Dari Kampus, Menjadi Dampak - Aryadi Mandaya: Alumni Kesehatan Masyarakat UMI, Pernah Pimpin BPPRD dan DPMPTSP, Kini Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula
Alumnus Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI), Hi. Aryadi Mandaya, S.KM., membangun perjalanan panjang sebagai ASN melalui berbagai bidang pemerintahan. Dari perencanaan kesehatan, pengadaan barang dan jasa, administrasi DPRD, pendapatan daerah hingga pelayanan perizinan, kini ia dipercaya sebagai Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
MAKASSAR, umi.ac.id — Hi. Aryadi Mandaya, S.KM. merupakan alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada 7 Februari 2007. Pendidikan Kesehatan Masyarakat menjadi titik awal perjalanan profesionalnya. Namun setelah memasuki birokrasi, tanggung jawab Aryadi berkembang jauh melampaui satu bidang. Ia pernah bekerja dalam perencanaan kesehatan, pengadaan barang dan jasa, administrasi DPRD, pengelolaan pendapatan daerah, pelayanan perizinan hingga tata kelola organisasi pemerintahan.
Kini, perjalanan tersebut membawanya pada tanggung jawab sebagai Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula. Dokumen daftar pejabat Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2025 mencatat Aryadi Mandaya, S.KM. sebagai Kepala Bagian Organisasi pada Sekretariat Daerah.
Berawal dari Kesehatan Masyarakat UMI
Aryadi menyelesaikan pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Muslim Indonesia pada 2007. Pendidikan tersebut kemudian menjadi bekal awal ketika ia memasuki dunia pemerintahan.
Salah satu fase awal perjalanan birokrasi Aryadi berada pada sektor kesehatan. Ia pernah menjalankan tugas sebagai Kepala Sub Bagian Perencanaan Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sula. Keterlibatannya dalam sektor kesehatan juga tercatat dalam pelaksanaan Riset Kesehatan Dasar. Dokumen Kementerian Kesehatan mencatat Aryadi Mandaya, S.KM. sebagai Penanggung Jawab Operasional Kabupaten Kepulauan Sula dalam Riskesdas 2013.
Dari sektor kesehatan, perjalanan birokrasi Aryadi kemudian berkembang ke berbagai bidang pemerintahan.
Memimpin Pengadaan Barang dan Jasa
Aryadi kemudian memasuki bidang pengadaan barang dan jasa. Ia pernah dipercaya memimpin Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kepulauan Sula. Pengalaman tersebut kemudian berkembang ketika ia menjalankan tugas sebagai Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Pulau Taliabu, lalu menjalankan tanggung jawab serupa di Kabupaten Banggai Kepulauan.
Fase ini memperluas pengalaman Aryadi dari pelayanan kesehatan menuju tata kelola pemerintahan. Pengadaan barang dan jasa membutuhkan perencanaan, administrasi, kepatuhan terhadap ketentuan, koordinasi lintas perangkat daerah, serta akuntabilitas. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan birokrasi berikutnya.
Kembali ke Kesehatan, Lalu Administrasi DPRD
Perjalanan Aryadi kemudian kembali bersentuhan dengan bidang kesehatan. Ia pernah dipercaya menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Kepulauan. Posisi tersebut mempertemukan pengalaman awalnya dalam Kesehatan Masyarakat dengan tanggung jawab manajerial dalam organisasi perangkat daerah.
Kariernya kemudian berkembang ke lingkungan DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai Kepala Bagian Administrasi Kesekretariatan, Program dan Keuangan. Dengan demikian, ruang kerjanya semakin luas: dari perencanaan kesehatan menuju pengadaan, dari pengadaan kembali ke manajemen kesehatan, kemudian berkembang ke administrasi, program, dan keuangan lembaga legislatif daerah.
Dipercaya Memimpin Pendapatan Daerah
Salah satu fase penting berikutnya adalah ketika Aryadi dipercaya memimpin Badan Pengelolaan Pendapatan, Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Kepulauan Sula. Pada 2021, pemberitaan pelantikan pejabat Kabupaten Kepulauan Sula mencatat Aryadi Mandaya sebagai Kepala Badan Pengelola Pendapatan, Pajak dan Retribusi Daerah. Posisi tersebut juga terdokumentasi oleh Direktorat Jenderal Pajak.
Dalam agenda koordinasi optimalisasi pemungutan pajak pusat dan daerah, DJP mencatat Aryadi Mandaya sebagai Kepala BPPRD Kabupaten Kepulauan Sula. Pada kesempatan lain, DJP kembali mencatat Aryadi dalam kapasitas yang sama ketika BPPRD Kepulauan Sula berkoordinasi dengan KP2KP Sanana terkait data PBB-P2 dan penggalian potensi perpajakan.
Posisi tersebut menunjukkan perkembangan besar dalam tanggung jawab Aryadi. Dari seorang aparatur dengan latar belakang Kesehatan Masyarakat, ia kemudian dipercaya memimpin organisasi yang berhubungan dengan pendapatan, pajak, dan retribusi daerah.
