Milad ke-64, FEB UMI Perkuat Daya Saing Ekonomi Indonesia Timur melalui Kolaborasi Industri dan Sertifikasi Profesional
Hadirkan Kementerian Keuangan, Semen Tonasa, dan New Priok Container Terminal One, FEB Universitas Muslim Indonesia memperluas kerja sama industri sekaligus meluncurkan fasilitas ujian berbasis komputer dan program pengembangan kompetensi profesional.
Makassar, umi.ac.id - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadikan peringatan Milad ke-64 sebagai momentum memperkuat kualitas sumber daya manusia, kerja sama industri, dan kesiapan lulusan menghadapi persaingan ekonomi global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kuliah Umum Tahun 2026 bertema “Membangun Daya Saing Ekonomi dari Timur: Efisiensi Investasi dan Kesiapan SDM Menuju Pasar Global”, yang berlangsung di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan diskusi bersama praktisi ekonomi dan industri, tetapi juga dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama bersama PT Semen Tonasa serta peluncuran CBE Center IAI dan CAFB (Certificate in Accounting, Finance and Business).
Ketiga agenda tersebut menjadi bagian dari upaya FEB UMI mempertemukan pembelajaran akademik, kebutuhan dunia usaha, dan pengembangan kompetensi profesional mahasiswa.
Bagi FEB UMI, peningkatan daya saing lulusan perlu didukung pengetahuan yang relevan, pengalaman belajar yang dekat dengan praktik industri, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi dan teknologi.
Tiga Perspektif Strategis: Keuangan Negara, Industri, dan Logistik Global
Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber yang mewakili bidang penting dalam pengembangan ekonomi nasional.
Mereka adalah Martha Octavia, S.E., M.M., M.For.Accy., Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulawesi Selatan; H. Anis, S.E., M.M., Direktur Utama PT Semen Tonasa; serta H. Abdul Aziz, Direktur NPCT1 (New Priok Container Terminal One) Jakarta.
Kehadiran ketiganya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami hubungan antara kebijakan keuangan negara, kebutuhan investasi, pengembangan industri, dan sistem logistik dalam meningkatkan daya saing ekonomi.
Bagi kawasan Indonesia Timur, persoalan tersebut memiliki relevansi besar. Potensi ekonomi daerah membutuhkan dukungan investasi yang efisien, infrastruktur yang memadai, serta tenaga kerja dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Melalui dialog langsung dengan praktisi, mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana keputusan ekonomi dan bisnis dijalankan, tantangan yang dihadapi perusahaan, serta kemampuan yang semakin dibutuhkan di dunia kerja.
Pengetahuan akademik menjadi semakin bernilai ketika mahasiswa mampu memahami penerapannya dalam dunia usaha dan persoalan ekonomi yang nyata.
FEB UMI Perluas Kolaborasi dengan Semen Tonasa
Dekan FEB UMI, Dr. H. Muhammad Syafi’i A. Basalamah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kuliah umum merupakan tradisi akademik yang terus dikembangkan fakultas untuk memperluas wawasan mahasiswa.
Namun, Milad ke-64 tahun ini memiliki agenda tambahan yang berkaitan langsung dengan penguatan kelembagaan dan kompetensi.
“Setiap tahun kami menghadirkan narasumber luar biasa dari berbagai bidang. Namun, hari ini bukan hanya kuliah umum, tetapi juga ada penandatanganan MoA bersama Semen Tonasa,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat hubungan FEB UMI dengan dunia industri. Kolaborasi perguruan tinggi dan perusahaan diharapkan dapat membuka peluang pengembangan pembelajaran, pertukaran pengetahuan, kegiatan akademik, dan peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Bagi mahasiswa, hubungan yang semakin dekat dengan industri memberikan kesempatan untuk memahami standar profesional, budaya kerja, dan perkembangan bisnis secara lebih nyata.
Luncurkan CBE Center IAI dan CAFB, Dorong Kompetensi Profesional
Selain memperkuat kolaborasi industri, FEB UMI juga meluncurkan Computer Based Exam (CBE) Center IAI dan CAFB (Certificate in Accounting, Finance and Business).
Kehadiran fasilitas dan program tersebut merupakan bagian dari upaya FEB UMI mendukung pengembangan kompetensi profesional di bidang akuntansi, keuangan, dan bisnis.
