Pertambangan UMI, Kini Menjadi Kepala Teknik Tambang Batu Karang Group

Berangkat dari Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Khairuddin Yusran membangun karier dari pekerjaan teknis lapangan hingga dipercaya menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) Batu Karang Group. Tanggung jawabnya kini tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga keselamatan pertambangan, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, serta pengembangan kompetensi tenaga kerja.

MAKASSAR, umi.ac.id — Di pertambangan, keputusan yang salah tidak selalu dapat diperbaiki dengan mudah. Ada manusia yang bekerja. Ada alat berat yang bergerak. Ada lereng yang harus diperhitungkan. Ada target produksi. Ada lingkungan yang harus dikelola. Ada regulasi yang harus dipatuhi. Dan ada risiko yang harus dikendalikan.

Karena itu, semakin tinggi tanggung jawab seorang profesional pertambangan, semakin besar pula konsekuensi dari setiap keputusan yang dibuat.

Di ruang inilah Khairuddin Yusran, alumni Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia, membangun perjalanan profesionalnya. Dari pekerjaan teknis di lapangan, perjalanan tersebut berkembang hingga ia dipercaya menjadi Kepala Teknik Tambang (KTT) Batu Karang Group.

Dari Teknik Pertambangan UMI ke Lapangan Tambang

Pendidikan Teknik Pertambangan UMI menjadi fondasi awal perjalanan Khairuddin. Namun pertambangan adalah bidang yang tidak cukup dipahami dari ruang kuliah. Ilmu harus bertemu lapangan. Perencanaan harus bertemu kondisi aktual. Perhitungan harus bertemu risiko. Dan teori harus diuji dalam operasi nyata.

Khairuddin menjalani proses tersebut secara bertahap. Pengalamannya mencakup berbagai tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi, perencanaan pit dan infrastruktur, produksi, preparasi dan analisis laboratorium hingga proses barging.

Pengalaman tersebut membuatnya melihat operasi tambang bukan sebagai kumpulan pekerjaan yang berdiri sendiri. Semuanya saling berhubungan. Tambang adalah sebuah sistem. Satu keputusan dapat memengaruhi banyak bagian lainnya.

Dari Menguasai Teknis menuju Memimpin Operasi

Karier profesional tidak dibangun dalam satu malam. Sebelum memperoleh tanggung jawab sebagai KTT, Khairuddin melewati berbagai pengalaman teknis dan pengembangan kompetensi.

Proses tersebut penting. Sebab orang yang memimpin operasi pertambangan perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Ia harus mampu membaca kondisi. Memahami risiko. Berkomunikasi dengan tenaga kerja. Menilai pekerjaan. Mengambil keputusan. Dan memastikan keputusan tersebut dapat dipertanggungjawabkan.

Di titik inilah kemampuan teknis berubah menjadi sesuatu yang lebih besar: tanggung jawab profesional.

Ketika Produksi Bukan Satu-Satunya Ukuran

Pertambangan memang menghasilkan produksi. Tetapi produksi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan operasi. Berapa banyak material yang dihasilkan menjadi tidak cukup apabila keselamatan diabaikan. Target menjadi kehilangan makna apabila pekerjaan tidak mengikuti ketentuan. Dan keuntungan hari ini dapat menjadi persoalan masa depan apabila lingkungan tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, profesionalisme pertambangan menuntut keseimbangan. Produksi harus berjalan. Keselamatan tidak boleh ditinggalkan. Regulasi harus dipatuhi. Lingkungan harus dikelola.

Empat unsur tersebut tidak seharusnya dipertentangkan. Justru semuanya harus bekerja dalam satu sistem operasi.

Menjadi Kepala Teknik Tambang

Kepercayaan sebagai Kepala Teknik Tambang membawa perjalanan Khairuddin ke tingkat tanggung jawab yang berbeda. KTT bukan sekadar jabatan manajerial. Di dalam kegiatan pertambangan, posisi ini berkaitan erat dengan pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik dan pengelolaan berbagai aspek teknis serta keselamatan operasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Artinya, ketika aktivitas tambang berjalan, ada tanggung jawab profesional yang menyertainya. Ada pekerja yang harus pulang dengan selamat. Ada operasi yang harus dikendalikan. Ada standar yang harus dijalankan. Ada ketentuan yang harus dipenuhi. Ada lingkungan yang harus diperhatikan. Dan ada keputusan yang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Semakin besar operasi yang dipimpin, semakin besar pula tanggung jawab yang tidak terlihat dari luar.