Memimpin Pelayanan Perizinan dan Investasi
Perjalanan Aryadi juga berkembang ke sektor pelayanan perizinan dan investasi. Ia pernah dipercaya memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kepulauan Sula. Dokumentasi pemerintahan daerah yang tersedia untuk periode tersebut mencatat Aryadi Mandaya sebagai Kepala Dinas PTSP Kabupaten Kepulauan Sula.
Pengalaman ini menambah satu lagi dimensi perjalanan birokrasi Aryadi. Jika pada BPPRD ia berhadapan dengan pendapatan dan perpajakan daerah, pada pelayanan terpadu satu pintu ruang tanggung jawabnya berkaitan dengan pelayanan perizinan dan aktivitas penanaman modal. Perjalanan kariernya semakin memperlihatkan satu karakter utama: kemampuan beradaptasi pada berbagai fungsi pemerintahan.
Kini Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula
Setelah menjalani berbagai posisi tersebut, Aryadi kini menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula. Dokumen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula terkait peserta assessment 2025 mencatat Aryadi Mandaya, S.KM. sebagai Kepala Bagian Organisasi pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sula.
Posisi ini memiliki karakter berbeda dibandingkan jabatan-jabatan sebelumnya. Bagian organisasi berkaitan dengan bagaimana perangkat pemerintahan ditata dan bagaimana tata kelola organisasi mendukung pelaksanaan pemerintahan.
Bagi Aryadi, tanggung jawab tersebut datang setelah pengalaman panjang di berbagai sektor. Ia pernah melihat birokrasi dari sektor kesehatan, mengelola pengadaan, bekerja dalam administrasi DPRD, memimpin pengelolaan pendapatan daerah, dan juga memimpin pelayanan perizinan. Kini, pengalaman lintas sektor tersebut menjadi bagian dari bekalnya dalam menjalankan tugas pada bidang organisasi pemerintahan.
Dari Kesehatan Masyarakat menuju Tata Kelola Pemerintahan
Inilah pembeda utama #085. Aryadi tidak membangun karier hanya pada satu organisasi perangkat daerah. Perjalanannya bergerak melalui berbagai fungsi pemerintahan: Kesehatan Masyarakat UMI → Perencanaan Kesehatan → Pengadaan Barang dan Jasa → Manajemen Dinas Kesehatan → Administrasi DPRD → Pendapatan, Pajak dan Retribusi Daerah → Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu → Organisasi Pemerintahan.
Lintasan tersebut menunjukkan perkembangan kompetensi seorang aparatur melalui pengalaman yang beragam. Setiap posisi menambahkan perspektif berbeda. Kesehatan memperkenalkannya pada pelayanan masyarakat. Pengadaan memperkuat pengalaman tata kelola. Administrasi DPRD memperluas pemahaman program dan keuangan. Pendapatan daerah membawanya pada pengelolaan fiskal daerah. Pelayanan terpadu satu pintu mempertemukannya dengan pelayanan perizinan dan investasi. Kini, Bagian Organisasi menempatkannya pada tata kelola kelembagaan pemerintahan.
Pengalaman Lintas OPD Menjadi Pembeda
Perjalanan Aryadi menunjukkan bahwa kompetensi seorang ASN dapat berkembang melampaui disiplin pendidikan awalnya. Pendidikan Kesehatan Masyarakat tetap menjadi fondasi akademiknya. Namun pengalaman kerja membentuk kompetensi berikutnya.
Karena itu, perjalanan #085 bukan sekadar kisah perpindahan jabatan. Yang lebih penting adalah akumulasi pengalaman lintas fungsi pemerintahan. Dari satu tanggung jawab ke tanggung jawab berikutnya, Aryadi memperoleh pemahaman terhadap berbagai bagian yang membentuk pelayanan pemerintah daerah. Dari sana lahir diksi utama: "Pengalaman Lintas OPD." Pengalaman itu kini dibawa ketika ia menjalankan tanggung jawab pada Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Hi. Aryadi Mandaya, S.KM. merupakan alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada 7 Februari 2007. Perjalanan profesionalnya berkembang melalui berbagai bidang pemerintahan. Ia pernah menjalankan tanggung jawab pada sektor kesehatan, pengadaan barang dan jasa, administrasi DPRD, pengelolaan pendapatan dan pajak daerah, serta pelayanan perizinan dan investasi. Riwayatnya sebagai Kepala BPPRD Kabupaten Kepulauan Sula tercatat dalam dokumentasi Direktorat Jenderal Pajak.
Kini, Aryadi Mandaya menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Bagian Organisasi Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Perjalanannya dapat dirangkum: Kesehatan Masyarakat → Pelayanan Publik → Pengadaan → Administrasi → Pendapatan Daerah → Perizinan dan Investasi → Tata Kelola Organisasi Pemerintahan. Dari UMI, ia memperoleh dasar pendidikan. Dari berbagai OPD, ia memperoleh pengalaman. Kini, pengalaman lintas bidang tersebut menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam tata kelola organisasi pemerintah daerah.
Dari Kesehatan Masyarakat menuju Tata Kelola Pemerintahan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































