Dari Kampus, Menjadi Dampak - Nur Sakinah Aulia Maruddani, Alumni Ilmu Komunikasi UMI: Dari Produser Celebes TV dan Host Tribun Timur, Kini Berkarier di Procurement Pertamina
Berbekal pendidikan Ilmu Komunikasi UMI, Nur Sakinah mengembangkan perjalanan profesional dari industri penyiaran dan media menuju komunikasi korporat hingga administrasi pengadaan di lingkungan Pertamina Regional Sulawesi.
MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak semua lulusan Ilmu Komunikasi akan menghabiskan perjalanan kariernya di depan kamera, ruang redaksi, atau panggung acara. Ada yang membawa kemampuan komunikasinya memasuki dunia bisnis, mengelola hubungan profesional, hingga mendukung proses administrasi perusahaan.
Perjalanan tersebut tergambar dalam kisah Nur Sakinah Aulia Maruddani, alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar yang pernah bekerja sebagai produser di Celebes TV dan pembawa acara atau host di Tribun Timur. Kini, ia mengembangkan karier sebagai Asisten Buyer Administrasi pada bagian Procurement atau pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pertamina Regional Sulawesi.
Perjalanan Nur Sakinah memperlihatkan bahwa kemampuan komunikasi tidak berhenti pada keterampilan berbicara di depan publik. Di lingkungan profesional, komunikasi juga berkaitan dengan kemampuan mengelola informasi, membangun koordinasi, memahami kebutuhan pihak lain, dan memastikan pekerjaan berlangsung secara tertib. Dari produksi siaran televisi hingga administrasi pengadaan perusahaan, Nur Sakinah menjalani perubahan bidang pekerjaan yang menarik untuk ditelusuri.
Mengenal Dunia Media Sejak Awal Perjalanan Karier
Nur Sakinah menempuh pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas Muslim Indonesia pada 2019–2023 dengan konsentrasi Public Relations atau Hubungan Masyarakat. Namun, pengalaman profesionalnya di industri media telah dimulai sebelum ia memasuki bangku kuliah. Pada 2018–2019, ia bekerja sebagai produser di Celebes TV, salah satu media televisi yang berbasis di Makassar. Dalam pekerjaan tersebut, Nur Sakinah terlibat dalam pengelolaan konten siaran berita, koordinasi dengan tim produksi dan narasumber, serta penyusunan rundown atau susunan acara siaran.
Pekerjaan seorang produser membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan memahami isi berita. Ada proses perencanaan, pembagian tugas, pengelolaan waktu, komunikasi antartim, serta kesiapan menghadapi perubahan situasi selama produksi berlangsung. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tahap awal pembentukan keterampilan profesional Nur Sakinah. Ia belajar bekerja dalam lingkungan yang menuntut kecepatan, koordinasi, dan ketepatan penyampaian informasi.
Dari Ruang Produksi Menjadi Host Tribun Timur
Setelah memperoleh pengalaman sebagai produser televisi, Nur Sakinah melanjutkan kiprahnya di industri media. Pada 2019–2021, ia tercatat menjadi host di Tribun Timur. Peran tersebut mempertemukannya dengan pekerjaan yang berbeda dari pengalaman sebelumnya di balik layar. Sebagai pembawa acara, ia terlibat dalam penyampaian program dan kegiatan, membangun komunikasi dengan narasumber, serta menjaga interaksi dengan penonton dan tim produksi.
Jika pekerjaan produser menekankan perencanaan dan koordinasi siaran, peran host membutuhkan kemampuan menyampaikan pesan secara langsung, mendengarkan, merespons, dan menjaga alur komunikasi. Kedua pengalaman tersebut saling melengkapi. Nur Sakinah tidak hanya mengenal proses produksi informasi, tetapi juga memperoleh pengalaman menyampaikannya kepada audiens.
Pada periode tersebut, ia juga sedang menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di UMI. Pengalaman media dan pembelajaran akademik berjalan beriringan dalam perjalanan pengembangan kompetensinya.
Tidak Hanya di Televisi, Aktif Menjadi Pembawa Acara
Di luar pekerjaan media, Nur Sakinah juga mengembangkan aktivitas sebagai master of ceremonies atau pembawa acara lepas sejak 2018. Ia tercatat menangani berbagai jenis kegiatan, mulai dari acara perusahaan, seminar, lokakarya, gelar wicara, pernikahan, peluncuran produk, hingga kegiatan publik lainnya.
Setiap kegiatan memiliki karakter audiens, kebutuhan komunikasi, dan suasana yang berbeda. Acara formal membutuhkan penguasaan susunan kegiatan serta penggunaan bahasa yang sesuai. Sementara kegiatan yang lebih interaktif menuntut kemampuan membangun suasana, merespons situasi, dan menjaga keterlibatan peserta.
