UMI Sukses Jadi Tuan Rumah dan Raih Lima Penghargaan Abdidaya Ormawa 2026, Pembukaan dan Penutupan Spektakuler Jadi Kebanggaan Nasional
Dari kemeriahan pembukaan di GOR Mahasiswa hingga malam penganugerahan di Taman Firdaus, Universitas Muslim Indonesia menghadirkan perhelatan nasional yang berkesan. Lima penghargaan, apresiasi kementerian, dan kehangatan mahasiswa menjadi bagian dari keberhasilan yang disyukuri bersama.
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menutup Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 dengan dua kebahagiaan sekaligus: sukses menjalankan amanah sebagai tuan rumah kegiatan nasional dan berhasil meraih lima penghargaan, terdiri atas tiga Terbaik I dan dua Terbaik II.
Keberhasilan tersebut semakin berkesan melalui pembukaan dan penutupan yang spektakuler. Pertunjukan seni, tata panggung, dan semangat peserta menghadirkan suasana meriah, sekaligus memperlihatkan kreativitas serta kerja bersama keluarga besar UMI. Selama 21–25 Oktober 2026, UMI menjadi tempat bertemunya 120 tim dari 60 perguruan tinggi yang membawa inovasi pemberdayaan masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.
Bagi UMI, kelancaran penyelenggaraan ini merupakan nikmat yang patut disyukuri kepada Allah SWT. Kepercayaan sebagai tuan rumah dan prestasi yang diraih menjadi kebahagiaan sekaligus tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, pembinaan mahasiswa, dan pengabdian kepada masyarakat. UMI tidak hanya ingin dikenang karena kemegahan acaranya, tetapi juga karena keramahan warganya, kualitas pelayanannya, dan manfaat karya mahasiswanya.
Dua Panggung Spektakuler, Satu Semangat Indonesia
Pembukaan Abdidaya Ormawa 2026 di GOR Mahasiswa UMI, Kamis (22/10), menghadirkan suasana penuh energi. Pertunjukan seni, parade delegasi, dan kemeriahan panggung menjadi sambutan bagi mahasiswa yang datang dari berbagai penjuru Nusantara. Kemeriahan itu berlanjut pada Malam Penganugerahan dan Penutupan di Taman Firdaus UMI, Sabtu (24/10). Panggung penutupan menjadi tempat merayakan prestasi, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, serta mempererat persahabatan yang terbangun selama kegiatan.
Kedua panggung tersebut memperlihatkan bahwa kampus bukan hanya ruang perkuliahan dan penelitian, tetapi juga tempat kreativitas, budaya, kepemimpinan, dan kebersamaan tumbuh. Di balik penampilan yang memukau, terdapat kerja panjang panitia, mahasiswa, relawan, tenaga kependidikan, dan petugas lapangan yang memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik. Panggung boleh spektakuler, tetapi yang membuatnya bermakna adalah orang-orang yang bekerja dengan hati.
Apresiasi Kementerian, Amanah yang Dijawab dengan Kerja Bersama
Keberhasilan UMI sebagai tuan rumah tidak terlepas dari kepercayaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Pada pembukaan, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. Beny Bandanadjaja, menyampaikan apresiasi kepada UMI dan seluruh unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan. Ia menekankan bahwa Abdidaya Ormawa bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berorganisasi, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial melalui pemberdayaan masyarakat.
Pada penutupan, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Sukino, kembali mengingatkan pentingnya keberlanjutan hasil pengabdian mahasiswa. Bagi UMI, apresiasi dan pesan tersebut menjadi dorongan untuk terus belajar, memperbaiki pelayanan, dan meningkatkan kemampuan menyelenggarakan kegiatan berskala nasional.
Menjadi Tuan Rumah, UMI Juga Membawa Pulang Lima Penghargaan
Di tengah tanggung jawab menyambut delegasi nasional, mahasiswa dan dosen UMI turut mengukir prestasi. UKM Pusat Pengembangan Riset Mahasiswa (PERISAI) UMI meraih Terbaik I kategori Ormawa dengan Branding Terkuat. Program pemberdayaan hutan pinus berbasis ecoforestry di Bonto Manurung memperoleh Terbaik I kategori Stand Expo Terfavorit. Penghargaan Terbaik I lainnya diraih ST Hajrah Mansyur pada kategori Dosen Pendamping dengan Keberlanjutan Terbaik.
UMI juga memperoleh Terbaik II kategori Perguruan Tinggi dengan Dukungan Paling Komprehensif, sementara UKM Kewirausahaan UMI meraih Terbaik II kategori Tim dengan Luaran Paling Komprehensif. Berdasarkan rekapitulasi jumlah penghargaan, UMI berada pada urutan ke-12 dari 60 perguruan tinggi peserta.
Lima penghargaan tersebut merupakan buah kerja bersama mahasiswa, dosen pendamping, pengelola kemahasiswaan, pimpinan kampus, dan masyarakat mitra. Bagi UMI, capaian ini patut disyukuri tanpa mengurangi penghargaan terhadap prestasi perguruan tinggi lainnya. Piala adalah kebahagiaan yang patut disyukuri. Manfaat yang terus dirasakan masyarakat adalah tanggung jawab yang harus dijaga.
