Dari Kampus, Menjadi Dampak - Abdilah I. Jafar: Alumni Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners UMI, Kini Kepala UPTD Puskesmas Messa Halmahera Tengah
Alumnus Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Muslim Indonesia (UMI), Abdilah I. Jafar, S.Kep., Ns., membangun pengabdian sebagai perawat di Kabupaten Halmahera Tengah hingga pada 2025 dipercaya menjadi Kepala UPTD Puskesmas Messa. Tanggung jawabnya berkembang dari pelayanan keperawatan menjadi pengelolaan Puskesmas, program kesehatan, pelayanan promotif dan preventif, serta pembinaan kesehatan masyarakat.
MAKASSAR, umi.ac.id — Abdilah I. Jafar, S.Kep., Ns. merupakan alumnus Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Muslim Indonesia yang kini dipercaya sebagai Kepala UPTD Puskesmas Messa, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Perjalanan tersebut dimulai ketika Abdilah menempuh pendidikan Ilmu Keperawatan UMI pada 2011. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2015, kemudian melanjutkan pendidikan Profesi Ners UMI pada 2016 dan menyelesaikannya pada 2017.
Selama menjadi mahasiswa, Abdilah aktif dalam berbagai kegiatan di dalam dan luar kampus. Pada akhir pendidikan profesinya, ia meraih predikat Alumni Terbaik II Angkatan III Profesi Ners UMI. Setelah menyelesaikan pendidikan, kompetensi yang diperolehnya mulai digunakan dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Dari Profesi Ners menuju Puskesmas
Pada 2020, Abdilah mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil. Formasi yang dilamarnya ketika itu hanya tersedia untuk satu orang. Ia dinyatakan lulus seleksi dan kemudian mulai aktif menjalankan tugas sebagai ASN pada 2021, ketika pelayanan kesehatan masih menghadapi pandemi Covid-19. Abdilah ditempatkan sebagai perawat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. Di Puskesmas, ia menghadapi ruang kerja yang lebih luas daripada pelayanan keperawatan individual. Puskesmas juga menjalankan program kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, pelayanan keluarga, serta berbagai kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.
Dalam perjalanan tugasnya, Abdilah pernah mendapat tanggung jawab menjalankan lima hingga enam program kesehatan sekaligus. Pengalaman tersebut membuatnya tidak hanya memahami pelayanan kepada pasien, tetapi juga pelaksanaan program dan koordinasi pelayanan di tingkat Puskesmas.
Dipercaya Memimpin UPTD Puskesmas Messa
Pada 2025, tanggung jawab Abdilah berkembang ketika ia dipercaya menjadi Kepala UPTD Puskesmas Messa, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah. Posisi tersebut mengubah ruang tanggung jawabnya. Sebelumnya, ia menjalankan pelayanan sebagai tenaga kesehatan dan mengelola sejumlah program.
Sebagai kepala Puskesmas, ia harus memastikan keseluruhan pelayanan dan program dapat berjalan secara terkoordinasi. Pelayanan kepada pasien harus berjalan. Program kesehatan masyarakat harus dilaksanakan. Tenaga kesehatan harus dikoordinasikan. Kegiatan promotif dan preventif harus diperkuat. Pelayanan kepada keluarga dan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Perubahan tanggung jawab tersebut menunjukkan perkembangan dari kompetensi klinis menuju kepemimpinan pelayanan kesehatan primer.
Pengalaman Praktik di UMI Menjadi Bekal
Ada bagian dari pendidikan UMI yang secara khusus dirasakan manfaatnya oleh Abdilah ketika menjalankan tugas saat ini. Ia menyebut pengalaman praktik keperawatan komunitas dan keluarga selama menempuh pendidikan di UMI sebagai salah satu bekal penting dalam menjalankan tanggung jawab di Puskesmas. Hal ini relevan karena pelayanan Puskesmas tidak hanya menangani masyarakat ketika sakit.
