Dari Kampus, Menjadi Dampak - Sri Helmiati: Alumni Teknik Industri dan Profesi Insinyur UMI, Kini Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Konawe Utara
Dari Teknik dan Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI), Sri Helmiati, S.T., M.M. membangun karier panjang di Pemerintah Kabupaten Konawe Utara. Perjalanannya bergerak dari keuangan dan perencanaan kecamatan, pembinaan usaha pasar dan distribusi, koperasi dan UMKM, hingga kemetrologian. Sejak Februari 2026, alumni yang juga menyelesaikan Program Profesi Insinyur di UMI ini kembali dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe Utara.
MAKASSAR, umi.ac.id — Pasar mungkin terlihat sederhana. Pedagang datang membawa barang. Pembeli datang mencari kebutuhan. Transaksi terjadi. Namun di balik aktivitas sehari-hari itu terdapat sebuah sistem yang jauh lebih luas. Ada distribusi barang, pembinaan pedagang, fasilitas, tata kelola, pengawasan, perlindungan konsumen, hingga ukuran dan alat ukur yang ikut menentukan kepercayaan dalam transaksi.
Di ruang inilah Sri Helmiati, S.T., M.M., alumnus Teknik dan Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia, membangun sebagian besar perjalanan pengabdiannya. Kini, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe Utara.
Dari UMI menuju Pemerintahan
Sri Helmiati menyelesaikan pendidikan Teknik dan Manajemen Industri UMI pada 2004. Pendidikan tersebut memberinya fondasi tentang sistem, proses, organisasi, manusia, dan pengelolaan sumber daya. Namun perjalanan profesionalnya tidak membawanya ke lantai produksi sebuah industri. Ia memilih jalur pemerintahan.
Pada Oktober 2011, Sri dipercaya sebagai Kasub Keuangan dan Perencanaan Kantor Kecamatan Andowia. Di tingkat kecamatan, ia bersentuhan langsung dengan pekerjaan administrasi, pengelolaan keuangan, dan perencanaan. Fase ini menjadi awal pemahamannya mengenai bagaimana sebuah organisasi pemerintah bekerja dari tingkat yang dekat dengan masyarakat.
Memasuki Ekosistem Pasar dan Perdagangan
Pada 2014, Sri memasuki bidang yang kemudian menjadi salah satu benang merah utama kariernya. Ia dipercaya sebagai Kepala Seksi Pembinaan Usaha Pasar dan Distribusi Perdagangan. Di sinilah pekerjaannya semakin dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar tidak hanya berbicara tentang tempat. Ada usaha yang harus dibina, ada barang yang harus terdistribusi, ada pedagang yang menggantungkan penghidupan, ada masyarakat yang membutuhkan akses terhadap berbagai kebutuhan, dan ada pemerintah yang memiliki tanggung jawab agar ekosistem tersebut dapat berjalan dengan tertib. Pengalaman ini menjadi pintu masuk Sri memahami pasar bukan hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai sistem ekonomi masyarakat.
Dari Pasar menuju Koperasi dan UMKM
Tiga tahun kemudian, ruang tanggung jawabnya berkembang ketika ia menjadi Kepala Seksi Pemasaran dan Jaringan Usaha Koperasi dan UMKM. Jika sebelumnya fokus pekerjaannya banyak berada pada pasar dan distribusi, posisi ini membawanya semakin dekat dengan pelaku usaha.
Koperasi dan UMKM memiliki tantangan yang berbeda. Produk harus menemukan pasar. Usaha membutuhkan jaringan. Pelaku UMKM membutuhkan ruang untuk tumbuh. Pemerintah tidak selalu harus menjadi pelaku ekonomi. Tetapi pemerintah dapat membantu menciptakan ekosistem agar pelaku ekonomi masyarakat memiliki kesempatan berkembang. Pengalaman tersebut memperluas cara Sri melihat perdagangan: bukan sekadar transaksi, tetapi juga tentang akses dan jaringan usaha.
Dipercaya Memimpin Pengelolaan Pasar
Pada 2021, Sri dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar. Tanggung jawabnya tidak lagi berada pada satu seksi. Ia mulai memimpin bidang yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan ruang ekonomi masyarakat.
Kemudian pada 2023, ia mendapat amanah sebagai Kepala Bidang Kemetrologian. Perpindahan tersebut menambahkan satu perspektif penting dalam perjalanan profesionalnya: kepercayaan dalam perdagangan. Kemetrologian berhubungan dengan ketepatan pengukuran dalam aktivitas perdagangan.
Bagi masyarakat, persoalannya sangat sederhana. Satu kilogram harus benar-benar satu kilogram. Satu liter harus benar-benar satu liter. Angka pada alat ukur harus dapat dipercaya. Karena itu, perdagangan yang sehat bukan hanya membutuhkan barang dan pasar. Ia juga membutuhkan kepastian dan keadilan dalam transaksi.
Kembali Memimpin Pengelolaan Pasar
Pada Februari 2026, Sri kembali dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe Utara. Ia kembali ke bidang tersebut dengan pengalaman yang lebih luas dibanding ketika pertama kali memimpinnya. Kini ia telah mengenal pasar dari pembinaan usaha, memahami distribusi perdagangan, bersentuhan dengan koperasi dan UMKM, memimpin pengelolaan pasar, serta memiliki pengalaman dalam kemetrologian.
Rangkaian tersebut membentuk satu perspektif yang utuh: pasar adalah ekosistem. Ia mempertemukan tempat, barang, pedagang, konsumen, distribusi, usaha, ukuran, kepercayaan, dan pemerintah.
