TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Thursday, 24 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Agus Ambo Djiwa: Alumni Pertanian UMI, Ikut Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Pasangkayu, Pernah Bupati Dua Periode, Kini Anggota Komisi IV DPR RI

Anisa Safitri 346 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Agus Ambo Djiwa: Alumni Pertanian UMI, Ikut Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten Pasangkayu, Pernah Bupati Dua Periode, Kini Anggota Komisi IV DPR RI

Dari Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P. menempuh perjalanan panjang dari pertanian dan usaha di kampung halaman menuju perjuangan pembentukan daerah, kepemimpinan pemerintahan, hingga parlemen nasional. Ia pernah menjadi Ketua Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu, Wakil Bupati, Bupati dua periode, dan kini menjadi Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Barat.

MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak banyak alumni yang perjalanan hidupnya ikut bersinggungan dengan lahirnya sebuah kabupaten. Agus Ambo Djiwa adalah salah satunya. Jauh sebelum menjadi kepala daerah dan anggota DPR RI, ia adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia. Ia mengambil Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1992.

Setelah kuliah, Agus tidak langsung menuju ruang kekuasaan. Ia pulang. Kembali ke kampung halaman. Membuka kebun kakao. Mengembangkan usaha. Dan dari sanalah ia melihat sendiri satu persoalan mendasar: sebuah daerah dapat memiliki sumber daya yang besar, tetapi potensi itu sulit berkembang apabila pembangunan belum menjangkaunya secara optimal.

Ketika Alumni Pulang dan Membaca Daerahnya

Sarudu menjadi salah satu ruang awal perjalanan Agus setelah meninggalkan UMI. Ia mengembangkan kebun kakao dan usaha pengolahan kayu dengan menggandeng investor. Pengalaman tersebut mempertemukannya langsung dengan kehidupan ekonomi masyarakat.

Ia melihat pertanian. Melihat potensi wilayah. Melihat akses. Dan melihat jarak antara potensi daerah dengan kemampuan wilayah untuk mengelolanya.

Ketika itu Pasangkayu, Sarudu, Baras, dan Bambalamotu masih menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju. Perjalanan menuju pusat pemerintahan jauh. Kebutuhan pembangunan besar. Sementara wilayah memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.

Persoalan itu kemudian berkembang menjadi gagasan yang jauh lebih besar: membentuk daerah otonom baru.

Ikut Memperjuangkan Lahirnya Kabupaten

Momentum desentralisasi setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 membuka ruang bagi perjuangan tersebut. Dokumen resmi Pemerintah Kabupaten Pasangkayu mencatat terbentuknya Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu (KAPKP) dengan Ir. Agus Ambo Djiwa sebagai ketua.

Komite tersebut menghimpun generasi muda dan tokoh masyarakat dari Sarudu, Baras, Pasangkayu, dan Bambalamotu, dengan jejaring perjuangan yang menjangkau Palu, Makassar, Mamuju, hingga Jakarta.

Perjuangan tersebut bukan pekerjaan satu orang. Ada banyak tokoh. Ada masyarakat. Ada generasi muda. Ada proses politik dan administratif. Agus berada di dalam gerakan kolektif itu sebagai salah satu penggeraknya.

Perjuangan tersebut akhirnya menghasilkan pembentukan Kabupaten Mamuju Utara melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2003. Pada 2017, Kabupaten Mamuju Utara kemudian resmi berganti nama menjadi Kabupaten Pasangkayu.

Dari sinilah pembeda utama perjalanan Agus terlihat. Ia tidak datang ke sebuah kabupaten yang sudah selesai dibentuk untuk kemudian memimpin. Ia terlebih dahulu ikut memperjuangkan kelahirannya.

Dari Memperjuangkan Daerah menuju Mengurusnya

Setelah kabupaten terbentuk, perjalanan Agus memasuki fase berbeda. Jika sebelumnya perjuangannya adalah menghadirkan sebuah daerah otonom, tantangan berikutnya jauh lebih konkret: bagaimana membangun daerah tersebut.

Agus kemudian menjadi Wakil Bupati Mamuju Utara periode 2005–2010. Setelah itu, ia dipercaya memimpin sebagai Bupati. Ia menjalani dua periode kepemimpinan kepala daerah hingga 2021, melewati perubahan nama Mamuju Utara menjadi Kabupaten Pasangkayu.

Perubahan peran tersebut sangat besar. Memperjuangkan pembentukan daerah membutuhkan keberanian dan konsolidasi. Memimpin daerah membutuhkan kemampuan mengubah gagasan menjadi program, pelayanan, infrastruktur, dan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Pertanian Tetap Menjadi Benang Merah

Latar belakang Fakultas Pertanian UMI tidak hilang ketika Agus memasuki pemerintahan. Justru pertanian tetap menjadi salah satu perspektif penting dalam melihat pembangunan daerah.