Pelayanan kesehatan primer juga berkaitan dengan pencegahan, promosi kesehatan, keluarga, komunitas, dan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Pengalaman akademik tersebut kemudian bertemu langsung dengan kebutuhan pekerjaannya. Apa yang sebelumnya dipelajari dalam praktik komunitas dan keluarga kini menjadi bagian dari tanggung jawab sehari-hari dalam mengelola pelayanan kesehatan primer.
Dari Merawat Pasien menuju Mengelola Pelayanan
Perjalanan Abdilah menunjukkan perubahan ruang tanggung jawab yang jelas: Ilmu Keperawatan UMI → Profesi Ners UMI → Perawat ASN → Pengelola Program Kesehatan → Kepala UPTD Puskesmas Messa. Pada tahap awal, kompetensinya berhubungan langsung dengan pelayanan keperawatan. Ketika mendapat tanggung jawab program, cakupannya berkembang kepada masyarakat. Ketika menjadi kepala Puskesmas, tanggung jawabnya kembali meluas kepada pengelolaan organisasi dan pelayanan kesehatan primer.
Dari perjalanan tersebut, pembeda utama dapat dirumuskan: "Dari Pelayanan Keperawatan menuju Kepemimpinan Puskesmas." Diksi ini menjelaskan secara langsung perkembangan tanggung jawab Abdilah. Bukan perubahan profesi. Ia tetap berada dalam bidang kesehatan. Yang berubah adalah skala tanggung jawabnya. Dari seorang perawat yang memberikan pelayanan, menjadi kepala Puskesmas yang bertanggung jawab mengoordinasikan pelayanan.
Puskesmas Membutuhkan Kompetensi Klinis dan Manajerial
Menjadi kepala Puskesmas membuat seorang tenaga kesehatan berhadapan dengan dua kebutuhan sekaligus. Pertama, memahami substansi pelayanan kesehatan. Kedua, mampu mengelola organisasi yang memberikan pelayanan tersebut. Program harus direncanakan. Pelaksanaan harus dikoordinasikan. Tenaga kesehatan harus bekerja sesuai tugasnya. Kegiatan promotif dan preventif harus berjalan. Pelayanan harus dievaluasi. Kebutuhan masyarakat juga harus dipahami.
Pengalaman Abdilah sebagai perawat dan pengelola beberapa program menjadi bagian dari proses sebelum menerima tanggung jawab sebagai kepala Puskesmas. Di sinilah pendidikan dan pengalaman kerja saling melengkapi.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Abdilah I. Jafar, S.Kep., Ns. merupakan alumnus Ilmu Keperawatan Universitas Muslim Indonesia yang memulai pendidikan pada 2011 dan menyelesaikan sarjana pada 2015. Ia kemudian melanjutkan Profesi Ners di UMI pada 2016–2017 dan meraih predikat Alumni Terbaik II Angkatan III Profesi Ners UMI. Setelah lulus seleksi CPNS pada 2020, Abdilah mulai aktif sebagai ASN pada 2021 dan menjalankan tugas sebagai perawat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah.
Pengalamannya berkembang dari pelayanan keperawatan menuju pengelolaan berbagai program kesehatan. Pada 2025, ia kemudian dipercaya menjadi Kepala UPTD Puskesmas Messa, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Perjalanannya menunjukkan perkembangan yang terukur: pendidikan keperawatan → profesi Ners → pelayanan pasien → program kesehatan masyarakat → kepemimpinan Puskesmas. Ilmu yang diperoleh di UMI digunakan dalam profesi. Pengalaman profesi berkembang menjadi kemampuan mengelola program. Dan pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari bekalnya ketika dipercaya memimpin pelayanan kesehatan primer.
Dari Pelayanan Keperawatan menuju Kepemimpinan Puskesmas. Dari Kampus, Menjadi Dampak.
(Bersambung)























































































































