Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. Nining Wahyuni: Alumni Teknik Industri dan Profesi Insinyur UMI, Kini Sekretaris Disperindag Provinsi Sulawesi Selatan
Dari Teknik Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ir. Nining Wahyuni, S.T., M.T. membangun karier lintas bidang di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Perjalanannya bergerak dari pengelolaan rusun, administrasi pemerintahan, infrastruktur permukiman, hingga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Sulawesi Selatan. Sejak Maret 2026, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, sembari menempuh pendidikan Doktor Studi Pembangunan di Universitas Hasanuddin.
MAKASSAR, umi.ac.id — Ada orang yang belajar untuk mendapatkan pekerjaan. Ada pula yang terus belajar karena pekerjaannya menghadirkan persoalan baru. Ir. Nining Wahyuni, S.T., M.T. berada pada perjalanan yang kedua. Semakin luas tanggung jawab yang diemban, semakin luas pula ilmu yang dipelajarinya. Dari Teknik Manajemen Industri, ia memperkuat profesi keinsinyuran.
Dari pengalaman mengelola infrastruktur, ia memperdalam manajemen konstruksi. Dan ketika pekerjaannya semakin dekat dengan persoalan pembangunan, ia kembali ke ruang kuliah untuk menempuh pendidikan doktoral Studi Pembangunan. Karier dan pendidikan bergerak bersamaan.
Dari Teknik Manajemen Industri UMI
Nining memulai pendidikan tinggi di Teknik Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia pada 2001 dan menyelesaikannya pada 2005. Pendidikan tersebut memberinya fondasi untuk melihat organisasi sebagai sebuah sistem: ada manusia, sumber daya, proses, target, koordinasi, dan hasil yang harus dicapai.
Namun pendidikan sarjana tidak menjadi titik akhir. Pada 2018, setelah bertahun-tahun berada di dunia kerja, Nining kembali ke UMI untuk mengikuti Program Profesi Insinyur. Setahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan pada bidang Teknik Manajemen Konstruksi di Program Magister Teknik Sipil UMI dan menyelesaikannya pada 2022.
Perjalanannya dengan UMI karena itu tidak berlangsung sekali. Ia datang sebagai mahasiswa sarjana. Kembali sebagai peserta pendidikan profesi. Kemudian kembali lagi untuk pendidikan magister. Ilmu berkembang mengikuti tanggung jawab.
Dari Rusun menuju Administrasi Pemerintahan
Karier Nining di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membawanya melewati berbagai bidang. Pada 2021, ia dipercaya sebagai Kepala Tata Usaha UPT Rusun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Dari pengelolaan rusun, perjalanan berikutnya membawanya ke Biro Umum Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada 2021–2023, ia menjadi Kepala Subbagian Urusan Rumah Tangga Pimpinan Biro Umum. Kemudian pada 2023–2024, tanggung jawabnya berkembang sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga Biro Umum Provinsi Sulawesi Selatan.
Pekerjaan seperti ini jarang terlihat dari luar. Namun pemerintahan tidak hanya bekerja melalui kebijakan yang diumumkan kepada publik. Ada sistem pendukung yang memastikan organisasi dapat bergerak setiap hari. Administrasi harus berjalan. Kebutuhan organisasi harus dikelola. Koordinasi harus terjaga. Dan pelayanan terhadap aktivitas pemerintahan harus berlangsung tanpa terputus.
Pengalaman tersebut memperluas pemahaman Nining mengenai bagaimana sebuah organisasi besar bekerja dari dalam.
Kembali ke Infrastruktur
Pada April 2024, perjalanan Nining kembali mendekat ke bidang teknis. Ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Prasarana, Sarana, Utilitas Umum dan Sertifikasi pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Di titik ini, beberapa bekal pendidikannya bertemu. Teknik Manajemen Industri membentuk cara berpikir sistem. Profesi Insinyur memperkuat identitas profesional. Manajemen Konstruksi menambah perspektif terhadap pengelolaan pekerjaan infrastruktur. Sementara pengalaman birokrasi memberinya pemahaman mengenai bagaimana kebijakan, anggaran, organisasi, dan kebutuhan masyarakat harus dipertemukan.
Infrastruktur tidak lagi dilihat hanya sebagai pekerjaan fisik. Ada perencanaan. Ada regulasi. Ada anggaran. Ada organisasi. Dan pada akhirnya, ada masyarakat yang harus menerima manfaatnya.
Dipercaya sebagai Plt Kepala Dinas
Perjalanan tersebut kemudian memasuki fase penting. Pada Mei 2025 hingga Februari 2026, Nining dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan.
Skala tanggung jawabnya berubah. Dari memimpin satu bidang menjadi ikut mengarahkan sebuah perangkat daerah. Pada fase ini, pekerjaan tidak lagi hanya menuntut pemahaman teknis. Ada organisasi yang harus digerakkan. Program yang harus dikawal. Sumber daya yang harus dikelola. Koordinasi yang harus dibangun. Dan keputusan yang harus diambil.
Perubahan tersebut menunjukkan satu fase penting dalam perjalanan profesional seorang engineer di birokrasi: semakin tinggi tanggung jawab, semakin sedikit persoalan yang dapat diselesaikan hanya dengan satu disiplin ilmu.
Kini Sekretaris Disperindag Sulawesi Selatan
Pada Maret 2026, perjalanan Nining memasuki ruang baru. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan.