Dalam periode kepemimpinannya, pembangunan ekonomi rakyat antara lain diarahkan pada potensi yang dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk perkebunan kakao dan kelapa sawit, peternakan, serta sektor kelautan.

Logikanya sederhana: daerah harus bertumbuh dari kekuatan yang benar-benar dimilikinya.

Pembangunan tidak cukup dimulai dari apa yang terlihat bagus dalam dokumen. Ia harus membaca tanahnya. Membaca masyarakatnya. Membaca mata pencahariannya. Dan memahami potensi yang dapat dikembangkan.

Dari perjalanan inilah lahir diksi utama: "Membangun dari Akar Daerah."

Karena pembangunan yang bertahan tidak hanya datang dari atas. Ia tumbuh ketika kebijakan bertemu dengan potensi dan kebutuhan nyata masyarakat.

Pernah Kembali ke Fakultas Pertanian UMI

Hubungan Agus dengan almamater juga tidak berhenti setelah ia meninggalkan kampus. Pada 2013, ia kembali ke Fakultas Pertanian UMI untuk memberikan kuliah umum.

Tema yang dibawanya sangat dekat dengan perjalanan hidupnya: "Sumbangan Pemikiran Alumni dalam Pembangunan Pertanian, Kini dan Masa Akan Datang."

Ada makna menarik dari momentum tersebut. Dulu, Agus duduk di kampus mempelajari Sosial Ekonomi Pertanian. Kemudian ia kembali ke daerah. Menjadi petani dan pelaku usaha. Terlibat dalam perjuangan pembentukan kabupaten. Masuk pemerintahan. Lalu kembali ke kampus membawa pengalaman pembangunan untuk dibagikan kepada mahasiswa.

Ilmu bergerak dari kampus menuju masyarakat. Pengalaman dari masyarakat kemudian kembali menjadi pengetahuan di kampus.

Dari Pasangkayu menuju Senayan

Perjalanan Agus kemudian memasuki skala pengabdian yang lebih luas. Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Barat. Komisi Pemilihan Umum menetapkan perolehan 64.731 suara sah untuk Agus Ambo Djiwa.

Di DPR RI, ia menjadi Anggota Komisi IV. Ruang kerjanya kembali bertemu dengan bidang yang memiliki hubungan kuat dengan perjalanan sebelumnya: pertanian, pangan, kehutanan, kelautan, dan sektor-sektor yang dekat dengan kehidupan masyarakat berbasis sumber daya alam. Perjalanan itu seperti membentuk lingkaran panjang. Mahasiswa Pertanian UMI → Petani dan Pelaku Usaha → Penggerak Pembentukan Kabupaten → Wakil Bupati → Bupati Dua Periode → Anggota Komisi IV DPR RI.

Skala pengabdiannya berubah. Tetapi persoalan yang ditemuinya tetap memiliki akar yang sama: bagaimana sumber daya dapat memberi manfaat lebih besar kepada masyarakat.

Pengalaman Daerah Dibawa ke Kebijakan Nasional

Ada nilai penting ketika pengalaman kepala daerah masuk ke ruang parlemen. Daerah tidak lagi hanya dilihat sebagai angka dalam laporan. Ada pengalaman mengenai jarak. Ada petani. Ada perkebunan. Ada desa. Ada kebutuhan infrastruktur. Ada persoalan distribusi. Ada pelayanan publik. Dan ada konsekuensi nyata dari sebuah kebijakan nasional ketika diterapkan di lapangan.

Pada September 2026, misalnya, dalam kapasitasnya sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, Agus menyoroti akses pupuk bersubsidi bagi petani kecil kelapa sawit. Isu tersebut sangat dekat dengan realitas daerah penghasil komoditas perkebunan. Di titik ini, perjalanan dari kampung menuju parlemen memperoleh makna: pengalaman lokal menjadi perspektif dalam membaca kebijakan nasional.

