Dari Kampus, Menjadi Dampak - Letkol Inf Dr. Andi Paduppai: Alumni Prodi Dakwah UMI, Kini Perwira TNI AD di Kodam XIV/Hasanuddin
Dari Program Studi Dakwah Universitas Muslim Indonesia (UMI), Letkol Inf Dr. Andi Paduppai, S.Ag., M.Sc. membangun karier di TNI Angkatan Darat. Pendidikan Dakwah, Ketahanan Nasional, serta Dakwah dan Komunikasi kemudian menjadi bagian dari kompetensinya dalam pembinaan mental, komunikasi, dan penguatan moderasi beragama di lingkungan prajurit.
MAKASSAR, umi.ac.id — Letkol Inf Dr. Andi Paduppai, S.Ag., M.Sc. merupakan alumnus Program Studi Dakwah Universitas Muslim Indonesia yang kini berkarier sebagai perwira TNI Angkatan Darat di lingkungan Kodam XIV/Hasanuddin. Afiliasi tersebut juga tercatat dalam publikasi ilmiahnya pada 2026 tentang strategi komunikasi dakwah dalam pembinaan mental prajurit. Perjalanan pendidikan Andi Paduppai dimulai di UMI. Ia menyelesaikan pendidikan pada Jurusan Dakwah tahun 1997. Setahun kemudian, ia mengikuti Sekolah Perwira Prajurit Karier (Sepa PK) TNI Angkatan Darat dan memulai perjalanan sebagai perwira.
Karier tersebut mempertemukannya dengan kebutuhan organisasi militer yang menuntut disiplin, kepemimpinan, profesionalisme, komunikasi, serta pembinaan personel. Ilmu Dakwah yang diperolehnya di UMI kemudian memiliki relevansi dengan bidang pembinaan mental prajurit yang menjadi salah satu bagian perjalanan profesional dan akademiknya.
Dari Dakwah UMI ke TNI Angkatan Darat
Jejak Andi Paduppai sebagai perwira TNI AD telah berlangsung lebih dari dua dekade. Dokumen TNI AD mencatat Andi Paduppai sebagai lulusan Sepa PK yang mulai berdinas pada 4 Juli 1998. Dokumen tersebut juga mencatat sejumlah pendidikan militernya, antara lain Sussarcab Infanteri, Combat Intel, Diksar Para, dan Suspa Bintal. Rangkaian pendidikan tersebut memperlihatkan perkembangan kompetensi dari pendidikan Dakwah menuju pendidikan militer dan pembinaan mental.
Dalam organisasi militer, pembinaan personel tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik dan teknis. Aspek mental, moral, spiritual, komunikasi, disiplin, dan kepemimpinan juga menjadi bagian dari pembinaan prajurit. Bidang inilah yang kemudian menjadi salah satu fokus Andi Paduppai.
Memperluas Pendidikan ke Ketahanan Nasional
Pengalaman di lingkungan TNI AD kemudian diperkuat melalui pendidikan akademik. Pada 2007–2010, Andi Paduppai menempuh pendidikan Magister di Universitas Gadjah Mada pada Program Studi Ketahanan Nasional. Pendidikan tersebut memperluas perspektifnya terhadap persoalan pertahanan dan ketahanan nasional, termasuk dimensi sosial dan manusia yang menjadi bagian di dalamnya.
Setelah menjalani karier panjang sebagai perwira, ia kembali memperdalam bidang yang memiliki hubungan dengan pendidikan awalnya. Pada 2024–2026, Andi Paduppai menempuh pendidikan doktoral pada bidang Dakwah dan Komunikasi di UIN Alauddin Makassar. Dengan demikian, perjalanan akademiknya membentuk tiga bidang yang saling berkaitan: Dakwah → Ketahanan Nasional → Dakwah dan Komunikasi. Ketiganya kemudian berhubungan langsung dengan pengalaman profesionalnya sebagai perwira TNI AD.