Sekilas, perpindahan dari perumahan dan kawasan permukiman menuju perindustrian dan perdagangan terlihat sebagai perubahan bidang yang besar. Namun ada kompetensi yang tetap dibawa. Kemampuan memahami sistem. Mengelola organisasi. Menghubungkan unit kerja. Mengatur sumber daya. Mengawal administrasi. Dan memastikan program dapat berjalan.
Pengalaman lintas bidang kemudian menjadi modal. Ia pernah melihat pemerintahan dari sisi pelayanan internal. Pernah berada pada pengelolaan infrastruktur. Pernah memimpin perangkat daerah sebagai pelaksana tugas. Kini ia berada pada sektor yang berhubungan dengan industri dan perdagangan Sulawesi Selatan.
Ketika Pengalaman Melahirkan Pertanyaan Baru
Yang menarik, ketika kariernya mencapai ruang tanggung jawab yang semakin luas, Nining justru kembali menjadi mahasiswa. Sejak 2025, ia menempuh Program Doktor Studi Pembangunan Universitas Hasanuddin.
Pilihan bidang tersebut seperti menyatukan perjalanan sebelumnya. Teknik Manajemen Industri berbicara tentang sistem. Manajemen Konstruksi mempertemukannya dengan proyek dan infrastruktur. Birokrasi mempertemukannya dengan kebijakan dan organisasi. Sedangkan Studi Pembangunan memperluas pertanyaannya: untuk siapa sistem, infrastruktur, kebijakan, dan organisasi itu bekerja?
Di sinilah pendidikan tidak lagi sekadar menambah kualifikasi. Pendidikan menjadi cara memperluas perspektif.
Dari perjalanan tersebut lahir diksi utama: "Belajar Mengikuti Tanggung Jawab." Bukan belajar karena perjalanan karier belum dimulai. Tetapi justru terus belajar karena tanggung jawab semakin besar.
Dari Infrastruktur menuju Pembangunan
Jika dibaca secara utuh, pendidikan Nining membentuk sebuah perkembangan perspektif: Teknik Manajemen Industri → Profesi Insinyur → Manajemen Konstruksi → Studi Pembangunan.
Sementara perjalanan pekerjaannya bergerak: Rusun → Administrasi Pemerintahan → Infrastruktur Permukiman → Plt Kepala Dinas → Perindustrian dan Perdagangan.
Dua lintasan tersebut tidak berjalan sendiri-sendiri. Keduanya saling mengisi. Pengalaman menghadirkan persoalan. Persoalan melahirkan kebutuhan untuk belajar. Pengetahuan baru kemudian dibawa kembali ke pekerjaan. Inilah siklus yang membuat perjalanan profesional terus berkembang.
Pengabdian yang Meluas ke Pemberdayaan
Di luar tugas kedinasan, Nining juga terlibat dalam ruang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi. Ia tercatat sebagai Sekretaris II Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Bidang Daya Saing Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, serta Sekretaris Bidang Manajemen Usaha dan Pendanaan Dekranasda Sulawesi Selatan.
Ruang tersebut mempertemukannya dengan dimensi lain pembangunan. Bukan hanya infrastruktur. Tetapi juga keluarga. Pemberdayaan. Usaha. Pendanaan. Produk lokal. Dan daya saing.
Pengalaman tersebut semakin memperjelas bahwa pembangunan tidak dapat dibaca dari satu sektor saja.
Insinyur yang Melihat Sistem Lebih Luas
Perjalanan Nining menunjukkan evolusi cara pandang seorang lulusan teknik. Pada awalnya, sistem dapat berarti organisasi dan proses. Ketika masuk ke konstruksi dan infrastruktur, sistem menjadi lebih luas: proyek, fasilitas, anggaran, dan pelayanan. Ketika masuk ke pemerintahan, sistem mencakup organisasi dan kebijakan. Dan ketika masuk ke Studi Pembangunan, sistem itu kembali melebar: masyarakat, ekonomi, infrastruktur, kebijakan, institusi, dan dampak.
Karena itu, perjalanan bukan terutama cerita tentang seseorang yang sering berpindah jabatan. Justru sebaliknya. Ini adalah cerita tentang perspektif yang terus diperluas agar mampu mengikuti skala tanggung jawab.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Ir. Nining Wahyuni, S.T., M.T. merupakan alumnus Teknik Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia tahun 2005 yang kemudian kembali ke UMI untuk menyelesaikan Program Profesi Insinyur pada 2018 dan Magister Teknik Sipil bidang Manajemen Konstruksi pada 2022.
Kariernya di Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkembang dari pengelolaan rusun dan administrasi pemerintahan menuju infrastruktur permukiman, hingga pernah dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Provinsi Sulawesi Selatan. Sejak Maret 2026, ia mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan. Dan ketika tanggung jawab profesionalnya semakin luas, ia kembali menjadi mahasiswa melalui Program Doktor Studi Pembangunan Universitas Hasanuddin. Perjalanannya memberi satu pelajaran sederhana: pendidikan tidak selalu mendahului tanggung jawab. Kadang tanggung jawab justru menunjukkan ilmu apa yang perlu kita pelajari berikutnya.
Dari Teknik Manajemen Industri menuju infrastruktur. Dari infrastruktur menuju kepemimpinan birokrasi. Dari pengalaman birokrasi menuju pemahaman pembangunan yang lebih luas.
Belajar Mengikuti Tanggung Jawab. Karena karier dapat membawa seseorang ke banyak tempat. Tetapi kemauan belajar menentukan seberapa luas ia memahami tempat-tempat yang dipercayakan kepadanya. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































