TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Monday, 21 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Irsan Anugrah: Dari FKM UMI, Kini Menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo

Anisa Safitri 413 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Irsan Anugrah: Dari FKM UMI, Kini Menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo

Berangkat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (FKM UMI), Dr. Irsan Anugrah, S.KM., M.M. membangun karier dari pelayanan primer di Puskesmas, perencanaan dan manajemen kesehatan hingga kini menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo. Perjalanan tersebut memperlihatkan transformasi seorang tenaga kesehatan masyarakat dari mengelola pelayanan di tingkat Puskesmas menuju tanggung jawab mengelola sistem kesehatan pada tingkat kota.

MAKASSAR, umi.ac.id — Ada perbedaan antara melayani masyarakat di sebuah Puskesmas dan mengelola sistem kesehatan sebuah kota. Di Puskesmas, persoalan terlihat dari dekat.

Ada ibu hamil.

Ada bayi.

Ada lansia.

Ada imunisasi.

Ada penyakit menular.

Ada persoalan gizi.

Ada promosi kesehatan.

Dan ada masyarakat yang datang membutuhkan pelayanan.

Ketika tanggung jawab berkembang menjadi Kepala Dinas Kesehatan, perspektifnya berubah. Bukan lagi satu Puskesmas. Tetapi bagaimana berbagai fasilitas, program, tenaga kesehatan, anggaran, data, kebijakan, dan pelayanan dapat bergerak sebagai satu sistem.

Perjalanan dari dua ruang itulah yang dilalui Dr. Irsan Anugrah, S.KM., M.M., alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Hari ini, ia menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Berawal dari FKM UMI

Irsan menyelesaikan pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di Universitas Muslim Indonesia pada 2007. Pendidikan kesehatan masyarakat memberinya fondasi untuk melihat kesehatan dari perspektif yang lebih luas. Sebab kesehatan masyarakat tidak hanya berbicara tentang apa yang dilakukan ketika seseorang sakit. Ia juga berbicara tentang apa yang dilakukan agar masyarakat tidak jatuh sakit.

Pencegahan.

Promosi kesehatan.

Lingkungan.

Epidemiologi.

Manajemen pelayanan.

Perencanaan.

Data.

Dan kebijakan.

Seluruhnya bertemu dalam satu tujuan: membuat masyarakat memiliki kesempatan hidup lebih sehat.

Memulai dari Birokrasi

Perjalanan Irsan dalam birokrasi berlangsung bertahap. Ia pernah menjalani jabatan struktural di Kelurahan Pattene sebelum kemudian memasuki lingkungan Dinas Kesehatan Kota Palopo. Dari sinilah perjalanan profesionalnya semakin dekat dengan bidang yang dipelajarinya.

Birokrasi memperkenalkannya pada dimensi lain pelayanan kesehatan. Ilmu kesehatan masyarakat harus diterjemahkan menjadi program. Program membutuhkan anggaran. Anggaran membutuhkan perencanaan. Perencanaan membutuhkan data. Pelaksanaan membutuhkan tenaga. Dan seluruhnya membutuhkan tata kelola. Pelayanan kesehatan tidak hanya membutuhkan tenaga kesehatan. Pelayanan kesehatan membutuhkan sistem yang membuat tenaga kesehatan dapat bekerja.

Dari Puskesmas, Melihat Masyarakat dari Dekat

Salah satu fase penting perjalanan Irsan adalah ketika memimpin Puskesmas. Ia tercatat pernah menjadi Kepala Puskesmas Padang Lambe dan kemudian Kepala UPT Puskesmas Wisata Padang Lambe. Puskesmas memiliki posisi penting dalam sistem kesehatan. Di sanalah pemerintah bertemu masyarakat dari jarak paling dekat. Masalah kesehatan tidak hadir sebagai angka dalam laporan. Ia hadir sebagai manusia. Sebagai keluarga. Sebagai lingkungan. Sebagai kebiasaan. Dan sebagai kondisi sosial yang berbeda-beda. Pengalaman memimpin Puskesmas memberi kesempatan melihat bagaimana kebijakan kesehatan benar-benar bekerja ketika sampai kepada masyarakat. Data memberi angka. Puskesmas memberi wajah kepada angka itu.