Pembinaan Mental Prajurit Menjadi Bidang Kajian
Hubungan antara pengalaman militer dan pendidikan Dakwah tersebut juga berkembang menjadi aktivitas akademik. Pada 2025, Andi Paduppai tercatat sebagai salah satu penulis penelitian mengenai Bintaljarah dan moderasi beragama di Makodam XIV/Hasanuddin. Penelitian tersebut membahas komunikasi dakwah dalam pembinaan mental dan sejarah untuk memperkuat moderasi beragama di lingkungan prajurit. Pada Juni 2026, namanya kembali tercatat sebagai penulis artikel ilmiah tentang strategi komunikasi dalam pembinaan mental prajurit untuk penguatan moderasi beragama di lingkungan militer.
Dalam publikasi tersebut, afiliasi Andi Paduppai dicantumkan sebagai Kodam XIV/Hasanuddin. Publikasi tersebut menunjukkan hubungan yang jelas antara pendidikan, pengalaman kedinasan, dan bidang kajiannya. Dakwah menjadi objek akademik. Pembinaan prajurit menjadi konteks penerapan. Komunikasi menjadi pendekatan. Sedangkan moderasi beragama menjadi salah satu bidang yang diteliti.
Ilmu Dakwah Digunakan dalam Pembinaan
Perjalanan Andi Paduppai menunjukkan bahwa lulusan Dakwah dapat berkarier di luar profesi yang secara umum diasosiasikan dengan kegiatan keagamaan. Kompetensi Dakwah juga berkaitan dengan komunikasi, pembinaan, penyampaian nilai, pemahaman terhadap karakter manusia, serta penguatan sikap dan perilaku. Di lingkungan militer, kompetensi tersebut dapat digunakan dalam konteks pembinaan mental dan komunikasi kepada prajurit. Keterlibatan Andi Paduppai dalam bidang tersebut juga pernah bersinggungan kembali dengan UMI.
Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat Fakultas Agama Islam UMI, ia pernah tercatat sebagai pemateri pelatihan ceramah bagi siswa MA DDI Padanglampe dan disebut sebagai alumni KPI UMI. (Fakultas Agama Islam) Artinya, hubungan antara pendidikan Dakwah dan profesi militernya tidak berjalan secara terpisah. Keduanya berkembang dalam aktivitas pembinaan dan akademik.
Dari Perwira Menjadi Praktisi sekaligus Akademisi
Pendidikan doktoral dan keterlibatan dalam publikasi ilmiah memperluas posisi Andi Paduppai dari praktisi militer menjadi praktisi yang juga terlibat dalam produksi pengetahuan. Pengalaman lapangan menyediakan konteks. Pendidikan akademik menyediakan pendekatan ilmiah. Penelitian memungkinkan pengalaman tersebut dianalisis dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari. Dari perjalanan inilah pembeda utama dapat dirumuskan: "Dakwah dalam Pembinaan Prajurit."
Diksi ini bukan metafora. Ia menjelaskan secara langsung hubungan antara pendidikan awal Andi Paduppai di UMI dengan bidang pengabdian dan kajian yang kemudian dikembangkannya di lingkungan militer.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Letkol Inf Dr. Andi Paduppai, S.Ag., M.Sc. merupakan alumnus Program Studi Dakwah Universitas Muslim Indonesia tahun 1997 yang kemudian mengikuti pendidikan Sepa PK dan membangun karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat sejak 1998. Ia melanjutkan pendidikan Magister Ketahanan Nasional di Universitas Gadjah Mada dan kemudian pendidikan doktoral bidang Dakwah dan Komunikasi di UIN Alauddin Makassar. Pada 2026, afiliasi profesionalnya dalam publikasi ilmiah tercatat sebagai Kodam XIV/Hasanuddin, dengan bidang kajian yang mencakup komunikasi dakwah, pembinaan mental prajurit, dan moderasi beragama.
Perjalanannya menunjukkan perkembangan kompetensi yang konsisten: Prodi Dakwah UMI → Perwira TNI AD → Pendidikan Ketahanan Nasional → Pembinaan Mental Prajurit → Doktor Dakwah dan Komunikasi → Penelitian Moderasi Beragama di Lingkungan Militer.
Dampaknya berada pada bidang yang spesifik: pembinaan manusia dalam organisasi militer melalui kompetensi dakwah, komunikasi, ketahanan nasional, dan pengalaman keprajuritan. Dakwah dalam Pembinaan Prajurit. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































