Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin: Alumni Teknik Industri & Profesi Insinyur UMI, Kini Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Konawe Utara
Alumnus Program Studi Teknik dan Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI)—yang kini bernama Program Studi Teknik Industri—Dr. Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. membangun karier dari pekerjaan teknis infrastruktur, sumber daya air, pengembangan wilayah dan tata ruang hingga dipercaya memimpin perangkat daerah. Kini ia menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Utara. Pada Juli 2026, ia juga menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo dengan predikat cumlaude.
MAKASSAR, umi.ac.id — Dr. Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. merupakan alumnus Program Studi Teknik dan Manajemen Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang kini bernama Program Studi Teknik Industri. Pendidikan di UMI menjadi bagian awal dari perjalanan panjangnya dalam pembangunan daerah.
Dari pekerjaan teknis, ia berkembang menjadi pengelola kegiatan. Dari pengelolaan kegiatan, tanggung jawabnya berkembang pada bidang sumber daya air, pengembangan wilayah dan tata ruang. Dari sana, Dedeng kemudian memasuki jenjang kepemimpinan perangkat daerah.
Kini ia menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Posisi tersebut tercatat dalam komposisi pimpinan OPD yang dilantik Pemerintah Kabupaten Konawe Utara pada Februari 2026.
Dari Teknik dan Manajemen Industri UMI
Dedeng menempuh pendidikan Program Studi Teknik dan Manajemen Industri Fakultas Teknologi Industri UMI pada 2001–2005. Program studi tersebut dalam perkembangannya kini bernama Program Studi Teknik Industri.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Dedeng melanjutkan Magister Manajemen dengan konsentrasi Sumber Daya Manusia di UMI. Hubungannya dengan UMI berlanjut ketika ia menempuh Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI. Pendidikan akademik dan profesi tersebut kemudian diperkuat dengan pengakuan kompetensi sebagai Insinyur Profesional Madya (IPM) dan ASEAN Engineer pada 2018.
Dengan demikian, UMI hadir dalam beberapa fase penting pendidikan dan pengembangan profesinya: Teknik dan Manajemen Industri → Magister Manajemen → Profesi Insinyur.
Karier Panjang di Infrastruktur Daerah
Karier Dedeng sebagai aparatur pemerintah banyak berkembang dalam bidang teknis pembangunan. Ia mengawali perjalanan kedinasannya melalui pekerjaan pada bidang Cipta Karya di Kabupaten Konawe Selatan. Pengalamannya kemudian berkembang dalam bidang pekerjaan umum di Konawe Selatan dan Konawe Utara.
Di Konawe Utara, Dedeng menjalankan berbagai tanggung jawab yang berkaitan dengan sumber daya air, pengairan, pengembangan wilayah, tata ruang, Bina Marga, dan Cipta Karya. Ia juga pernah menjalankan tanggung jawab sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada sejumlah bidang teknis.
Posisi tersebut membuatnya berhadapan langsung dengan perencanaan, pelaksanaan kegiatan, pengendalian pekerjaan, administrasi proyek, serta berbagai persoalan teknis pembangunan daerah. Pengalaman itu tidak dibangun dalam waktu singkat. Dedeng bertumbuh dari pekerjaan teknis menuju tanggung jawab manajerial secara bertahap.
Dari Pekerjaan Teknis menuju Kepemimpinan OPD
Perjalanan panjang dalam bidang pekerjaan umum kemudian membawanya ke jenjang kepemimpinan organisasi. Pada 2021–2025, Dedeng dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Konawe Utara.
Posisi tersebut menjadi fase penting. Jika sebelumnya ia banyak bekerja pada aspek teknis dan pengelolaan kegiatan, sebagai sekretaris dinas tanggung jawabnya berkembang pada koordinasi organisasi, administrasi, program, sumber daya dan dukungan manajemen perangkat daerah.
Pada Januari 2025, tanggung jawab tersebut kembali berkembang. Dedeng dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Konawe Utara berdasarkan SK Bupati Konawe Utara Nomor 75 Tahun 2025. Perubahan tersebut memperluas pengalaman Dedeng dari pembangunan infrastruktur menuju pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa. Ia tidak lagi hanya berhadapan dengan pembangunan fisik. Tanggung jawabnya berkembang pada pembangunan masyarakat dan desa.
Kini Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman
Pada Februari 2026, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara kembali melakukan rotasi pimpinan organisasi perangkat daerah. Dalam komposisi tersebut, Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin, S.T., M.M. dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Utara.
Jabatan tersebut mempertemukan kembali Dedeng dengan bidang yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya. Perumahan dan kawasan permukiman berhubungan dengan kebutuhan dasar masyarakat serta perkembangan wilayah. Pengalaman sebelumnya dalam Cipta Karya, sumber daya air, pengembangan wilayah, pekerjaan umum dan tata ruang memberikan konteks profesional terhadap tanggung jawab yang kini dijalankannya.
