Ingin Kuliah di Kampus Terakreditasi Unggul? Ini Cara UMI Menjaga Kualitas Prodi Lewat AMI 2026
MAKASSAR, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UMI secara resmi memulai pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan di seluruh program studi.
Agenda tahunan tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., di Aula PJJ Lantai 6 Menara UMI, Selasa (18/8).
Pembukaan AMI 2026 berlangsung secara hybrid dan dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., Ketua LPM UMI Prof. Dr. Syamsuri Rahim, S.I.P., S.E., M.Si., Ak., CA., serta Sekretaris LPM UMI Prof. Dr. Ir. Rustam, M.Si.
Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh jajaran pimpinan UMI, mulai dari dekan, wakil dekan, direktur dan asisten direktur Program Pascasarjana, ketua lembaga, Direktur Pesantren Darul Mukhlisin UMI, ketua program studi, Ketua PSMF, Ketua STPMP, hingga 89 auditor AMI UMI yang akan menjalankan proses audit.
Dalam sambutannya, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib menegaskan, AMI merupakan bagian penting dari sistem penjaminan mutu yang menentukan keberlanjutan dan masa depan kualitas UMI.
Ia meminta seluruh unsur yang terlibat menjalankan proses audit dengan penuh integritas, kesungguhan, dan koordinasi yang solid. Menurutnya, hasil AMI tidak hanya menjadi instrumen evaluasi internal, tetapi juga menjadi pijakan penting dalam pengembangan mutu program studi dan persiapan reakreditasi institusi.
“Hasil Audit Mutu Internal ini menjadi indikator vital dalam pengembangan akreditasi program studi ke depan, sekaligus menjadi pijakan strategis menuju Reakreditasi Institusi pada tahun 2028 mendatang. Saat ini UMI telah berhasil meraih Akreditasi Institusi Unggul untuk kedua kalinya. Kami berharap amanah ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab agar target dapat terealisasi secara efektif dan maksimal,” ujarnya.
UMI menargetkan sekurang-kurangnya 50 persen dari total program studi mampu meraih predikat Akreditasi Unggul. Target tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi UMI dalam mempertahankan Akreditasi Institusi Unggul untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Ketua LPM UMI, Prof. Dr. Syamsuri Rahim dalam laporannya menjelaskan, AMI 2026 diikuti oleh 65 dari total 70 program studi yang dimiliki UMI. Lima program studi lainnya belum diikutsertakan karena masih tergolong program studi baru dan berada dalam tahap awal penguatan operasional.
Untuk menjaga objektivitas dan keandalan proses evaluasi, LPM UMI mengerahkan 89 auditor, terdiri atas 58 Auditor Utama dan 31 Pendamping Auditor.
Audit lapangan berlangsung pada 18–27 Agustus 2026 dan dilaksanakan dalam tiga gelombang.
Batch 1 (18–20 Agustus 2026): 24 program studi.
Batch 2 (20, 21, dan 24 Agustus 2026): 14 program studi.
Batch 3 (24, 26, dan 27 Agustus 2026): 27 program studi.
Seluruh rangkaian evaluasi tersebut ditargetkan selesai dengan penyusunan Laporan Akhir AMI pada 4 September 2026.
Prof. Syamsuri berharap seluruh jajaran dekan, Direktur Pascasarjana, serta PSMF memberikan dukungan dan sinergi penuh agar proses audit berlangsung transparan, objektif, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Pelaksanaan AMI 2026 menjadi bagian dari agenda besar transformasi UMI menuju 2030. Penjaminan mutu tidak hanya diarahkan untuk memenuhi standar akreditasi, tetapi juga memastikan setiap program studi terus melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Transformasi tersebut dibangun di atas empat fondasi utama, yakni Nilai-Nilai Islam, Profesionalisme, Kolaborasi, dan Inovasi.
Dengan fondasi Akreditasi Institusi Unggul yang telah diraih dua kali serta komitmen untuk terus memperkuat sistem penjaminan mutu, UMI menegaskan langkahnya menuju perguruan tinggi Islam yang semakin unggul, adaptif, berdaya saing global, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.
(HUMAS)























































































