Langkah ini relevan dengan perubahan kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan teknis, penguasaan teknologi, ketelitian, serta pemahaman terhadap standar profesional.
Pendidikan sarjana memberikan dasar keilmuan yang penting. Sementara pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesional dapat menjadi pelengkap dalam mempersiapkan mahasiswa maupun lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Dengan demikian, FEB UMI tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kuliah, tetapi juga memperluas akses terhadap pengembangan kemampuan profesional.
Gelar akademik merupakan capaian pendidikan. Kompetensi yang terus diperbarui menjadi bekal penting untuk mempertahankan daya saing setelah lulus.
Wakil Rektor I UMI: Kolaborasi Menjadi Kebutuhan dalam Persaingan Global
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., yang diwakili Wakil Rektor I, Prof. Dr. Ir. Dirgahayu A. Lantara, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan telah membuka peluang lebih luas bagi daerah untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi nasional maupun internasional.
“Tema membangun ekonomi dari timur ini sangat menarik. Apalagi, perkembangan teknologi saat ini membuat dunia seolah tanpa batas. Kondisi ini menjadi peluang sekaligus tantangan, khususnya dalam mendorong investasi dan membuka akses yang lebih luas untuk memasuki pasar global,” ujarnya.
Namun, kemampuan memanfaatkan peluang tersebut tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha perlu bekerja sama agar potensi ekonomi daerah dapat dikembangkan secara lebih produktif dan berkelanjutan.
“Tentu saja, salah satu hal penting yang harus kita lakukan agar tetap mampu beradaptasi adalah dengan berkolaborasi,” katanya.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya keterhubungan antara kebijakan ekonomi, pengembangan industri, pendidikan tinggi, dan kesiapan tenaga kerja.
Dari Indonesia Timur, Menyiapkan Lulusan untuk Peluang Global
Bagi FEB UMI, tema membangun daya saing ekonomi dari Timur memiliki makna yang dekat dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.
Indonesia Timur memiliki berbagai potensi ekonomi yang memerlukan pengelolaan profesional, investasi produktif, inovasi bisnis, dan sumber daya manusia yang kompeten.
Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan lulusan yang memahami kondisi daerah sekaligus mampu mengikuti perkembangan ekonomi global.
Mahasiswa ekonomi dan bisnis perlu menguasai bidang keilmuannya, memahami teknologi, memiliki kemampuan analisis, berkomunikasi dengan baik, serta menjaga integritas dalam bekerja.
Kesiapan tersebut menjadi semakin penting di tengah perubahan teknologi, digitalisasi bisnis, dan persaingan tenaga kerja yang semakin terbuka.
BACA JUGA:
Alhamdulillah, UMI Masuk 20 PTS Teratas Indonesia Bidang Riset Versi SCImago 2026, Tempati Peringkat ke-11 Nasional
UMI Sukses Jadi Tuan Rumah dan Raih Lima Penghargaan Abdidaya Ormawa 2026, Pembukaan dan Penutupan Spektakuler Jadi Kebanggaan Nasional
Sebagai bagian dari Universitas Muslim Indonesia, Kampus Ilmu dan Ibadah, FEB UMI juga menempatkan etika, tanggung jawab, dan karakter sebagai unsur penting dalam pembentukan profesional masa depan.
Melalui kuliah umum, penguatan kerja sama industri, serta pengembangan fasilitas dan kompetensi profesional, FEB UMI berupaya menghadirkan pendidikan yang semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan ekonomi.
Milad ke-64 FEB UMI bukan hanya kesempatan mengenang perjalanan fakultas, tetapi juga momentum memperkuat langkah berikutnya: meningkatkan mutu pendidikan, memperluas kolaborasi, dan menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Indonesia.
Dari Makassar, FEB UMI terus mengembangkan komitmennya untuk menghadirkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam pembangunan ekonomi daerah, nasional, maupun global.























































































































