Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muh. Kurniawan Nurdin: Alumni Teknik Pertambangan UMI, Kini Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera
Dari Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muh. Kurniawan Nurdin membangun karier di bidang mine planning pada industri nikel. Setelah menjadi Senior Mine Plan Engineer, ia kini dipercaya sebagai Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera pada job site PT Alngit Raya, Halmahera Timur, dengan tanggung jawab pada perencanaan tambang, produksi, keselamatan, lingkungan, kepatuhan regulasi, efisiensi biaya, hingga pengembangan tim engineer.
MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah desain tambang dapat dibuat dengan sangat baik. Namun nilainya baru terlihat ketika desain itu dapat dilaksanakan dengan aman, efisien, sesuai regulasi, dan mencapai target produksi.
Di antara desain dan pelaksanaan itulah Muh. Kurniawan Nurdin membangun kariernya. Alumnus Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia ini menyelesaikan pendidikan sarjana pada periode 2016–2020. Kini ia juga melanjutkan pendidikan Magister Teknik Pertambangan di Universitas Hasanuddin. Karier profesionalnya berkembang pada industri pertambangan nikel, dari Senior Mine Plan Engineer hingga kini dipercaya sebagai Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera.
Memulai sebagai Senior Mine Plan Engineer
Pada 2020–2023, Kurniawan bekerja sebagai Senior Mine Plan Engineer PT Karyatama Konawe Utara, Tambakua, Sulawesi Tenggara. Di proyek pertambangan nikel tersebut, ia menangani penyusunan dan evaluasi desain pit serta material movement, perencanaan infrastruktur dan pembukaan tambang, stockpile balance management, hingga perencanaan barging dan pengapalan. Ia juga menyusun jadwal penambangan serta melakukan evaluasi kegiatan secara harian, mingguan, dan bulanan.
Pengalaman ini membentuk fondasi penting dalam pekerjaannya: sebuah rencana tambang harus mampu menjawab kebutuhan operasi secara nyata. Berapa material yang akan dipindahkan. Ke mana material ditempatkan. Bagaimana urutan pekerjaan dilakukan. Kapan produksi harus dicapai. Dan sumber daya apa yang dibutuhkan untuk mencapainya.
Kini Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera
Sejak 2023, Kurniawan menjalankan peran sebagai Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera, pada job site PT Alngit Raya di Wailukum, Halmahera Timur. Pada posisi ini, cakupan pekerjaannya berkembang. Ia menyusun perencanaan tambang jangka pendek, menengah, dan panjang, serta memastikan desain pit, waste dump, dan infrastruktur tambang memenuhi standar dan SOP. Rencana tersebut kemudian harus diterjemahkan menjadi arahan teknis bagi tim operasi agar kegiatan lapangan berjalan sesuai target harian dan bulanan.
Kurniawan juga melakukan optimasi stripping ratio, haul distance, dan mining sequence untuk mendukung efisiensi biaya. Dengan demikian, mine planning tidak hanya menjawab pertanyaan apa yang akan ditambang, tetapi juga bagaimana melakukannya secara efektif dan efisien.
Ketika Desain Bertemu Kondisi Aktual
Perencanaan tambang membutuhkan data yang terus diperbarui. Karena itu, Kurniawan berkoordinasi dengan tim geologi dan survei dalam pembaruan model tambang. Desain juga harus mempertimbangkan stabilitas lereng, keselamatan kerja, kondisi lingkungan, dan perkembangan aktual penambangan.
Hasil pekerjaan kemudian dievaluasi melalui pit progress dan reconciliation. Proses rekonsiliasi menjadi penting karena rencana harus terus dibandingkan dengan apa yang benar-benar terjadi di lapangan. Dari sinilah muncul satu prinsip sederhana: "Rencana tambang yang baik bukan yang hanya terlihat sempurna di layar, tetapi yang tetap bekerja ketika bertemu kondisi lapangan."
Produksi Harus Bertemu Keselamatan dan Lingkungan
Tanggung jawab mine planning tidak berhenti pada pencapaian produksi. Ada batas teknis dan tata kelola yang harus dipatuhi. Dalam pekerjaannya, Kurniawan terlibat dalam penyediaan data untuk laporan internal, laporan ESDM, dan kebutuhan audit. Ia juga terlibat dalam penyusunan dokumen dan laporan yang berkaitan dengan RKAB, AMDAL, Rencana Reklamasi (RR), dan Rencana Pascatambang (RPT).
Artinya, desain tambang harus mampu mempertemukan beberapa kepentingan sekaligus: Produksi → Keselamatan → Lingkungan → Kepatuhan → Efisiensi. Satu aspek tidak dapat berjalan dengan mengorbankan aspek lainnya.