Dari Pelayanan menuju Perencanaan

Pengalaman lapangan kemudian membawa Irsan ke ruang kerja yang lebih luas. Pada 2019, ia memperoleh tanggung jawab pada bidang perencanaan, pengembangan, dan pemeliharaan. Perubahan tersebut penting. Jika sebelumnya ia berada dekat dengan pelaksanaan pelayanan, kini ia berhadapan dengan pertanyaan: Apa yang harus direncanakan? Apa yang menjadi prioritas? Fasilitas apa yang dibutuhkan? Program mana yang harus diperkuat? Bagaimana sumber daya dialokasikan? Dan bagaimana kebutuhan masyarakat diterjemahkan menjadi perencanaan?

Di titik inilah pengalaman lapangan menjadi penting. Perencanaan yang baik tidak dimulai dari meja. Ia dimulai dari pemahaman terhadap masalah yang benar-benar terjadi di lapangan.

Ketika Pelayanan Harus Dilihat sebagai Sistem

Perjalanan berikutnya membawa Irsan semakin dekat dengan manajemen program dan pelayanan kesehatan. Ia memperoleh pengalaman pada ruang administrasi, keuangan, dan bina program. Ruang kerjanya semakin luas. Kesehatan tidak lagi hanya dilihat dari pelayanan medis atau program kesehatan tertentu.

Ada organisasi yang harus bekerja.

Ada sumber daya manusia.

Ada keuangan.

Ada target pelayanan.

Ada standar pelayanan minimal.

Ada fasilitas.

Ada data.

Ada evaluasi.

Dan ada pertanggungjawaban.

Seluruhnya saling terhubung. Jika salah satu bagian tidak berjalan, pelayanan kepada masyarakat dapat ikut terdampak. Kesehatan masyarakat pada akhirnya bukan kumpulan program. Ia adalah sebuah sistem.

Dari Kepala Puskesmas menjadi Kepala Dinas Kesehatan

Perjalanan panjang tersebut kemudian membawa Irsan ke tanggung jawab yang lebih besar. Ia dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kota Palopo. Situs resmi Pemerintah Kota Palopo saat ini mencantumkan Irsan Anugrah, S.KM., M.M. sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo.

Posisi tersebut mengubah skala tanggung jawabnya. Dulu, ia melihat pelayanan dari satu Puskesmas. Kini, ia harus melihat kesehatan dalam skala kota. Dulu, persoalan datang melalui masyarakat di wilayah kerja fasilitas kesehatan. Kini, persoalan kesehatan harus dibaca melalui data dari berbagai wilayah, fasilitas, program, dan kelompok masyarakat. Dari sinilah pengalaman panjang memperoleh maknanya. Ia pernah melihat sistem kesehatan dari bawah sebelum memimpinnya dari tingkat kota.

Dari Satu Puskesmas menuju Satu Kota

Perubahan skala ini dapat menggambarkan perjalanan Irsan dengan sederhana: Puskesmas → Perencanaan → Manajemen → Dinas Kesehatan.

Pada setiap fase, sudut pandangnya bertambah. Puskesmas mengajarkan realitas pelayanan. Perencanaan mengajarkan prioritas. Manajemen mengajarkan pengelolaan sumber daya. Kepemimpinan dinas menuntut semuanya bekerja bersama.

Karena menjadi Kepala Dinas Kesehatan bukan berarti meninggalkan Puskesmas. Justru tanggung jawabnya adalah memastikan berbagai bagian dalam sistem kesehatan dapat mendukung pelayanan yang diterima masyarakat.

Mengelola Kesehatan Sebelum Masyarakat Sakit

Salah satu karakter penting kesehatan masyarakat adalah bekerja sebelum keadaan menjadi darurat. Imunisasi dilakukan sebelum penyakit menyerang. Promosi kesehatan dilakukan sebelum perilaku berisiko menimbulkan masalah. Surveilans dilakukan sebelum penyakit menyebar lebih luas. Intervensi gizi dilakukan sebelum persoalan berkembang. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk menemukan risiko lebih dini.