Pengalaman tersebut memperluas ruang praktik keterampilan komunikasi Nur Sakinah. Dari ruang produksi hingga panggung acara, ia memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan berbicara, mendengarkan, beradaptasi, dan bekerja bersama berbagai pihak.
Memasuki Dunia Korporasi melalui Komunikasi Pertamina
Perjalanan profesional Nur Sakinah kemudian berkembang dari industri media menuju lingkungan korporasi. Pada 2023, ia menjalankan peran sebagai Project Officer – Communication di lingkungan Pertamina Regional Sulawesi. Dalam posisi tersebut, ia mendukung pelaksanaan program dan kegiatan komunikasi korporat, berkoordinasi dengan pemangku kepentingan, serta membantu berbagai inisiatif komunikasi perusahaan.
Perubahan lingkungan kerja ini menghadirkan pengalaman baru. Di industri media, komunikasi banyak berkaitan dengan produksi konten, penyampaian informasi, dan interaksi dengan audiens. Sementara dalam komunikasi korporat, pekerjaan juga berhubungan dengan kebutuhan organisasi, koordinasi kegiatan, dan pengelolaan komunikasi dengan berbagai pihak.
Pengalaman Nur Sakinah sebagai produser, host, dan pembawa acara menjadi bagian dari latar belakang profesional yang dibawanya ketika memasuki lingkungan perusahaan. Namun, pekerjaan korporat juga menuntut pemahaman terhadap prosedur, tanggung jawab, dan kebutuhan organisasi yang berbeda dari dunia penyiaran. Tahap tersebut menjadi jembatan dalam perjalanan kariernya menuju bidang pekerjaan berikutnya.
Kini Berkarier di Procurement Pertamina Regional Sulawesi
Pada 2024, Nur Sakinah mulai menjalankan tugas sebagai Asisten Buyer Administrasi pada bagian Procurement di lingkungan Pertamina Regional Sulawesi. Bidang ini memiliki karakter pekerjaan yang berbeda dari pengalaman sebelumnya di media dan komunikasi korporat.
Dalam tugasnya, Nur Sakinah memberikan dukungan administrasi pada proses pengadaan barang dan jasa. Pekerjaannya mencakup pengelolaan dokumen permintaan penawaran, kontrak, purchase order atau pesanan pembelian, serta faktur. Ia juga melakukan pembaruan data dan pemantauan status administrasi melalui sistem pengadaan yang digunakan perusahaan. Koordinasi dengan pengguna layanan internal, vendor, dan tim terkait menjadi bagian dari aktivitas pekerjaannya. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dalam mengelola informasi, kemampuan memahami alur administrasi, serta komunikasi yang jelas dengan pihak-pihak yang terlibat.
Perjalanan ini memperlihatkan perubahan menarik dalam penggunaan keterampilan komunikasi. Dahulu, Nur Sakinah menggunakan kemampuan tersebut untuk mengoordinasikan produksi siaran dan berinteraksi dengan audiens. Kini, kemampuan komunikasi juga digunakan untuk mendukung koordinasi pekerjaan dan kelengkapan administrasi dalam proses bisnis perusahaan. Tentu saja, pekerjaan pengadaan membutuhkan kompetensi teknis dan pemahaman prosedur tersendiri. Namun, pengalaman komunikasi tetap menjadi salah satu bekal yang relevan dalam menjalankan koordinasi profesional.
Ketika Ilmu Komunikasi Melampaui Kamera dan Mikrofon
Perjalanan Nur Sakinah menghadirkan gambaran tentang luasnya penerapan Ilmu Komunikasi dalam dunia kerja. Selama ini, bidang komunikasi sering diasosiasikan dengan profesi penyiar, presenter, jurnalis, pembawa acara, atau praktisi hubungan masyarakat. Padahal, kemampuan komunikasi juga dibutuhkan dalam berbagai fungsi organisasi dan perusahaan. Pekerjaan yang melibatkan koordinasi tim, pengelolaan informasi, hubungan dengan mitra, pelayanan internal, hingga proses administrasi membutuhkan komunikasi yang jelas dan efektif.
Pengalaman Nur Sakinah menunjukkan bagaimana kompetensi tersebut dapat digunakan dalam lingkungan kerja yang berbeda. Di Celebes TV, ia mengenal produksi siaran. Di Tribun Timur, ia mengembangkan pengalaman sebagai pembawa acara. Dalam komunikasi korporat Pertamina, ia terlibat dalam dukungan kegiatan komunikasi perusahaan. Sementara di bidang Procurement, ia menjalankan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian administrasi dan koordinasi lintas pihak.