Dari Merancang Tambang menuju Mengembangkan Tim
Ada sisi lain yang membedakan perjalanan Kurniawan. Sebagai supervisor, ia tidak lagi hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaan teknisnya sendiri. Ia juga memimpin tim yang mencakup fungsi mine planning, survey, geoteknik, dan geologi dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Tanggung jawab tersebut mencakup pembinaan, pelatihan, hingga penilaian kinerja anggota tim. Koordinasi juga dilakukan bersama departemen internal, QAQC, dan HSE contractor agar pekerjaan berjalan dalam arah yang sama.
Pada fase inilah ukuran keberhasilan seorang engineer mulai berubah. Bukan lagi hanya seberapa baik pekerjaan yang mampu ia selesaikan sendiri. Tetapi juga: seberapa baik orang-orang yang dipimpinnya dapat bekerja dan berkembang.
Kepemimpinan Sudah Dilatih sejak UMI
Pengalaman mengembangkan orang lain sebenarnya telah memiliki akar sejak Kurniawan menjadi mahasiswa. Di UMI, ia pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan, pengurus Badan Legislatif Mahasiswa FTI, serta Koordinator Asisten Laboratorium Batuan Teknik Pertambangan. Ia juga pernah terlibat sebagai Relawan Pendidikan Bangku Pelosok.
Pengalaman sebagai asisten laboratorium dan relawan pendidikan mempertemukannya dengan proses berbagi pengetahuan. Organisasi mengajarkannya bekerja bersama orang lain. Dunia profesional kemudian membawa kedua pengalaman tersebut ke skala yang berbeda. Kini yang dibagikan bukan hanya materi praktikum. Yang dikembangkan adalah kompetensi tim engineer yang ikut menentukan kualitas operasi pertambangan.
Kompetensi yang Terus Diperkuat
Kurniawan juga memperkuat kompetensi profesional melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi. Di antaranya Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (ISMKP), Pengawas Operasional Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), serta pelatihan dalam mine plan design, mine scheduling, pit optimization, dan ekonomi pertambangan.
Pada saat yang sama, pendidikan Magister Teknik Pertambangan yang sedang ditempuh di Universitas Hasanuddin mempertemukan pengalaman profesional dengan pengembangan akademik. Ini menjadi fase penting dalam perjalanan seorang praktisi. Pengalaman lapangan menyediakan persoalan nyata. Pendidikan lanjutan memberi ruang untuk membaca persoalan tersebut dengan perspektif yang lebih dalam.
Mine Planning sebagai Sistem Keputusan
Jika dilihat secara utuh, pekerjaan Kurniawan tidak hanya menghasilkan desain. Mine planning menjadi sebuah sistem keputusan. Data geologi memberi informasi mengenai sumber daya. Survey memberikan kondisi aktual. Geoteknik memberikan batas aman desain. Produksi memberikan target. HSE membawa perspektif keselamatan dan lingkungan. Regulasi memberikan batas kepatuhan. Ekonomi menentukan apakah suatu rencana layak dan efisien.
Semua informasi tersebut harus bertemu dalam satu keputusan perencanaan. Dari perjalanan ini lahir diksi utama #072: "Plan, People, Performance — Rencana, Manusia, Kinerja." Rencana menentukan arah. Manusia menjalankannya. Kinerja menunjukkan apakah keduanya bekerja dengan baik. Ketiganya tidak dapat dipisahkan.
Dari Engineer menuju Supervisor
Perjalanan Kurniawan dapat dibaca melalui perkembangan tanggung jawab: Teknik Pertambangan UMI → Senior Mine Plan Engineer → Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera → Pengembangan Tim Engineer → Magister Teknik Pertambangan.
Perubahan terpentingnya bukan sekadar dari engineer menjadi supervisor. Yang berubah adalah skala tanggung jawab. Dulu ia terutama bertanggung jawab memastikan kualitas pekerjaan teknis. Kini ia juga harus memastikan rencana dapat diterapkan, koordinasi berjalan, standar dipenuhi, dan tim berkembang.
Engineer menyelesaikan persoalan. Supervisor juga menyiapkan orang yang mampu menyelesaikan persoalan berikutnya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Muh. Kurniawan Nurdin merupakan alumnus Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2020. Kariernya berkembang pada bidang mine planning di industri nikel hingga kini dipercaya sebagai Supervisor Mine Plan Engineer PT Harmoni Artha Sejahtera pada job site PT Alngit Raya, Halmahera Timur.
Di posisi tersebut, pekerjaannya tidak hanya mengenai desain dan produksi. Ia mempertemukan perencanaan dengan keselamatan, lingkungan, regulasi, efisiensi, dan pengembangan manusia. Di situlah pembeda perjalanan Kurniawan. Ia tidak hanya merancang bagaimana tambang bekerja. Ia ikut mengembangkan orang-orang yang membuat rencana itu bekerja.
Dari Teknik Pertambangan UMI menuju kepemimpinan teknis. Dari merancang pit menuju mengembangkan tim. Plan, People, Performance — Rencana, Manusia, Kinerja. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