Karena itu, perjalanan Dedeng tidak dapat dibaca hanya dari jabatan terakhir. Ada akumulasi pengalaman teknis sebelum ia sampai pada posisi kepala dinas. Perjalanannya berkembang melalui pola: Teknik dan Manajemen Industri UMI → Pekerjaan Teknis Infrastruktur → PPTK/PPK → Sumber Daya Air → Pengembangan Wilayah → Tata Ruang → Sekretaris Dinas PUPR → Kepala Dinas PMD → Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Dari Insinyur menjadi Pengelola Pembangunan Daerah
Inilah pembeda utama perjalanan seri ini. Dedeng tidak masuk ke jabatan pimpinan perangkat daerah tanpa pengalaman teknis sebelumnya. Ia mengalami proses dari pekerjaan lapangan, pengelolaan kegiatan, pengawasan pekerjaan, pengembangan wilayah hingga manajemen organisasi.
Kompetensi keinsinyurannya juga diperkuat melalui Program Profesi Insinyur UMI serta pengakuan IPM dan ASEAN Engineer. Di luar tugas kedinasan, ia pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Persatuan Insinyur Indonesia Kabupaten Konawe Utara periode 2018–2022.
Karena itu, perjalanan Dedeng memperlihatkan pertemuan antara tiga unsur: kompetensi teknik, pengalaman birokrasi, dan kepemimpinan pembangunan daerah. Ketiganya kini bertemu pada tanggung jawabnya sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Menyelesaikan Doktor di Tengah Tanggung Jawab sebagai Kepala Dinas
Tahun 2026 juga menjadi fase penting dalam perjalanan akademik Dedeng. Di tengah tanggung jawab memimpin Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Utara, ia menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Manajemen pada Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo.
Pada 13 Juli 2026, Dedeng mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor. Ia memperoleh nilai rata-rata 89,8, IPK 3,94, dan dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Penelitiannya berfokus pada peningkatan kualitas aparatur desa.
Capaian tersebut menambah satu dimensi dalam perjalanan profesionalnya. Ia telah memiliki pengalaman teknis. Ia memiliki kompetensi profesi insinyur. Ia telah memimpin perangkat daerah. Dan ia terus meningkatkan kapasitas akademiknya hingga jenjang doktor.
Infrastruktur Bukan Hanya Pekerjaan Fisik
Pengalaman Dedeng memperlihatkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan lebih dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan fisik. Ada perencanaan, ada anggaran, ada standar teknis, ada pengelolaan proyek, ada koordinasi organisasi, ada kebutuhan masyarakat, dan ada keberlanjutan pembangunan wilayah.
Pengalaman lintas bidang membuat Dedeng melihat pembangunan dari beberapa sisi. Ia pernah berada pada posisi teknis. Ia pernah menjadi pengelola kegiatan. Ia pernah menjadi sekretaris dinas. Ia pernah memimpin pemberdayaan masyarakat dan desa. Kini ia memimpin urusan perumahan dan kawasan permukiman. Perjalanan tersebut membentuk pemahaman pembangunan yang tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga mengenai wilayah, organisasi, dan masyarakat yang dilayani.
Dari Kompetensi Teknik menuju Kepemimpinan Infrastruktur
Perjalanan Dedeng dapat dibaca sebagai perkembangan skala tanggung jawab. Pada tahap awal, ia menangani pekerjaan dan kegiatan teknis. Kemudian ia mengelola bidang dan organisasi. Pada tahap berikutnya, ia dipercaya memimpin perangkat daerah.
Karena itu, diksi utama dari adalah: "Dari Kompetensi Teknik menuju Kepemimpinan Infrastruktur." Kalimat tersebut menjadi pembeda profil Dedeng. Ia bukan hanya ASN yang kini menjadi kepala dinas. Ia merupakan alumnus Teknik dan Manajemen Industri serta Profesi Insinyur UMI yang membangun pengalaman teknis cukup panjang sebelum dipercaya memimpin sektor perumahan dan kawasan permukiman Kabupaten Konawe Utara.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Ir. Dedeng Desriadi Amiruddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. merupakan alumnus Program Studi Teknik dan Manajemen Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia—yang kini bernama Program Studi Teknik Industri. Ia juga menyelesaikan Magister Manajemen dan Program Profesi Insinyur di UMI.
Perjalanan profesionalnya berkembang melalui pekerjaan teknis pada bidang Cipta Karya, Bina Marga, sumber daya air, pengembangan wilayah dan tata ruang. Ia kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Konawe Utara pada 2021–2025. Pada 2025, Dedeng dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Konawe Utara. Sejak Februari 2026, ia menjabat Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Konawe Utara.
Pada Juli 2026, perjalanan akademiknya mencapai jenjang doktor setelah menyelesaikan Program Doktor Ilmu Manajemen Universitas Halu Oleo dengan predikat cumlaude.
Perjalanannya memperlihatkan perkembangan yang jelas: pendidikan teknik → pengalaman lapangan → pengelolaan proyek → profesi insinyur → manajemen OPD → kepemimpinan pembangunan daerah.
Dari kampus, ia memperoleh dasar keilmuan. Dari lapangan, ia membangun pengalaman. Dari profesi insinyur, ia memperkuat kompetensi. Dari birokrasi, ia memperluas tanggung jawab. Kini, pengalaman tersebut digunakan untuk memimpin sektor yang berkaitan langsung dengan perumahan dan kawasan permukiman masyarakat Konawe Utara.
Dari Kompetensi Teknik menuju Kepemimpinan Infrastruktur.
Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































