Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Rifki Rahsyanjani: Alumni Teknik Pertambangan UMI, Berkarier di PT Bumi Routa Mining Morowali dan Founder Teknikpertambangan.id
Dari Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Muhammad Rifki Rahsyanjani, S.T. membangun karier dari mine planning, pit control, hingga kepemimpinan operasional tambang. Sejak Mei 2026, ia menjalankan amanah sebagai Calon Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bumi Routa Mining Morowali. Di luar pekerjaannya, Rifki juga mendirikan Teknikpertambangan.id, media edukasi pertambangan yang melalui berbagai program pembelajaran disebut telah menjangkau lebih dari 10 ribu alumni.
MAKASSAR, umi.ac.id — Ada dua jalur yang berkembang bersamaan dalam perjalanan Muhammad Rifki Rahsyanjani, S.T. Di lapangan, ia tumbuh dari pekerjaan teknis menuju tanggung jawab operasional tambang. Di luar pekerjaan, ia membangun ruang belajar untuk membantu orang lain memahami industri yang sama.
Rifki merupakan alumnus Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2020. Perjalanan profesionalnya berkembang melalui mine planning, pengendalian pit, pengawasan operasional, hingga tanggung jawab yang berkaitan dengan keselamatan, regulasi, produksi, dan pengelolaan operasi tambang. Sejak Mei 2026, ia menjalankan peran sebagai Calon Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Bumi Routa Mining Morowali.
Memulai dari Data Produksi
Rifki mulai mengenal lingkungan profesional pertambangan ketika menjalani internship di PT Logam Jaya Mulia Mandiri pada 2018. Saat itu, ia terlibat dalam pengumpulan dan analisis data produksi serta pemantauan harian aktivitas penambangan. Setelah menyelesaikan pendidikan di UMI, Rifki melanjutkan karier sebagai Mine Plan Engineer di PT Geomine Engineers Indonesia. Ia menyusun rencana tambang bulanan, mingguan, dan harian, melakukan simulasi fleet dan forecasting, membuat desain pit serta jalan tambang, hingga melakukan rekonsiliasi blok model dengan kondisi aktual penambangan. Ia juga terlibat dalam pengawasan ore loading, hauling ore, dan ore getting.
Pengalaman ini membentuk pemahaman penting: rencana tambang baru memiliki nilai ketika dapat bekerja di lapangan.
Dari Mine Planning menuju Pit Control
Pengalaman berikutnya membawa Rifki semakin dekat dengan operasi. Sebagai Penanggung Jawab Operasional, ia memiliki tanggung jawab terhadap keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja dalam lingkup pekerjaannya serta melakukan inspeksi dan pemantauan aktivitas berbagai departemen.
Pada periode 2022–2024, Rifki menjalani peran sebagai Pit Control Engineer di Morowali. Tanggung jawabnya mencakup pengawasan rencana harian dan mingguan, pembentukan crest-toe pit, waste dump, kemiringan bench dan ramp, pembangunan sump, elevasi bench, penempatan alat gali-muat, hingga sistem drainase. Jika mine planning mengajarkannya bagaimana operasi dirancang, pit control mempertemukannya dengan bagaimana desain tersebut dieksekusi dalam kondisi aktual.
Menuju Kepemimpinan Operasional Tambang
Pengalaman teknis dan operasional kemudian membawa Rifki menuju tanggung jawab yang lebih besar. Pada November 2024 hingga Februari 2026, ia dipercaya sebagai Calon KTT/PJS KTT di Putra Sejahtera Membangun. Sejak Mei 2026, ia menjalankan peran sebagai Calon KTT PT Bumi Routa Mining Morowali.
Cakupan tanggung jawabnya meliputi kepemimpinan operasional berdasarkan RKAB dan RPT, penyusunan dan pengawasan rencana teknis, implementasi K3LH, kepatuhan terhadap regulasi pertambangan, pencapaian target produksi, hingga optimalisasi sumber daya dan efisiensi biaya. Perjalanan tersebut diperkuat dengan kompetensi Pengawas Operasional Pertama (POP) dan Pengawas Operasional Madya (POM). Perubahan dari engineer menuju tanggung jawab kepemimpinan operasi membawa konsekuensi yang jelas: semakin luas kewenangan, semakin luas pula risiko yang harus dipahami dan dipertanggungjawabkan.
