UMI Tuan Rumah Rakor LLDIKTI IX, Bahas Konsorsium Berantas TB dan Kebijakan Pendidikan
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX. Rapat berlangsung di Aula Rapat Senat, Lantai 9 Menara UMI, Makassar, Jumat (2/10/2026).
Pertemuan dipimpin Plt. Kepala LLDIKTI IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), bersama Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Hadir pula para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari sejumlah provinsi di Sulawesi. Dua agenda menjadi perhatian dalam rapat tersebut. Pertama, pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Berantas Tuberculosis (TB). Kedua, penyamaan persepsi PTS terkait rencana kunjungan kerja Komisi X DPR RI mengenai evaluasi kebijakan Wajib Belajar dan usulan UKT Gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
UMI Siap Terlibat dalam Konsorsium TB
Pembentukan konsorsium menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk ikut mengambil peran dalam penanganan TB. WHO mencatat Indonesia termasuk negara dengan beban TB tertinggi di dunia dan menyumbang sekitar 10 persen kasus global pada 2024. (Organisasi Kesehatan Dunia)
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, mengatakan penanganan TB membutuhkan pendekatan lintas disiplin. Perguruan tinggi, kata dia, dapat mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi kepercayaan LLDIKTI IX kepada UMI. Untuk program penuntasan TB ini, UMI siap menerjunkan tim multidisiplin.”
Menurutnya, Fakultas Kedokteran dapat menjadi leading sector. Fakultas Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi, Teknik, dan disiplin ilmu lainnya dapat ikut mendukung sesuai bidang keahlian.
“Kita harus berbasis data. Apakah faktor utama TB di suatu wilayah murni kesehatan, lingkungan, atau genetik. Inilah wujud nyata UMI sebagai kampus berdampak yang hadir memberi solusi bagi bangsa.”
Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk memahami persoalan TB secara lebih menyeluruh. Kajian tersebut dapat menjadi dasar bagi intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.
Konsorsium Libatkan Tiga Kementerian
Plt. Kepala LLDIKTI IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), menyampaikan apresiasi kepada UMI yang menjadi tuan rumah rapat koordinasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antar-PTS di wilayah LLDIKTI IX. Konsorsium Berantas TB nantinya akan bersinergi dengan tiga kementerian. Ketiganya adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI.
“Indonesia saat ini berada di peringkat kedua kasus TB dunia. Melalui kolaborasi perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI IX, kita membentuk gerakan berskala nasional,” jelas Prof. Budu.
Ia juga mengatakan rapat tersebut menjadi momentum bagi pimpinan PTS untuk menyampaikan aspirasi. Salah satunya terkait keberlanjutan operasional PTS di tengah dinamika kebijakan UKT Gratis bagi PTN.
PTS Siapkan Sikap Bersama
Selain agenda kesehatan, rapat membahas rencana kunjungan kerja Komisi X DPR RI. Agenda tersebut berkaitan dengan evaluasi kebijakan Wajib Belajar dan usulan Kebijakan UKT Gratis di PTN. Forum menjadi ruang bagi PTS untuk menyamakan persepsi sebelum agenda tersebut berlangsung. Pembahasan diarahkan pada penyampaian aspirasi dan kondisi yang dihadapi perguruan tinggi swasta.
Rapat koordinasi ini dihadiri pimpinan sejumlah PTS dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Di antaranya Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Bosowa, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Fajar, Universitas Mega Buana Palopo, Universitas Kurnia Jaya Persada Palopo, dan Universitas Muhammadiyah Palopo.
Hadir pula Institut Kesehatan Pelamonia KESDAM VII/Wirabuana, Institut Toraja Raya Indonesia, Politeknik Maritim AMI Makassar, Universitas Al-Asyariah Mandar, Universitas Tomakaka Mamuju, Universitas Mandala Waluya Kendari, dan STIE 66 Kendari.
Melalui forum tersebut, LLDIKTI IX mendorong penguatan kolaborasi antar-PTS. UMI sebagai tuan rumah sekaligus bagian dari forum tersebut mengambil peran dalam penguatan kerja sama perguruan tinggi untuk menjawab persoalan kesehatan dan pendidikan. (Humas UMI)























































































