Pasar sebagai Infrastruktur Ekonomi Rakyat
Di sinilah perjalanan Sri Helmiati memiliki pembeda. Ketika berbicara tentang infrastruktur, orang biasanya membayangkan jalan, jembatan, pelabuhan, atau bangunan. Padahal pasar juga merupakan infrastruktur. Bukan hanya infrastruktur fisik. Tetapi infrastruktur ekonomi rakyat.
Di pasar, hasil pertanian menemukan pembeli. UMKM menemukan konsumen. Pedagang memperoleh penghidupan. Barang berpindah. Uang berputar. Dan kebutuhan sehari-hari masyarakat dipenuhi. Karena itu, pengelolaan pasar pada akhirnya bukan sekadar pekerjaan administratif. Ia bersentuhan langsung dengan denyut ekonomi masyarakat.
Dari perjalanan Sri lahir diksi utama #075: "Pasar sebagai Infrastruktur Kehidupan." Sebuah pasar yang dikelola dengan baik bukan hanya membuat perdagangan lebih tertib. Ia membantu menjaga ruang tempat ekonomi masyarakat terus bergerak.
Kembali ke UMI setelah Hampir Dua Dekade
Ada bagian lain yang menarik dari perjalanan Sri. Setelah menyelesaikan Teknik dan Manajemen Industri UMI pada 2004, ia melanjutkan pendidikan Magister Manajemen/Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Halu Oleo dan menyelesaikannya pada 2013.
Namun hubungan akademiknya dengan UMI belum selesai. Hampir dua dekade setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Sri kembali ke almamater. Kali ini untuk mengikuti Program Profesi Insinyur (PPI) pada bidang Teknik Industri/Teknologi Industri. Program tersebut diselesaikannya pada Mei 2022.
Perjalanan akademiknya seperti membentuk lingkaran: UMI → Pemerintahan → Magister Manajemen → Pengalaman Birokrasi → Kembali ke UMI → Profesi Insinyur. Ia kembali ke kampus bukan untuk memulai dari awal. Ia kembali dengan pengalaman bertahun-tahun dari lapangan pemerintahan.
Ilmu yang Bertemu Pengalaman
Keputusan kembali mengikuti pendidikan profesi mempertemukan dua modal penting. Pertama, ilmu Teknik dan Manajemen Industri yang menjadi fondasi akademiknya. Kedua, pengalaman panjang di birokrasi.
Teknik mengajarkannya melihat sistem. Manajemen membantunya memahami organisasi dan manusia. Pengalaman pemerintahan memberinya persoalan nyata. Sementara pendidikan profesi menguatkan kembali identitas keinsinyuran yang telah dimulai sejak menjadi mahasiswa UMI. Pendidikan dengan demikian tidak berhenti sebagai gelar. Ia menjadi bagian dari proses memperbarui cara melihat pekerjaan.
Dari III/a menuju Pembina IV/a
Perjalanan kepangkatan Sri juga berlangsung secara bertahap. Ia memulai sebagai Penata Muda III/a pada 2011. Karier tersebut berkembang melalui III/b, III/c, III/d, hingga mencapai Pembina IV/a pada 2023.
Namun pangkat hanya menunjukkan satu sisi perjalanan. Yang lebih menarik adalah perubahan tanggung jawab di baliknya: Keuangan dan Perencanaan → Pasar dan Distribusi → Koperasi dan UMKM → Pengelolaan Pasar → Kemetrologian → Pengelolaan Pasar. Setiap fase menambahkan perspektif baru mengenai ekonomi masyarakat.
Ketika Cara Berpikir Teknik Masuk ke Pasar
Sri Helmiati mungkin tidak bekerja di ruang yang lazim diasosiasikan dengan lulusan teknik. Tetapi prinsip Teknik dan Manajemen Industri tetap memiliki relevansi. Pasar memiliki aliran manusia, ada aliran barang, ada fasilitas, ada proses, ada data, ada sumber daya, ada standar, ada masalah yang harus diidentifikasi, dan ada sistem yang harus terus diperbaiki.
Dengan perspektif tersebut, pengelolaan pasar dapat dilihat bukan sekadar sebagai pekerjaan birokrasi, melainkan sebagai upaya membuat sebuah sistem pelayanan ekonomi masyarakat bekerja lebih baik. Seorang insinyur tidak selalu harus merancang mesin. Ada pula yang ikut menata sistem tempat kehidupan ekonomi masyarakat bergerak.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Sri Helmiati, S.T., M.M. merupakan alumnus Teknik dan Manajemen Industri Universitas Muslim Indonesia tahun 2004 yang kemudian kembali ke UMI dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur pada 2022.
Kariernya di Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berkembang dari keuangan dan perencanaan kecamatan menuju pasar, distribusi perdagangan, koperasi dan UMKM, serta kemetrologian. Kini, ia dipercaya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Konawe Utara.
Perjalanan tersebut menunjukkan bentuk lain dari dampak seorang alumni teknik. Ia tidak merancang lini produksi. Ia ikut menata ruang tempat produksi masyarakat diperdagangkan. Ia tidak mengendalikan mesin industri. Ia bekerja pada sistem yang mempertemukan pedagang, konsumen, barang, ukuran, usaha, dan pemerintah.
Dari Teknik dan Manajemen Industri UMI menuju pengelolaan ekonomi masyarakat. Dari perencanaan menuju pasar. Dari pasar menuju kepercayaan dalam perdagangan. Dan setelah hampir dua dekade, kembali ke UMI untuk memperkuat profesi keinsinyurannya.
Pasar sebagai Infrastruktur Kehidupan. Karena bagi masyarakat, pasar bukan hanya tempat berbelanja. Di sanalah sebagian kehidupan ekonomi sehari-hari berlangsung. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































