Dari Kampus, Menjadi Dampak - Romy: Alumni Teknik Pertambangan UMI dan Mantan Ketua BEM FTI, Kini SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa
Berangkat dari Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Romy, S.T. membangun karier dari Mine Geologist, Surveyor, hingga Mine Plan Engineer. Mantan Ketua BEM FTI UMI ini sejak Januari 2026 dipercaya sebagai SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa Site Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, dengan tanggung jawab pada perencanaan dan desain tambang, produktivitas, koordinasi lintas fungsi, tata kelola teknis, hingga pengendalian biaya operasi.
MAKASSAR, umi.ac.id — Alat berat dapat memindahkan material. Tetapi sebelum alat bergerak, seseorang harus menentukan ke mana, berapa banyak, dengan alat apa, dalam waktu berapa lama, dan dengan biaya berapa.
Di situlah perencanaan tambang bekerja. Dan di bidang itulah Romy, S.T., alumnus Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia, membangun kariernya. Ia tidak langsung masuk ke posisi perencanaan strategis. Perjalanannya dimulai dengan memahami geologi, kemudian mengukur kondisi lapangan melalui survei, masuk ke perencanaan tambang, hingga sejak Januari 2026 dipercaya sebagai SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa Site Pulau Bunyu, Kalimantan Utara.
Kepemimpinan Dimulai dari FTI UMI
Romy menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Pertambangan di UMI pada 2022. Namun ruang belajarnya selama menjadi mahasiswa tidak hanya berada di kelas. Ia pernah menjadi pengurus Mining Engineering Student Association FTI UMI, aktif di MAPALA UMI pada bidang publikasi dan dokumentasi, serta dipercaya menjadi Ketua BEM Fakultas Teknologi Industri UMI periode 2019–2020.
Pengalaman memimpin organisasi memberinya kesempatan belajar mengenai komunikasi, koordinasi, pembagian tanggung jawab, dan pengambilan keputusan. Kemampuan tersebut kemudian bertemu dengan kompetensi teknis ketika ia memasuki industri pertambangan.
Memahami Tambang dari Geologi
Salah satu fase awal perjalanan profesional Romy dijalani sebagai Mine Geologist di PT Topgrowth Mineral Indonesia. Ia terlibat dalam mine planning, pemantauan kemajuan penambangan, in-pit drilling, serta koordinasi kegiatan overburden removal, ore getting, dan ore hauling. Tanggung jawabnya juga mencakup penyusunan rencana barging dan pelaksanaan pengiriman berdasarkan ketersediaan stok bijih serta spesifikasi pasar.
Pengalaman ini mempertemukannya dengan kondisi material, aktivitas produksi, dan kebutuhan operasional secara langsung. Dari geologi, ia kemudian bergerak ke pekerjaan yang menuntut ketepatan pengukuran.
Surveyor: Membaca Tambang melalui Data Lapangan
Sebagai Surveyor PT Saka Putra Perkasa Site Pulau Bunyu, Kalimantan Utara, Romy melakukan survei topografi berkala pada area pembukaan lahan dan penambangan. Ia memantau elevasi area terbuka, memperbarui perkembangan titik loading dan dumping, serta menghitung volume galian dan volume air sump.
Survei memberikan sesuatu yang sangat penting dalam pertambangan: kondisi aktual. Desain dapat dibuat. Target dapat ditetapkan. Tetapi keputusan membutuhkan data mengenai apa yang benar-benar terjadi di lapangan.
Pengalaman inilah yang kemudian menjadi bekal ketika Romy bergerak lebih jauh ke bidang perencanaan tambang.
Dari Data Lapangan menuju Mine Planning
Sebagai Mine Plan Engineer, ruang kerjanya berkembang dari mengukur kondisi aktual menuju merancang operasi yang akan dilakukan. Ia terlibat dalam dukungan administrasi rencana reklamasi, rencana penambangan tahunan, dan feasibility study. Tanggung jawab teknisnya mencakup estimasi sumber daya, Life of Mine (LOM) Planning, Annual Mining Plans, 3-Month Rolling Plans, hingga penyusunan monthly mining sequences.
Perencanaan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kebutuhan operasional. Romy melakukan analisis produktivitas dan kapasitas fleet, menghitung kebutuhan alat untuk overburden removal dan coal hauling, serta memonitor pencapaian produksi berdasarkan kemajuan aktual penambangan.
Di sinilah perencanaan menjadi penghubung antara target perusahaan dan realitas operasi. Mine plan bukan sekadar gambar tambang. Ia adalah keputusan tentang bagaimana sumber daya, waktu, alat, biaya, dan risiko akan dikelola.
Kini SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa
Pengalaman dari geologi, survei, dan perencanaan tersebut kemudian membawanya pada tanggung jawab yang lebih strategis. Sejak Januari 2026, Romy dipercaya sebagai SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa Site Pulau Bunyu. Pada posisi ini, ruang tanggung jawabnya mencakup strategic leadership and management, mine planning and design, technical governance and compliance, engineering and innovation, cross-functional coordination, hingga budget and cost control.