Mahasiswa UMI, Tuan Rumah yang Menyambut Indonesia dengan Hati
Di antara berbagai keberhasilan penyelenggaraan, terdapat satu hal yang memiliki makna khusus bagi keluarga besar UMI: kehangatan mahasiswa dalam menyambut saudara-saudara mereka dari seluruh Indonesia. Dari Sumatera hingga Papua, mahasiswa datang membawa karya, pengalaman, bahasa, dan budaya yang beragam.
Mahasiswa UMI menyambut mereka sebagai sahabat. Ada yang menjadi penghubung peserta, membantu menunjukkan lokasi kegiatan, memberikan informasi, hingga mendampingi berbagai kebutuhan selama berada di kampus. Banyak pula mahasiswa yang dengan penuh pengertian menyesuaikan aktivitasnya di tengah meningkatnya kegiatan kampus. Sikap sederhana tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang tidak kalah penting dibandingkan prestasi akademik.
Menjadi tuan rumah yang baik bukan hanya tentang menyediakan tempat yang indah, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan membuat tamu merasa diterima. Keramahan, kesabaran, dan kesediaan membantu merupakan wujud nilai Kampus Ilmu dan Ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Kehangatan itulah yang diharapkan menjadi kenangan baik bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi setelah kembali ke daerah masing-masing.
Rektor UMI: Kepercayaan Harus Dijawab dengan Pelayanan dan Prestasi
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah merupakan amanah yang harus dijawab dengan kesungguhan.
"Kepercayaan ini tentu menjadi amanah bagi UMI untuk memberikan yang terbaik. Di sisi lain, ini juga menjadi ruang akademik yang sangat penting bagi mahasiswa untuk menunjukkan prestasi, kreativitas, kemampuan berorganisasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat," ujarnya.
Sejak pembukaan, Rektor telah mengingatkan bahwa Abdidaya Ormawa bukan semata tentang memenangkan kompetisi.
"Kalau belum membawa pulang piala, paling tidak membawa pulang persahabatan, dan mudah-mudahan kenangan baik tentang Universitas Muslim Indonesia," pesannya.
Pesan tersebut menemukan maknanya ketika rangkaian kegiatan berakhir. Para peserta tidak hanya membawa hasil kompetisi, tetapi juga pengalaman, pengetahuan, dan persahabatan baru. Bagi UMI, keberhasilan menjadi tuan rumah dan meraih prestasi harus berjalan bersama sikap rendah hati, keterbukaan menerima masukan, dan kesediaan terus belajar.
Alhamdulillah, Terima Kasih kepada Semua yang Telah Menghadirkan Kebaikan
Keluarga besar UMI menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas rahmat, perlindungan, dan pertolongan-Nya sehingga rangkaian Abdidaya Ormawa 2026 dapat berlangsung dengan baik. Penghargaan dan terima kasih disampaikan kepada Kemdiktisaintek, Yayasan Wakaf UMI, LLDIKTI Wilayah IX, pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi peserta, dewan juri, dosen pendamping, mitra masyarakat, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan.
Apresiasi khusus ditujukan kepada Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor III UMI, Prof. Dr. H. M. Kamal Hijaz, S.H., M.H., bersama seluruh panitia, mahasiswa, relawan, tenaga kependidikan, dan petugas lapangan yang bekerja penuh tanggung jawab. UMI juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Makassar, khususnya warga di sekitar kampus, atas pengertian dan dukungan selama kegiatan berlangsung.
Di tengah kebahagiaan tersebut, UMI tetap menyadari bahwa setiap penyelenggaraan besar memiliki ruang untuk diperbaiki. Karena itu, segala kekurangan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan berikutnya semakin baik.
Dari Panggung Spektakuler Menuju Reputasi yang Berdampak
Bagi UMI, keberhasilan Abdidaya Ormawa 2026 bukan hanya cerita tentang dua panggung yang meriah atau lima penghargaan yang dibawa pulang. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam membangun kepercayaan, memperluas jejaring nasional, mengembangkan kemampuan mahasiswa, dan memperkuat budaya pelayanan. Semangat tersebut sejalan dengan jati diri UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak.
Reputasi perguruan tinggi tidak cukup dibangun melalui kemegahan acara atau banyaknya penghargaan. Reputasi harus terus dirawat melalui mutu pendidikan, integritas, kepedulian, karya, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Abdidaya Ormawa 2026 telah berakhir, tetapi semangat pengabdian, persaudaraan, dan kepercayaan yang terbangun diharapkan terus hidup.
Dari Makassar, UMI membawa pulang pelajaran berharga: menjadi tuan rumah yang baik adalah kehormatan, meraih prestasi adalah kebahagiaan, dan menjaga kepercayaan adalah pengabdian yang harus terus dilanjutkan.
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Terima kasih, Indonesia, telah mempercayakan Abdidaya Ormawa 2026 kepada UMI. (Humas UMI)























































































