Karena itu, keberhasilan kesehatan masyarakat sering justru terlihat dari sesuatu yang tidak terjadi.

Wabah yang dapat dicegah.

Penyakit yang ditemukan lebih awal.

Komplikasi yang dapat dikurangi.

Anak yang tumbuh lebih sehat.

Dan masyarakat yang semakin memahami bagaimana menjaga kesehatannya.

Pelayanan kesehatan yang baik tidak hanya menunggu orang sakit datang. Ia bekerja agar semakin banyak orang tetap sehat.

Memimpin Sistem Kesehatan Kota

Pada tingkat Dinas Kesehatan, tantangannya semakin kompleks.

Ada pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Pencegahan stunting.

Imunisasi.

Tuberkulosis.

Penyakit tidak menular.

Kesehatan lingkungan.

Obat dan makanan.

Puskesmas.

Posyandu.

Tenaga kesehatan.

Jaminan kesehatan.

Data.

Anggaran.

Dan berbagai program nasional maupun daerah yang harus diterjemahkan menjadi pelayanan nyata.

Pada 2024, misalnya, Pemerintah Kota Palopo mencatat terdapat 154 Posyandu di Kota Palopo dalam konteks intervensi serentak pencegahan stunting. Angka tersebut memberi gambaran bahwa ketika seorang Kepala Dinas berbicara tentang pelayanan kesehatan, yang dikelola bukan hanya kantor. Ada jaringan pelayanan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat komunitas.

Belajar Sambil Memimpin

Perjalanan profesional Irsan berjalan beriringan dengan pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di FKM UMI, ia melanjutkan pendidikan magister bidang manajemen. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut hingga jenjang doktor. Penelitian doktoralnya juga memiliki hubungan dekat dengan ruang kerjanya: kepemimpinan, work-life balance, etos kerja, perilaku kerja inovatif, dan kinerja pegawai Puskesmas di Kota Palopo. Proses ujian disertasinya pada 2026 terdokumentasi oleh Universitas Mega Buana Palopo. Ini memperlihatkan hubungan yang menarik. Masalah yang ditemui dalam organisasi menjadi ruang penelitian. Penelitian kemudian dapat memberikan perspektif baru terhadap pengelolaan organisasi. Ketika pengalaman lapangan bertemu penelitian, praktik dapat diuji oleh ilmu dan ilmu dapat diuji oleh kenyataan.

Dari Mengelola Program menuju Mengelola Manusia

Sistem kesehatan tidak bekerja hanya dengan gedung dan anggaran. Ada manusia di dalamnya.

Dokter.

Perawat.

Bidan.

Tenaga kesehatan masyarakat.

Tenaga gizi.

Tenaga laboratorium.

Apoteker.

Tenaga administrasi.

Pengelola program.

Dan berbagai profesi lainnya.

Karena itu, kepemimpinan kesehatan juga berarti mengelola manusia. Bagaimana mereka bekerja. Bagaimana kinerjanya berkembang. Bagaimana inovasi muncul. Bagaimana organisasi beradaptasi. Dan bagaimana pelayanan tetap berorientasi kepada masyarakat.

Di sinilah pendidikan manajemen dan penelitian doktoral Irsan menemukan titik temu dengan pengalaman birokrasi kesehatan.