Perjalanan tersebut tidak berarti bahwa semua bidang pekerjaan memiliki persyaratan kompetensi yang sama. Sebaliknya, setiap perpindahan bidang membutuhkan proses belajar dan penyesuaian terhadap tuntutan pekerjaan yang baru.
Melanjutkan Pendidikan Magister Komunikasi Bisnis dan Pemasaran
Pengembangan kompetensi Nur Sakinah juga berlangsung melalui pendidikan lanjutan. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi di UMI pada 2023, ia melanjutkan studi Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Fajar pada periode 2025–2026, dengan konsentrasi Komunikasi Bisnis dan Pemasaran.
Pilihan tersebut memperlihatkan kesinambungan pengembangan akademiknya. Pada jenjang sarjana di UMI, Nur Sakinah mendalami Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Public Relations. Sementara pada jenjang magister, ia memperluas kajian ke bidang komunikasi bisnis dan pemasaran. Kedua bidang tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan komunikasi dalam lingkungan profesional dan organisasi bisnis.
Pengalaman bekerja di media, komunikasi korporat, dan administrasi pengadaan memberikan konteks yang beragam dalam perjalanan pendidikannya. Di sisi lain, pendidikan lanjutan menjadi ruang untuk memperdalam pengetahuan dan mengembangkan perspektif mengenai komunikasi dalam dunia bisnis. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa proses belajar dapat terus berlangsung meskipun seseorang telah memasuki dunia kerja.
Alumni UMI dan Masa Depan Profesi Ilmu Komunikasi
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Nur Sakinah Aulia Maruddani menjadi salah satu gambaran tentang keberagaman jalur karier alumni Program Studi Ilmu Komunikasi. Lulusan bidang komunikasi memiliki peluang mengembangkan kompetensinya dalam industri media, hubungan masyarakat, komunikasi organisasi, komunikasi bisnis, serta berbagai pekerjaan lain yang membutuhkan kemampuan koordinasi dan pengelolaan informasi.
Dalam perkembangan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi, kemampuan menyampaikan pesan saja tidak lagi cukup. Profesional juga perlu mampu beradaptasi dengan teknologi, memahami proses kerja, mengelola informasi secara bertanggung jawab, serta bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang keahlian yang berbeda. Perjalanan Nur Sakinah memperlihatkan pentingnya kemampuan beradaptasi tersebut. Dari pengalaman bekerja di media hingga menjalankan tugas dalam lingkungan perusahaan, ia terus menghadapi kebutuhan kompetensi yang berkembang.
Kisah ini relevan dengan arah pendidikan UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah serta Kampus Perjuangan dan Pengabdian. Melalui Catur Dharma UMI, pengembangan ilmu pengetahuan diarahkan untuk berjalan bersama penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembentukan karakter dan nilai Ke-UMI-an. Dalam dunia profesional, nilai tersebut memiliki hubungan dengan integritas, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga kepercayaan dalam menjalankan pekerjaan.
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, perjalanan alumni seperti Nur Sakinah dapat menjadi salah satu referensi mengenai luasnya pilihan pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Nur Sakinah Aulia Maruddani memperlihatkan bagaimana kompetensi komunikasi dapat berkembang melalui pengalaman pada berbagai lingkungan profesional. Ia pernah bekerja sebagai produser Celebes TV pada 2018–2019, menjadi host Tribun Timur pada 2019–2021, serta aktif sebagai pembawa acara lepas sejak 2018. Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Ilmu Komunikasi UMI pada 2023, ia menjalankan peran dalam komunikasi korporat Pertamina Regional Sulawesi. Sejak 2024, ia berkarier sebagai Asisten Buyer Administrasi pada bagian Procurement di lingkungan Pertamina Regional Sulawesi. Pengembangan akademiknya juga berlanjut melalui pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Fajar dengan konsentrasi Komunikasi Bisnis dan Pemasaran.
Bagi mahasiswa dan alumni, kisah tersebut menghadirkan pesan bahwa kompetensi yang diperoleh selama kuliah dapat dikembangkan melalui pengalaman dan pembelajaran yang berkelanjutan. Perjalanan profesional tidak selalu mengikuti satu jalur pekerjaan sejak awal hingga akhir. Ada kesempatan untuk mempelajari bidang baru, mengembangkan keterampilan, dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja.
Dari Ilmu Komunikasi UMI, Nur Sakinah melanjutkan perjalanan melalui industri media, komunikasi korporat, dan administrasi pengadaan di lingkungan perusahaan energi. Sebuah perjalanan yang menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi dapat menjadi bekal lintas profesi, ketika disertai kemauan belajar, ketelitian, dan kesiapan menghadapi tanggung jawab baru.
DARI BALIK KAMERA DAN DEPAN MIKROFON, KINI BERKARIER DI LINGKUNGAN PERTAMINA. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































