Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. Andi Kaimuddin: Aktivis 98, Alumni Teknik Industri dan Profesi Insinyur UMI, Dosen Unismuh Palu, Kini Ketua KPID Sulawesi Tengah
Perjalanan Ir. Andi Kaimuddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. berkembang dari aktivisme mahasiswa 1998, pendidikan Teknik Industri dan Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI), dunia akademik sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Palu, hingga kini memimpin Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Saat menjalankan tanggung jawab tersebut, ia kembali ke UMI sebagai mahasiswa tahun pertama Magister Teknik Industri Program Pascasarjana UMI.
MAKASSAR, umi.ac.id — Ada empat bagian penting dalam perjalanan Ir. Andi Kaimuddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng.: aktivisme, keinsinyuran, akademik, dan pelayanan publik. Keempatnya berkembang dari perjalanan pendidikan yang dimulai di Universitas Muslim Indonesia. Andi Kaimuddin merupakan alumnus Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri UMI. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1998, pada periode ketika gerakan mahasiswa Indonesia berada dalam dinamika Reformasi. Dalam perjalanan kemahasiswaannya, Andi Kaimuddin menjadi bagian dari Aktivis 98. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya sebelum berkembang sebagai akademisi, insinyur profesional, dan kemudian menjalankan tanggung jawab pada lembaga publik.
Dari Teknik Industri UMI ke Dunia Akademik
Setelah menyelesaikan pendidikan Teknik Industri, Andi Kaimuddin terus mengembangkan pendidikan dan kompetensinya. Ia menyelesaikan Magister Manajemen UMI pada 2003. Karier profesionalnya kemudian berkembang di perguruan tinggi. Sejak 2008, Andi Kaimuddin menjadi Dosen Tetap Yayasan Universitas Muhammadiyah Palu pada Fakultas Teknik. Aktivitasnya sebagai akademisi juga tercatat dalam dokumen akademik Universitas Muhammadiyah Palu.
Nama Ir. Andi Kaimuddin tercatat antara lain dalam kegiatan akademik dan pengujian mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Tanggung jawabnya di kampus kemudian berkembang ke bidang komunikasi kelembagaan. Pada 2018–2022, ia dipercaya menjadi Kepala Bagian Humas Universitas Muhammadiyah Palu. Pengalaman sebagai dosen memberikan ruang untuk pendidikan dan pengembangan pengetahuan. Sementara pengalaman dalam bidang kehumasan memperluas kompetensinya pada komunikasi institusi dan informasi publik.
Kembali ke UMI Menempuh Profesi Insinyur
Hubungan Andi Kaimuddin dengan UMI tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister. Pada 2018, ia kembali ke UMI untuk mengikuti Program Profesi Insinyur. Pendidikan profesi tersebut memperkuat jalur keinsinyurannya. Ia kemudian memperoleh kualifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan ASEAN Engineer. Dengan perjalanan tersebut, pendidikan Andi Kaimuddin berkembang dari Teknik Industri, Manajemen, hingga Profesi Insinyur. Namun proses belajarnya belum selesai.
Kini Kembali Menjadi Mahasiswa Pascasarjana UMI
Di tengah tugasnya sebagai dosen dan Ketua KPID Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin kembali menjalani pendidikan di Universitas Muslim Indonesia. Saat ini ia merupakan mahasiswa tahun pertama Magister Teknik Industri Program Pascasarjana UMI. Pilihan tersebut menjadi bagian menarik dari perjalanan serial ini. Ia telah menjadi dosen sejak 2008. Ia telah menyelesaikan pendidikan magister. Ia telah memiliki kualifikasi Insinyur Profesional Madya dan ASEAN Engineer. Ia juga sedang memimpin lembaga publik tingkat provinsi.
Namun pada fase tersebut, ia kembali menjadi mahasiswa untuk memperdalam bidang Teknik Industri. Perjalanan akademiknya di UMI dengan demikian membentuk rangkaian: S1 Teknik Industri → Magister Manajemen → Program Profesi Insinyur → Magister Teknik Industri.
Dari Wakil Ketua Menjadi Ketua KPID Sulawesi Tengah
Pengalaman di bidang komunikasi kemudian membawa Andi Kaimuddin ke Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sulawesi Tengah. Pada periode 2022–2025, ia menjalankan tugas sebagai Wakil Ketua KPID Sulawesi Tengah. Posisi tersebut juga tercatat dalam pemberitaan kegiatan KPI pada 2024. Pada periode berikutnya, ia kembali dipercaya menjadi anggota KPID Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Setelah pelantikan pada 4 Agustus 2025, Andi Kaimuddin menjalankan amanah sebagai Ketua KPID Sulawesi Tengah periode 2025–2028. Posisi tersebut masih tercatat dalam berbagai agenda resmi KPI sepanjang 2026. Pada Januari 2026, misalnya, KPI Pusat mencatat Andi Kaimuddin sebagai Ketua KPID Sulawesi Tengah ketika lembaganya melakukan koordinasi dengan Bawaslu Sulawesi Tengah terkait pengawasan penyiaran. Dengan demikian, perjalanan Andi Kaimuddin berkembang dari ruang akademik menuju tanggung jawab pengawasan penyiaran di tingkat provinsi.