Operasi Tambang Bukan Hanya Tonase
Pertambangan tidak dapat hanya diukur dari pencapaian produksi. Ada keselamatan pekerja. Ada lingkungan. Ada regulasi. Ada perencanaan teknis. Ada penggunaan sumber daya dan biaya. Karena itu, perjalanan Rifki menuju kepemimpinan operasional merupakan perubahan cara melihat tambang: dari mengerjakan satu fungsi menuju memahami keterhubungan seluruh operasi.
Mendirikan Teknikpertambangan.id
Di tengah karier profesionalnya, Rifki membangun Teknikpertambangan.id, media edukasi yang berfokus pada pengembangan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia pertambangan. Melalui sharing session, mining class, dan berbagai program pembelajaran, platform tersebut disebut telah memiliki lebih dari 10 ribu alumni program.
Di sinilah pembeda kuat perjalanan Rifki. Pengalaman lapangan yang biasanya menjadi kompetensi personal mulai diterjemahkan menjadi materi yang dapat dipelajari orang lain. Dari perjalanan tersebut lahir gagasan: "Mine to Mind — Dari Tambang Menjadi Pengetahuan." Pengalaman lapangan diolah menjadi pengetahuan. Pengetahuan dibagikan. Orang lain menggunakannya untuk meningkatkan kompetensi. Pengalaman menjadi lebih bernilai ketika dapat memperpendek proses belajar orang lain.
Dua Jalur, Satu Ekosistem
Karier profesional dan Teknikpertambangan.id sebenarnya berada dalam satu ekosistem. Sebagai praktisi, Rifki memperoleh pengalaman dari operasi nyata. Sebagai founder media edukasi, ia mengubah sebagian pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi SDM pertambangan. Hubungannya membentuk siklus: Lapangan → Pengalaman → Pengetahuan → Pembelajaran → SDM → Industri. Industri menghasilkan pengalaman. Pengalaman memperkaya pembelajaran. Pembelajaran membantu mempersiapkan tenaga pertambangan. SDM yang semakin kompeten kemudian kembali memperkuat industri.
Dari Engineer menuju Kepemimpinan Operasional
Perjalanan Rifki dapat dibaca melalui rangkaian: Teknik Pertambangan UMI → Internship → Mine Plan Engineer → Penanggung Jawab Operasional → Pit Control Engineer → Calon KTT/PJS KTT → Calon KTT PT Bumi Routa Mining Morowali.
Setiap fase memperluas tanggung jawabnya. Dari data dan perencanaan. Menuju kondisi aktual pit. Kemudian menuju produksi, teknis, keselamatan, lingkungan, regulasi, manusia, dan efisiensi.
Pada titik inilah seorang engineer tidak lagi hanya dituntut mampu menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memahami konsekuensi dari keputusan yang diambil.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Muhammad Rifki Rahsyanjani, S.T. menyelesaikan pendidikan Teknik Pertambangan di Universitas Muslim Indonesia pada 2020. Perjalanan profesionalnya kini membawanya ke PT Bumi Routa Mining Morowali, tempat ia menjalankan peran sebagai Calon Kepala Teknik Tambang sejak Mei 2026. Pada saat yang sama, ia mengembangkan Teknikpertambangan.id, ruang edukasi yang disebut telah menjangkau lebih dari 10 ribu alumni program pembelajaran. Dua jalur tersebut menjadi pembeda perjalanan Rifki: membangun kompetensi melalui pekerjaan, lalu memperluas manfaatnya melalui pembelajaran. Ia bertumbuh di industri sambil ikut menumbuhkan SDM untuk industri.
Mine to Mind — Dari Tambang Menjadi Pengetahuan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































