Dari Kampus, Menjadi Dampak - M. Fahrir Rahman, S.Kep., Ners: Alumni Keperawatan UMI, Mengabdi di Kuwait dan Menjadi Qari pada Resepsi Diplomatik Indonesia
MAKASSAR, umi.ac.id — Di Kuwait, M. Fahrir Rahman, S.Kep., Ners, menjalankan pengabdian sebagai perawat sekaligus merawat kemampuan membaca Al-Qur’an yang dikembangkannya sejak mahasiswa. Pada 2026, alumni Ilmu Keperawatan Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini dipercaya KBRI Kuwait menjadi qari dalam resepsi diplomatik peringatan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan kompetensi keperawatan, pembinaan karakter, dan pengembangan bakat. Sejak 2024, Fahrir bekerja di Addiction Treatment Center, Ministry of Health Kuwait. Di sela pekerjaan, ia menulis panduan bahasa bagi perawat Indonesia serta mengembangkan usaha bersama istrinya, sesama alumni Keperawatan UMI.
Bekal Akademik dan Tilawah sejak Mahasiswa
Fahrir menyelesaikan pendidikan Sarjana Keperawatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMI pada 2015 dengan predikat Lulusan Terbaik III. Semasa kuliah, ia juga aktif mengembangkan kemampuan tilawah. Pada 2013, ia menjadi delegasi UMI dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Mahasiswa Nasional di Universitas Andalas, Sumatera Barat. Pada 2015, ia kembali mewakili UMI dalam ajang yang sama di Universitas Indonesia, Depok, dan meraih Juara Harapan I.
Setelah lulus dari UMI, Fahrir melanjutkan Program Profesi Ners di Universitas Binawan, Jakarta. Pada 2019, ia menyelesaikan pendidikan tersebut dengan predikat Lulusan Terbaik II.
Pengalaman akademik dan pembinaan tilawah itu terus menjadi bagian dari pengembangan dirinya. Kemampuan membaca Al-Qur’an yang diasah melalui latihan dan kompetisi kemudian mendapat ruang dalam kehidupan komunitas Indonesia di luar negeri. Pada resepsi diplomatik KBRI Kuwait tahun 2026, ia membacakan ayat suci Al-Qur’an di hadapan tamu undangan, termasuk duta besar dan diplomat dari negara-negara ASEAN serta Timur Tengah.
Bagi Fahrir, kepercayaan tersebut memiliki makna personal. Pengalaman pembinaan dan kesempatan mewakili kampus semasa mahasiswa terus memberinya bekal hingga bertahun-tahun setelah menyelesaikan pendidikan.
Beradaptasi dan Melayani di Negeri Orang
Bekerja di Kuwait mempertemukan Fahrir dengan lingkungan sosial, budaya, dan hubungan profesional yang berbeda. Proses adaptasi menjadi bagian penting dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.
Ia merasakan manfaat pembentukan karakter dan nilai spiritual selama kuliah di UMI, termasuk pengalaman mengikuti pembinaan pesantren di Padang Lampe. Menurutnya, pesan para ustaz untuk menjaga kedekatan kepada Allah SWT menjadi salah satu penguat ketika menghadapi kejutan budaya dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar negeri.
Fahrir bersyukur dapat membangun hubungan baik dengan sesama perawat, tenaga lintas departemen, pimpinan, dan pasien. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya tentang pentingnya menjalankan kompetensi profesional bersama integritas, kepedulian, dan kemampuan menghargai orang lain.
Berbagi Pengalaman melalui Panduan Bahasa
Pengalaman bekerja di Kuwait juga mendorong Fahrir menyusun e-book berjudul Panduan Praktis Lancar Berbahasa Inggris dan Arab bagi Perawat Indonesia di Kuwait. Panduan tersebut ditujukan untuk membantu perawat Indonesia menyiapkan kemampuan komunikasi dalam lingkungan kerja di Kuwait. Berdasarkan keterangannya, e-book itu telah terjual ratusan eksemplar.
Melalui tulisan, ia berupaya membagikan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman profesionalnya. Baginya, kegiatan tersebut merupakan bentuk ilmu amaliyah: pengetahuan yang diusahakan agar dapat digunakan dan memberi manfaat bagi orang lain.
Mengembangkan Potensi bersama Keluarga
Bersama istrinya, yang juga alumni Keperawatan UMI, Fahrir membangun WIFA Health & Beauty, usaha di bidang kesehatan dan kecantikan. Ia memandang pendidikan dan bimbingan dosen sebagai bagian dari bekal untuk menekuni profesi sekaligus mengembangkan kegiatan produktif. Pengalaman kuliah memberinya kesempatan belajar, membentuk karakter, mengenali bakat, dan membangun keberanian untuk berkarya.
Perjalanan Fahrir memperlihatkan beragam ruang kontribusi seorang alumni: melayani sebagai perawat, mengembangkan tilawah, berbagi pengalaman melalui tulisan, dan membangun usaha bersama keluarga.
Ia berharap pengalamannya dapat mendorong mahasiswa serta alumni UMI untuk terus meningkatkan kompetensi dan merawat potensi yang dimiliki. Kesempatan berkarya dapat tumbuh dari keahlian profesional maupun kemampuan lain yang dikembangkan dengan tekun.
Dari ruang kuliah Keperawatan UMI hingga pelayanan kesehatan dan forum diplomatik di Kuwait, Fahrir terus membawa semangat belajar dan pengabdian dalam perjalanan hidupnya.
DARI ILMU KEPERAWATAN UMI, MENUJU PENGABDIAN PROFESIONAL DAN SYIAR AL-QUR’AN LINTAS NEGARA. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