Memimpin KPID di Tengah Perubahan Media
Sebagai Ketua KPID Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin berhadapan dengan perkembangan media yang semakin kompleks. Pengawasan isi siaran, kepatuhan lembaga penyiaran, literasi informasi, perkembangan teknologi digital, hoaks, serta kebutuhan informasi publik menjadi bagian dari isu yang dihadapi lembaga penyiaran. Pada September 2025, KPID Sulawesi Tengah di bawah kepemimpinannya menyampaikan sejumlah program, mulai dari KPID Goes to Campus and School, Sekolah P3SPS, penguatan lembaga penyiaran, hingga pengembangan sistem peringatan dini kebencanaan melalui penyiaran digital. KPID Sulawesi Tengah juga membangun koordinasi dengan berbagai lembaga dalam pelaksanaan fungsi pengawasan penyiaran.
Pada Januari 2026, KPID dan Bawaslu Sulawesi Tengah membahas koordinasi pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan serta rencana kerja sama dalam bidang pengawasan sesuai kewenangan masing-masing lembaga. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I DPRD Sulawesi Tengah pada Januari 2026, KPID juga memaparkan kondisi penyiaran daerah, tantangan pengawasan, serta kebutuhan penguatan kelembagaan. Andi Kaimuddin juga menulis mengenai pentingnya pemanfaatan penyiaran untuk mendukung sistem peringatan dini bencana di Sulawesi Tengah. Tulisan tersebut dipublikasikan KPI pada 2026.
Aktivis, Insinyur, Dosen, dan Ketua KPID
Perjalanan Andi Kaimuddin memiliki pembeda yang kuat dibandingkan profil alumni sebelumnya. Ia tidak berkembang hanya dalam satu ruang profesi. Pengalaman Aktivis 98 memberikan bagian tersendiri dalam perjalanan kemahasiswaannya. Teknik Industri memberikan dasar keilmuan. Profesi Insinyur memperkuat kompetensi profesional. Dunia akademik menempatkannya sebagai dosen. Pengalaman komunikasi kampus memperluas keterlibatannya pada bidang informasi. KPID kemudian memberinya tanggung jawab dalam pengawasan penyiaran.
Dan di tengah semua tanggung jawab tersebut, ia kembali menjadi mahasiswa Magister Teknik Industri UMI. Rangkaian itu dapat dibaca secara sederhana: Aktivis 98 → Teknik Industri UMI → Akademisi → Profesi Insinyur UMI → Komunikasi → KPID Sulawesi Tengah → Kembali ke Magister Teknik Industri UMI.
Belajar Tidak Berhenti Setelah Memimpin
Ada satu bagian yang membuat perjalanan Andi berbeda. Pada saat telah menjadi dosen, insinyur profesional, ASEAN Engineer, dan Ketua KPID Sulawesi Tengah, Andi Kaimuddin justru kembali duduk sebagai mahasiswa. Ia kini menjalani tahun pertama Magister Teknik Industri Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia.
Posisinya sebagai mahasiswa bukan pengulangan dari perjalanan sebelumnya. Ia kembali mempelajari bidang yang menjadi fondasi pendidikan sarjananya: Teknik Industri. Karena itu, perjalanan Andi Kaimuddin menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tidak harus berhenti ketika seseorang telah memperoleh jabatan atau pengakuan profesional. Tanggung jawab dapat berkembang. Teknologi berubah. Organisasi berubah. Lingkungan informasi berubah. Kompetensi juga perlu terus diperbarui.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Ir. Andi Kaimuddin, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. merupakan Aktivis 98 dan alumnus Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia tahun 1998. Ia kemudian menyelesaikan Magister Manajemen UMI pada 2003 dan Program Profesi Insinyur UMI pada 2018. Sejak 2008, ia menjalankan profesi sebagai dosen Universitas Muhammadiyah Palu. Perjalanan tersebut berkembang ke bidang penyiaran.
Setelah menjadi Wakil Ketua KPID Sulawesi Tengah periode 2022–2025, ia kini menjabat Ketua KPID Sulawesi Tengah periode 2025–2028, posisi yang masih tercatat dalam agenda resmi KPI pada 2026. Pada saat yang sama, Andi Kaimuddin kembali ke UMI dan saat ini tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama Magister Teknik Industri Program Pascasarjana UMI.
Perjalanannya memperlihatkan perkembangan tanggung jawab yang panjang: aktivisme mahasiswa, pendidikan Teknik Industri, profesi keinsinyuran, akademik, komunikasi, penyiaran, hingga kembali meningkatkan kompetensi melalui pendidikan pascasarjana. Dari perjalanannya, satu kalimat menjadi penegas: "Jabatan bertambah, tetapi belajar tidak berhenti." Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































