Dua Tim UMI Lolos Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, Bawa Inovasi Hutan Pinus dan Jagung ke Panggung Nasional
Makassar, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tidak hanya bersiap menjadi tuan rumah Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, tetapi juga mengirimkan dua tim mahasiswa yang berhasil lolos sebagai peserta ajang nasional tersebut.
Kedua tim mengangkat potensi sumber daya lokal sebagai dasar pemberdayaan masyarakat. UKM Pusat Pengembangan Riset Mahasiswa (PERISAI) UMI mengembangkan inovasi berbasis hutan pinus, sedangkan UKM Kewirausahaan UMI mengusung diversifikasi produk jagung untuk memperkuat ekonomi desa.
Keikutsertaan kedua tim tercantum dalam Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek RI Nomor 3773/DST/B2/DT.01.01/2026 tertanggal 5 Oktober 2026, tentang Peserta Anugerah Abdidaya Ormawa Tahun 2026.
Capaian ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa UMI untuk memperkenalkan gagasan pemberdayaan masyarakat kepada delegasi perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tim PERISAI: Hutan Pinus Tidak Hanya Dijaga, tetapi Dikembangkan Nilai Manfaatnya
Tim UKM PERISAI UMI lolos melalui program bertajuk “Pemberdayaan Desa Hutan Pinus Berbasis Ecoforestry melalui Inovasi Zero-Waste dan Hilirisasi Produk Pinus Berkelanjutan di Bonto Manurung”.
Program tersebut mengangkat potensi hutan pinus sebagai sumber daya yang dapat dikelola secara berkelanjutan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui pendekatan ecoforestry, tim mendorong pengelolaan sumber daya hutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
BACA JUGA:
Dari Kampus, Menjadi Dampak - La Ode Muhammad Saban, Alumni Hukum Ekonomi Syariah UMI, Kini Penyuluh Agama KUA Mata Oleo Bombana, Pernah Wakili Sulawesi Tenggara
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur
Konsep zero-waste dan hilirisasi diarahkan untuk mengurangi limbah serta mengembangkan produk turunan pinus yang memiliki nilai tambah.
Dengan pendekatan tersebut, potensi hutan tidak hanya dilihat sebagai kekayaan alam, tetapi juga sebagai peluang pengembangan usaha masyarakat yang tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Dosen pendamping tim PERISAI, Dr. Ir. Siti Hadijah, M.P., menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap keikutsertaan mahasiswa UMI.
“Semoga Tim UMI bisa meraih juara pada Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 kali ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Tim Kewirausahaan: Jagung Desa Romangloe Didorong Menjadi Produk Bernilai Tambah
Sementara itu, UKM Kewirausahaan UMI berhasil lolos melalui program “Transformasi Desa Wirausaha melalui Inovasi Hilirisasi dan Diversifikasi Jagung menuju Kemandirian Ekonomi di Desa Romangloe, Kabupaten Gowa”.
Program ini berangkat dari potensi jagung sebagai komoditas lokal yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.
Melalui diversifikasi dan hilirisasi, tim berupaya mendorong pengembangan produk dengan nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat desa.
Pendekatan tersebut menempatkan mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Pengembangan produk olahan diharapkan dapat memperluas pilihan usaha, meningkatkan nilai tambah komoditas, dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat secara bertahap.
UMI Jadi Tuan Rumah, Mahasiswa Ikut Membawa Inovasi
Keberhasilan kedua tim lolos ke Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 memiliki makna tersendiri bagi UMI.
Pada tahun ini, UMI dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, yang mempertemukan mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Di tengah persiapan sebagai penyelenggara, mahasiswa UMI juga hadir membawa program pemberdayaan yang berangkat dari persoalan dan potensi nyata di masyarakat.
Dua program tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi membawa semangat yang sama.
Tim PERISAI mengembangkan potensi hutan pinus melalui pendekatan lingkungan dan hilirisasi, sedangkan Tim Kewirausahaan mendorong nilai tambah jagung untuk memperkuat ekonomi desa.
Keduanya memperlihatkan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan hanya ruang pengembangan kepemimpinan dan kreativitas, tetapi juga tempat mahasiswa belajar menghadirkan solusi bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Catur Dharma UMI, sebagaimana dirumuskan dalam Statuta UMI Tahun 2024, Pasal 1 angka 4, yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, UMI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan dan kreativitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Dari hutan pinus Bonto Manurung hingga ladang jagung Romangloe, dua tim UMI membawa pesan bahwa inovasi mahasiswa akan semakin bermakna ketika tumbuh dari potensi desa dan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Anugerah Abdidaya Ormawa 2026, kedua tim mendapat kesempatan memperkenalkan gagasan tersebut di panggung nasional, sekaligus menunjukkan semangat mahasiswa UMI untuk terus berkarya dan mengabdi.























































































































