Dari Kampus, Menjadi Dampak - Hadi Wijaya Ismail, S.P.: Alumni Fakultas Pertanian UMI, Kini Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Soppeng
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengalaman organisasi sejak mahasiswa menjadi bagian dari perjalanan Hadi Wijaya Ismail, S.P., menuju pengabdian publik. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Soppeng periode 2024–2029 dan mengemban amanah sebagai Ketua Fraksi Golkar.
Sebelum memasuki lembaga legislatif, Hadi mengembangkan pengalaman dalam organisasi mahasiswa, kegiatan sosial, pengelolaan usaha, dan organisasi kepemudaan. Berbagai aktivitas tersebut mempertemukannya dengan kebutuhan membangun komunikasi, mengelola tanggung jawab, dan bekerja bersama masyarakat.
Belajar Berorganisasi di Fakultas Pertanian UMI
Lahir pada 17 April 1996, Hadi menempuh pendidikan di UMI pada 2014–2019. Selama kuliah, ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) Fakultas Pertanian UMI periode 2016–2017.
Pada periode yang sama, ia dipercaya sebagai Ketua IMPS UMI. Pengalaman kepemimpinannya berlanjut melalui amanah sebagai Kepala Bidang Advokasi BEM Fakultas Pertanian UMI periode 2017–2018.
Ia juga pernah menjadi Pembina IMPS Rayon Lilirilau, terlibat dalam Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia, serta menjadi Koordinator Daerah Dewan Pengurus Pusat POPMASEPI periode 2016–2017.
Organisasi menjadi ruang untuk belajar menyampaikan gagasan, menyiapkan kegiatan, memahami aspirasi, dan menyelesaikan pekerjaan bersama. Pengalaman tersebut melengkapi pendidikan akademiknya dengan pembelajaran kepemimpinan dan tanggung jawab sosial.
Memperluas Pengalaman Sosial dan Kewirausahaan
Di luar organisasi kampus, Hadi aktif dalam Indonesia Future Leaders Chapter Makassar sebagai Kepala Bidang Humas, menjadi relawan Rumah Berbagi Asa, serta berkegiatan di HMI Komisariat Pertanian UMI.
Keterlibatannya di Soppeng mencakup amanah sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila, Pembina Soppeng Youth Forum, dan pendiri Kerukunan Mahasiswa Pertanian Indonesia Soppeng. Ia juga pernah menjadi Duta Anti Narkoba Sulawesi Selatan.
Pengalaman dalam pemberdayaan ekonomi dijalaninya melalui tugas sebagai Direktur Badan Usaha Milik Desa Barang. Ia turut aktif dalam Karang Taruna Pawiloi Desa Barang dan menjadi Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Cabang Soppeng.
Di bidang usaha, Hadi memiliki pengalaman pada CV Hadiwijaya Agro Mulia, CV Rizky Maraja, dan CV Maryam Rizky Berjaya.
Jejaring organisasinya juga berkembang melalui AMPI Soppeng, tempat ia pernah menjadi sekretaris kemudian wakil ketua. Ia turut mengemban tugas sebagai Bendahara BPC HIPMI Soppeng dan Wakil Ketua BAKASTRA BPD HIPMI Sulawesi Selatan.
Membawa Pengalaman ke Ruang Legislatif
Pada Pemilu 2024, Hadi terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Soppeng melalui Partai Golkar. Tanggung jawab sebagai Ketua Fraksi Golkar menempatkannya dalam koordinasi kerja fraksi dan pembahasan berbagai persoalan daerah.
Laman resmi DPRD Soppeng juga mencatat keterlibatannya sebagai Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda).
Dalam kegiatan legislatif, ia terlibat dalam konsultasi publik mengenai rancangan peraturan daerah. Ia juga tercatat membacakan laporan Pansus mengenai pengembangan ekonomi kreatif dalam rapat paripurna DPRD Soppeng.
Keterlibatan tersebut mempertemukan pengalaman organisasi dan kewirausahaannya dengan proses pembahasan kebijakan. Aspirasi masyarakat perlu didengar, dipelajari, dan dibawa melalui mekanisme kelembagaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melanjutkan Proses Belajar dan Pengabdian
Perjalanan Hadi memperlihatkan kesinambungan pengalaman dari organisasi mahasiswa menuju kepemudaan, kewirausahaan, dan lembaga perwakilan rakyat.
Fakultas Pertanian UMI menjadi salah satu tempat ia membangun pengetahuan sekaligus belajar mengambil tanggung jawab bersama orang lain. Setelah kuliah, pengalaman tersebut berkembang melalui pekerjaan dan keterlibatan sosial di daerah.
Kini, di DPRD Kabupaten Soppeng, proses belajar itu berlanjut melalui tanggung jawab memahami persoalan publik, membangun komunikasi, dan mengambil bagian dalam pembahasan kebijakan daerah.
DARI FAKULTAS PERTANIAN UMI, MENUJU PENGABDIAN LEGISLATIF DAN ASPIRASI MASYARAKAT SOPPENG. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