Keselamatan sebagai Batas yang Tidak Boleh Ditawar

Dalam operasi pertambangan, target dapat berubah. Rencana produksi dapat disesuaikan. Jadwal dapat diperbaiki. Tetapi keselamatan manusia memiliki posisi berbeda. Karena di balik setiap angka produksi ada orang yang bekerja.

Operator.

Pengawas.

Teknisi.

Pengemudi.

Tenaga pendukung.

Dan berbagai profesi lain yang membuat kegiatan pertambangan dapat berjalan.

Karena itu, keselamatan bukan tambahan setelah produksi. Keselamatan adalah syarat agar produksi layak dijalankan. Cara pandang seperti ini menempatkan manusia sebagai bagian utama dalam operasi pertambangan.

Dari Risiko menuju Kendali

Dunia pertambangan tidak pernah sepenuhnya bebas risiko. Yang dapat dilakukan adalah mengenali, mengukur, mengendalikan, dan terus mengevaluasinya. Di sinilah kompetensi seorang profesional diuji. Bukan hanya ketika keadaan berjalan normal. Tetapi ketika muncul penyimpangan. Ketika kondisi lapangan berubah. Ketika target bertemu keterbatasan. Atau ketika sebuah keputusan harus dibuat dalam situasi yang tidak sempurna.

Profesionalisme tidak berarti tidak pernah menghadapi risiko. Profesionalisme adalah kemampuan memastikan risiko tidak dibiarkan berjalan tanpa kendali.

Regulasi sebagai Bagian dari Operasi

Pertambangan bekerja dalam kerangka regulasi. Ada standar teknis. Ada ketentuan keselamatan. Ada kewajiban lingkungan. Ada administrasi. Ada pelaporan. Dan ada tanggung jawab kepada regulator. Karena itu, memahami regulasi bukan pekerjaan tambahan bagi profesional pertambangan. Ia merupakan bagian dari kompetensi. Khairuddin menempatkan pemahaman terhadap regulasi ESDM, keselamatan pertambangan, dan perlindungan lingkungan sebagai bagian dari perjalanan profesionalnya. Sebab operasi yang baik tidak hanya harus efektif secara teknis. Ia juga harus tertib secara regulasi dan bertanggung jawab secara profesional.

Lingkungan Bukan Urusan Setelah Tambang Selesai

Pertambangan mengubah bentang alam. Karena itu, persoalan lingkungan tidak dapat menunggu hingga seluruh kegiatan selesai. Ia harus menjadi bagian dari cara operasi direncanakan dan dijalankan.

Bagaimana lahan dikelola.

Bagaimana air dikendalikan.

Bagaimana material ditangani.

Bagaimana dampak kegiatan dipantau.

Dan bagaimana kewajiban lingkungan dilaksanakan.

Semua membutuhkan perencanaan. Lingkungan bukan catatan kaki dari operasi tambang. Lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab operasi itu sendiri.

Dari Kompetensi menuju Tanggung Jawab

Khairuddin juga mengembangkan kompetensinya melalui sertifikasi profesi yang berkaitan dengan pengawasan operasional dan keselamatan pertambangan. Sertifikasi memiliki arti penting dalam profesi teknik. Tetapi sertifikat bukan tujuan akhir. Ia harus diterjemahkan menjadi kemampuan nyata di lapangan.

Kemampuan mengawasi.

Mengidentifikasi risiko.

Membuat keputusan.

Memastikan prosedur berjalan.

Dan mengembangkan orang lain agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan.

Karena pada akhirnya: kompetensi bukan tentang apa yang tertulis pada sertifikat. Kompetensi terlihat ketika keputusan harus dibuat.

Membangun Manusia di Balik Operasi

Ada dimensi lain yang tidak kalah penting dalam kepemimpinan pertambangan: regenerasi.

Operasi yang baik tidak boleh bergantung hanya pada satu orang. Pengetahuan harus dibagikan. Tenaga kerja harus dikembangkan. Pengawas harus semakin kompeten. Budaya keselamatan harus dibangun. Dan generasi profesional berikutnya harus dipersiapkan.

Di titik ini, pengalaman seorang KTT tidak berhenti sebagai kemampuan pribadi. Ia dapat menjadi kapasitas organisasi.

Pemimpin operasi yang baik bukan hanya menyelesaikan pekerjaan hari ini. Ia menyiapkan orang yang mampu menjaga standar pekerjaan esok hari.

Dari Insinyur menuju Penanggung Jawab Operasi

Perjalanan Khairuddin menunjukkan perubahan yang penting. Pada awal karier, seorang profesional biasanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang berada di hadapannya. Semakin berkembang kariernya, lingkup tanggung jawab ikut membesar. Dari pekerjaan. Menjadi tim. Dari tim. Menjadi operasi. Dan dari operasi. Menjadi keselamatan, kepatuhan, lingkungan, serta manusia yang berada di dalam sistem tersebut.