Bukan Sekadar Pernah Menjadi Bupati

Jika perjalanan Agus hanya ditulis sebagai mantan Bupati Pasangkayu yang kini menjadi anggota DPR RI, ada bagian besar dari ceritanya yang hilang. Sebelum menjadi bupati, ia ikut memperjuangkan pembentukan kabupaten yang kelak dipimpinnya. Sebelum memasuki pemerintahan, ia pernah kembali ke kampung dan mengelola usaha. Sebelum berbicara tentang kebijakan pertanian di tingkat nasional, ia belajar Sosial Ekonomi Pertanian di UMI dan hidup dekat dengan realitas daerah. Karena itu, perjalanan bukan terutama cerita tentang perpindahan jabatan. Ini adalah cerita tentang perluasan skala pengabdian. Dari kampung. Ke kabupaten. Kemudian ke ruang kebijakan nasional.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Dr. Ir. H. Agus Ambo Djiwa, M.P. merupakan alumnus Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia yang menyelesaikan pendidikan Sosial Ekonomi Pertanian pada 1992. Setelah kembali ke kampung halaman, ia berkegiatan di sektor pertanian dan usaha, kemudian terlibat dalam perjuangan pembentukan Kabupaten Mamuju Utara yang kini bernama Kabupaten Pasangkayu.

Ia dipercaya menjadi Ketua Komite Aksi Pembentukan Kabupaten Pasangkayu, kemudian menjadi Wakil Bupati, memimpin sebagai Bupati selama dua periode, dan kini mengemban amanah sebagai Anggota Komisi IV DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Sulawesi Barat. Perjalanannya menunjukkan satu bentuk dampak alumni yang tidak sederhana. Ia belajar tentang pertanian. Pulang membaca potensi daerah. Ikut memperjuangkan lahirnya pemerintahan baru. Kemudian ikut mengurus daerah yang diperjuangkannya. Dan kini membawa pengalaman tersebut ke ruang kebijakan nasional.

Dari kampus menuju kampung. Dari kampung menuju kabupaten. Dari kabupaten menuju parlemen.

Tetapi benang merahnya tetap sama: membangun dari apa yang dimiliki dan dibutuhkan masyarakat.

Membangun dari Akar Daerah. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas Islam Riau
Hiroshima University
Universitas Andi Djemma
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
PT Jasa Raharja
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Nas Media Indonesia
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Marinduque State University
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Griffith University
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Mega Buana
Politeknik Cendana
Bank Sulselbar Syariah
Pemerintah Kota Makassar
Bank Panin Dubai Syariah
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Malaysia Terengganu
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Bank Syariah Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Balikpapan
Binaskil Academy Malaysia
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
National University of Singapore
Alliance Française de Makassar
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Mega Syariah
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Daerah Kota Parepare
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Syariah Nasional
STISIP Veteran Palopo
Universitas Islam Riau
Hiroshima University
Universitas Andi Djemma
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
PT Jasa Raharja
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Nas Media Indonesia
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Marinduque State University
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Griffith University
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Mega Buana
Politeknik Cendana
Bank Sulselbar Syariah
Pemerintah Kota Makassar
Bank Panin Dubai Syariah
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Malaysia Terengganu
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Bank Syariah Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Balikpapan
Binaskil Academy Malaysia
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
National University of Singapore
Alliance Française de Makassar
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Mega Syariah
Bank Rakyat Indonesia
Pemerintah Daerah Kota Parepare
University Of Michigan - Ann Arbo
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Syariah Nasional
STISIP Veteran Palopo
Universitas Muhammadiyah Parepare
AMDA International
Politeknik Dewantara
Sanjivani University
Universitas Hasanuddin
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Indosat Tbk
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Muamalat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
PT Kogas Driyap Konsultan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Rakyat Sulsel
Universiti Sains Islam Malaysia
Tribun Timur
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Politeknik Palopo
Kementerian Hukum RI
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
PT Zahir Internasional
ITBM Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Sulselbar
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Detik.com
Institut Teknologi Bandung
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Online Scholarship Competition (OSC)
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Islam Bandung
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Mandiri
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Ibnu Sina
Universitas Muhammadiyah Palopo
Ruijie Networks Co., Ltd.
Erzurum Technical University
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Universiti Malaya
Bank Negara Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Perbanas Institute
Universitas Muhammadiyah Parepare
AMDA International
Politeknik Dewantara
Sanjivani University
Universitas Hasanuddin
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Indosat Tbk
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Muamalat
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
PT Kogas Driyap Konsultan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Rakyat Sulsel
Universiti Sains Islam Malaysia
Tribun Timur
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Politeknik Palopo
Kementerian Hukum RI
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
PT Zahir Internasional
ITBM Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Sulselbar
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Detik.com
Institut Teknologi Bandung
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Online Scholarship Competition (OSC)
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Islam Bandung
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universitas Islam Al-Azhar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Mandiri
PT Marlip Indo Mandiri
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Ibnu Sina
Universitas Muhammadiyah Palopo
Ruijie Networks Co., Ltd.
Erzurum Technical University
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Universiti Malaya
Bank Negara Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Perbanas Institute