UMI dalam Perjalanan Irsan Anugrah

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia menjadi fondasi akademik awal perjalanan Irsan. Dari FKM UMI, ia membawa pengetahuan kesehatan masyarakat. Dari Puskesmas, ia memperoleh pengalaman pelayanan. Dari perencanaan, ia belajar menentukan prioritas. Dari manajemen, ia belajar mengelola sistem. Dan dari perjalanan panjang birokrasi tersebut, ia kini menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Palopo. Perjalanannya menunjukkan bagaimana pendidikan kesehatan masyarakat dapat berkembang dari pengetahuan menjadi pelayanan, dari pelayanan menjadi manajemen, dan dari manajemen menjadi kepemimpinan sistem kesehatan.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Irsan Anugrah memulai perjalanan pendidikan tingginya di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. Setelah kampus, ia tidak langsung berada di puncak birokrasi kesehatan. Perjalanannya bertahap. Dari birokrasi. Puskesmas. Perencanaan. Manajemen. Hingga Dinas Kesehatan. Hari ini, ruang tanggung jawabnya telah berkembang dari satu fasilitas pelayanan menjadi sistem kesehatan sebuah kota. Tetapi tujuan akhirnya tetap sama: masyarakat. Sebab kesehatan masyarakat bukan tentang seberapa banyak program dibuat. Bukan pula hanya tentang seberapa besar anggaran dikelola. Ukuran akhirnya adalah apakah sistem tersebut membuat pelayanan semakin hadir, pencegahan semakin kuat, dan masyarakat memiliki kesempatan hidup lebih sehat.

Dari satu Puskesmas menuju satu kota. Dari pelayanan menuju kepemimpinan sistem kesehatan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Politeknik Palopo
AMDA International
Bank Mandiri
Politeknik Dewantara
Universitas Lamappapoleonro
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
PT Zahir Internasional
Sanjivani University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Hiroshima University
Online Scholarship Competition (OSC)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Erzurum Technical University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Politeknik Cendana
PT Indosat Tbk
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Bank Muamalat
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Mega Buana
Institut Leimena
Universitas Andi Djemma
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Mega Syariah
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Ternate
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Islam Bandung
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
PT Jasa Raharja
Istanbul Sabahattin Zaim University
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Hasanuddin
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Griffith University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Alkhairaat Palu
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Politeknik Palopo
AMDA International
Bank Mandiri
Politeknik Dewantara
Universitas Lamappapoleonro
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
PT Zahir Internasional
Sanjivani University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Hiroshima University
Online Scholarship Competition (OSC)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Erzurum Technical University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Politeknik Cendana
PT Indosat Tbk
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Bank Muamalat
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Mega Buana
Institut Leimena
Universitas Andi Djemma
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Mega Syariah
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Ternate
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Islam Bandung
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
PT Jasa Raharja
Istanbul Sabahattin Zaim University
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Hasanuddin
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Griffith University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Alkhairaat Palu
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Rakyat Indonesia
Alliance Française de Makassar
Marinduque State University
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Syariah Indonesia
Universiti Malaysia Terengganu
Tribun Timur
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Nas Media Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Sulselbar
Rakyat Sulsel
Universitas Muhammadiyah Parepare
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
PT Marlip Indo Mandiri
Perbanas Institute
Universitas Kurnia Jaya Persada
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Putri Darul Istiqamah
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Binaskil Academy Malaysia
ITBM Malaysia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Ibnu Sina
National University of Singapore
Universitas Islam Sumatera Utara
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
PT Kogas Driyap Konsultan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universiti Malaya
Universiti Sains Islam Malaysia
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Panin Dubai Syariah
Bank CIMB Niaga Syariah
Junior Chamber International Indonesia
Detik.com
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Balikpapan
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Rakyat Indonesia
Alliance Française de Makassar
Marinduque State University
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Bank Syariah Indonesia
Universiti Malaysia Terengganu
Tribun Timur
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Nas Media Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Sulselbar
Rakyat Sulsel
Universitas Muhammadiyah Parepare
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
PT Marlip Indo Mandiri
Perbanas Institute
Universitas Kurnia Jaya Persada
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Putri Darul Istiqamah
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Binaskil Academy Malaysia
ITBM Malaysia
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Ibnu Sina
National University of Singapore
Universitas Islam Sumatera Utara
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
PT Kogas Driyap Konsultan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universiti Malaya
Universiti Sains Islam Malaysia
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Panin Dubai Syariah
Bank CIMB Niaga Syariah
Junior Chamber International Indonesia
Detik.com
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Balikpapan