Inilah transformasi dari kompetensi menuju akuntabilitas. Mengetahui bagaimana tambang bekerja adalah satu hal. Bertanggung jawab memastikan tambang bekerja dengan benar adalah hal yang berbeda.

UMI dalam Perjalanan Khairuddin Yusran

Universitas Muslim Indonesia menjadi titik awal pendidikan pertambangan Khairuddin. Dari kampus, ia membawa fondasi keilmuan ke lapangan. Lapangan kemudian mengujinya melalui pekerjaan nyata. Pengalaman memperluas kompetensi. Kompetensi membawa kepercayaan. Dan kepercayaan melahirkan tanggung jawab yang lebih besar.

Hari ini, ketika menjalankan tugas sebagai Kepala Teknik Tambang Batu Karang Group, perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana pendidikan teknik dapat berkembang dari kemampuan menghitung dan merencanakan menjadi kemampuan memimpin dan mempertanggungjawabkan operasi.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Khairuddin Yusran berangkat dari Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia. Dari kampus, ia membawa ilmu. Dari lapangan, ia memperoleh pengalaman. Dari pengalaman, ia membangun kompetensi. Dan dari kompetensi, ia memperoleh tanggung jawab.

Kini tanggung jawab tersebut berada pada skala yang lebih besar. Bukan hanya bagaimana tambang berproduksi. Tetapi bagaimana operasi dijalankan dengan aman. Bagaimana aturan dipatuhi. Bagaimana lingkungan dikelola. Dan bagaimana tenaga kerja terus berkembang.

Perjalanannya memperlihatkan bahwa semakin tinggi posisi seorang profesional teknik, semakin sedikit pekerjaannya berbicara hanya tentang dirinya sendiri. Sebab ada banyak manusia, keputusan, dan risiko yang ikut berada dalam tanggung jawabnya.

Dari menguasai tambang menuju bertanggung jawab atas operasi. Dari kompetensi menuju akuntabilitas. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas Balikpapan
Bank Syariah Indonesia
ITBM Malaysia
Rakyat Sulsel
Universitas Mega Buana
AMDA International
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Islam Riau
Perbanas Institute
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Jasa Raharja
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Kementerian Hukum RI
Politeknik Cendana
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Junior Chamber International Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Pemerintah Daerah Kota Parepare
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Andi Djemma
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Nasional
Bank Sulselbar
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Ibnu Sina
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Lamappapoleonro
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Islam Sumatera Utara
Pemerintah Kota Ternate
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universiti Malaya
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Cokroaminoto Palopo
PT Zahir Internasional
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Politeknik Dewantara
Bank Muamalat
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Balikpapan
Bank Syariah Indonesia
ITBM Malaysia
Rakyat Sulsel
Universitas Mega Buana
AMDA International
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Islam Riau
Perbanas Institute
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Jasa Raharja
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Kementerian Hukum RI
Politeknik Cendana
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Junior Chamber International Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Pemerintah Daerah Kota Parepare
PT Marlip Indo Mandiri
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Andi Djemma
Institut Teknologi Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Bank Syariah Nasional
Bank Sulselbar
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Ibnu Sina
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Lamappapoleonro
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Islam Sumatera Utara
Pemerintah Kota Ternate
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universiti Malaya
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Cokroaminoto Palopo
PT Zahir Internasional
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Politeknik Dewantara
Bank Muamalat
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Detik.com
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Pemerintah Kota Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sanjivani University
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Marinduque State University
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
PT Indosat Tbk
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Hasanuddin
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Alliance Française de Makassar
STISIP Veteran Palopo
Erzurum Technical University
Universitas Alkhairaat Palu
Universiti Sains Islam Malaysia
Hiroshima University
Institut Leimena
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
National University of Singapore
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Politeknik Palopo
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Binaskil Academy Malaysia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Bank Mega Syariah
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Nas Media Indonesia
Tribun Timur
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Bank Mandiri
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Detik.com
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Pemerintah Kota Makassar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sanjivani University
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Marinduque State University
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
PT Indosat Tbk
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Hasanuddin
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Alliance Française de Makassar
STISIP Veteran Palopo
Erzurum Technical University
Universitas Alkhairaat Palu
Universiti Sains Islam Malaysia
Hiroshima University
Institut Leimena
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
National University of Singapore
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Politeknik Palopo
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Binaskil Academy Malaysia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Bank Mega Syariah
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Nas Media Indonesia
Tribun Timur
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Bank Mandiri