Perubahan tersebut bukan hanya kenaikan jabatan. Skala keputusan yang dihadapi juga berubah. Ia tidak lagi hanya melihat satu desain atau satu pekerjaan lapangan. Perencanaan harus mempertimbangkan keterkaitan antara produksi, alat, manusia, waktu, biaya, kondisi teknis, dan kepatuhan.
Merancang Sebelum Alat Bergerak
Ada karakter khas dalam pekerjaan perencanaan tambang. Sebagian besar keputusan penting dibuat sebelum hasilnya terlihat. Berapa target produksi? Bagaimana urutan penambangan? Berapa kebutuhan alat? Di mana alat ditempatkan? Berapa kapasitas yang tersedia? Bagaimana desain diterapkan? Berapa biaya yang dibutuhkan? Apa konsekuensi jika kondisi aktual berubah?
Karena itu, seorang mine plan engineer bekerja pada satu titik penting: mengubah data hari ini menjadi keputusan untuk operasi berikutnya.
Dari sinilah lahir gagasan utama perjalanan Romy: "Engineering Before Execution — Rekayasa Sebelum Eksekusi." Operasi yang baik tidak dimulai ketika alat berat bergerak. Ia dimulai ketika data dibaca dengan benar, desain disusun secara realistis, sumber daya dihitung, risiko dipahami, dan keputusan dibuat sebelum pekerjaan dijalankan.
Teknologi sebagai Perangkat Pengambilan Keputusan
Perjalanan profesional Romy juga ditopang kemampuan menggunakan berbagai teknologi pertambangan dan pemetaan. Ia memiliki pengalaman menggunakan Minescape, Surpac Geovia, ArcMap, Global Mapper, dan Agisoft Metashape. Untuk kebutuhan survei, ia juga memiliki kemampuan menggunakan Total Station, RTK, serta pemetaan berbasis UAV/drone.
Namun perangkat lunak dan teknologi bukan tujuan akhir. Nilainya terletak pada kemampuan mengubah data menjadi informasi yang membantu pengambilan keputusan. Teknologi mempercepat analisis. Tetapi engineer tetap harus memahami kondisi lapangan yang berada di balik data tersebut.
Dari Ketua BEM menuju Kepemimpinan Profesional
Ada benang merah antara pengalaman Romy di kampus dan pekerjaannya sekarang. Sebagai Ketua BEM FTI UMI, ia pernah memimpin organisasi mahasiswa. Kini, sebagai SVP Mine Plan Engineer, kepemimpinan hadir dalam konteks yang berbeda. Bukan lagi program kerja mahasiswa. Tetapi target operasi, koordinasi lintas fungsi, kepatuhan teknis, produktivitas, dan biaya.
Objek yang dipimpin berubah. Skala tanggung jawab berubah. Tetapi kemampuan dasarnya tetap relevan: membaca situasi, menyatukan orang, menentukan prioritas, dan memastikan rencana dapat dijalankan.
Dari Lapangan menuju Perencanaan Strategis
Perjalanan profesional Romy dapat dibaca melalui satu rangkaian yang jelas: Teknik Pertambangan UMI → Mine Geologist → Surveyor → Mine Plan Engineer → SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa.
Setiap fase memberikan perspektif berbeda. Geologi membantunya memahami material dan kondisi tambang. Survei mengajarkannya membaca kondisi aktual secara terukur. Mine planning membawanya menyusun operasi ke depan. Posisi SVP kemudian menuntut seluruh pengalaman tersebut dipertemukan dengan kepemimpinan, koordinasi, tata kelola, dan pengendalian biaya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Romy, S.T. merupakan alumnus Teknik Pertambangan Universitas Muslim Indonesia lulusan 2022 dan mantan Ketua BEM FTI UMI periode 2019–2020. Perjalanan profesionalnya berkembang dari Mine Geologist dan Surveyor menuju perencanaan tambang. Kini, ia dipercaya sebagai SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa Site Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. Dalam posisi tersebut, ia berada pada ruang yang ikut menentukan bagaimana operasi dirancang sebelum dilaksanakan. Karena tambang tidak hanya membutuhkan orang yang mampu menjalankan pekerjaan hari ini. Tambang juga membutuhkan orang yang mampu menghitung apa yang harus dilakukan berikutnya. Sebelum alat bergerak, arah harus dirancang. Itulah ruang kerja Romy.
Dari aktivis mahasiswa menuju engineer. Dari membaca kondisi lapangan menuju merancang operasi. Dari Teknik Pertambangan UMI menuju SVP Mine Plan Engineer PT Saka Putra Perkasa. Engineering Before Execution — Rekayasa Sebelum Eksekusi. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































